10 Things Mom Can Do to Make Days Less Hectic–and Happier!


10-things-mom-can-doJadi ibu perlu banget memikirkan bagaimana cara membuat hari-hari seimbang.

Mau itu bekerja di kantor, punya usaha di rumah, freelance, atau sepenuhnya mengurus pekerjaan rumah tangga, hari-hari seorang ibu hampir dipastikan selalu sibuk, padat, dan berpotensi bikin stres berkepanjangan. Stres seringkali tidak bisa dihindari, tapi kalau tiap hari isinya BT dan stres melulu, bukan hanya nggak baik untuk keluarga di sekitarnya tapi untuk si ibu sendiri, lho (yep, been through this thing too!).

Berikut adalah beberapa hal yang bisa seorang ibu lakukan untuk membuat hari-harinya lebih mudah dan ‘waras’. Tentu saja masing-masing ibu dengan kondisi keluarga berbeda punya cara tersendiri, tapi semoga rangkuman usaha saya ini (which all of them work for me) bisa memberikan dampak positif juga.

1. Ikhlas. Ya, pertama-tama ubah pola pikir dan tetapkan hati seperti ini. Kita yang memilih jadi ibu, dan itu termasuk semua konsekuensi yang mengikutinya. Kita sudah coba usahakan dan rencanakan yang terbaik, namun kadang yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Kendalikan yang bisa kita kendalikan, sisanya… terima dengan hati lapang. Beban akan terasa sebagai beban–berat dan membuat lelah–kalau kita menganggapnya demikian 😉

2. Start with power breakfast… Melewatkan sarapan tidak hanya bikin kita lemas, tapi juga bikin gemuk karena kita cenderung jadi  ‘kalap’ pada jam makan berikutnya.

3. …And a blasting MP3 playlist!  Beyonce, Pitbull, Black Eyed Peas, and Sean Paul to name a few (yes, remember to stay young, Mommies!)

4. Maximize “me time” while kids at school

5. 15-30-workout every day to boost metabolism. Sensasi nyaman dan menyenangkan setelah olahraga karena tubuh merilis hormon endorfin menjadikan mood pun lebih enak.

6.  A quick nap while the kids take one. Kalau anak tidur 1 jam, kita cukup istirahat 20 menit saja kok. Setelahnya bisa teruskan pekerjaan lain.

7. Reward yourself. Jangan lupa sisihkan uang untuk dana shopping reguler, atau untuk apa pun itu yang kita suka!

8. Delegasikan pekerjaan kasar ke asisten rumah tangga. Bahkan kalau memungkinkan, hire supir juga. Mengurus anak-anak, terutama balita, sambil menyetrika pakaian? Tidak hanya melelahkan namun juga berbahaya, walau kita adalah si ratu multitasking.

9. Ikut bermain dengan anak-anak. Nggak ada yang lebih menyenangkan bagi anak-anak daripada bermain dengan orangtuanya sendiri. Dan tertawa lepas bersama mereka adalah obat penangkal stres–serta booster daya tahan tubuh–paling jitu

10. Jangan biarkan diri kelaparan. Makan dalam porsi kecil sesering mungkin. Biasanya pukul sepuluh pagi tubuh akan mengirim sinyal lapar. Bisa isi dengan ngemil buah segar, tanpa perlu pesan bubur ayam lagi. Terus, kalau lagi kepingin cokelat dan cookies gimana dong? Sesekali boleh. Tau kan bahwa konsumsi gula berlebih itu menurunkan daya tahan tubuh 🙂

One thing I learn this recently is happiness is not a destination. It’s not something to chase either. It’s actually a journey.

Ada lagi cara seru penangkal stres lainnya untuk para ibu? I would really love to hear!


Tags: ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


9 Responses

  1. @Ipeh – Ternyata begitu. Padahal perempuan bawaannya ingin multitasking, apalagi kalau sudah punya anak 🙁

  2. Multitasking setiap hari itu bener2 bahaya. Bahkan bisa bikin otak korslet. Mungkin karena kelebihan beban kali ya

  3. fitri

    that was good tips for being mom. dimana aq baru 3 bulan menjadi seorang ibu dan harus meninggalkan si”ganteng” untuk bekerja. hanya di sabtu-minggu lah qt bisa main seharian sepuasnya….:D
    being mom is make me proud especially for my self…………………

  4. @Nike — Beda banget ya. Atur2nya pun jd butuh penyesuaian lagi. The art of having a family 🙂

  5. heart this..:)
    bener yah, mba. meski anak baru satu dan masih kecil, tapi hectic-nya beda dengan jaman belum punya anak. Pas belum punya anak, kalo abis sibuk bisa “balas dendam” dengan istirahat dan relaksasi semau kita, tapi sekarang ga bisa begitu lagi.
    yup, happiness is definitely not a destination. 🙂