Apa Penyeimbangmu?


Wishfulinspirationdotcom

Saya ingat kejadian tahunan silam… SMA, gampang bosan, emosional, dan berpikir pendek–sangat pendek.

Bad hair day, BT. Ng-gebet cowok dan bertepuk sebelah tangan, BT. Clubbing dan ketemu ‘musuh’ gandeng gebetan, BT. New Year dress yang ingin dibeli dan ternyata kehabisan, BT. Ngopi-ngopi lalu rokok favorit tinggal dua batang–sebentar lagi kehabisan, BT. Pokoknya banyak sekali hal yang dengan mudahnya bikin kesal dan BT; betapa fluktuatif (dan silly!)-nya perasaan ketika menjalani hari-hari remaja, masa di mana sebenarnya kita butuh pendamping yang lebih dewasa dan bijak (orangtua?), yang sayangnya pendamping tersebut tidak bisa selalu hadir di sisi kita karena sudah saatnya kita mulai menjalani hidup ini dengan bergantung kepada diri sendiri yang (sekali lagi) masih ‘SMA’, gampang bosan, emosional dan berpikir pendek saja.

Saya ingat juga, gestur dan emosi meledak-ledak seperti ini ternyata ada penyetopnya–penyeimbangnya–yakni menulis. Saya akan menulis dengan segenap kekesalan yang ada; napas yang menderu, mata yang jarang berkedip, dan keyboard komputer yang berbunyi karena ditekan terlalu keras.

Nggak tahu apa jadinya kalau tiap kali BT, tiap kali sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan dan rencana saya dan saya tidak menulis… mungkin saya akan melakukan hal yang lebih berbahaya lagi.

Sudah tahu apa penyeimbangmu?

Pernah luangkan waktu untuk mencari tahu?

Yuk… sebelum demand orang lain untuk ada buat kita, setidaknya kita tahu dulu bagaimana cara “menyelamatkan” diri sendiri.

 

Gambar: wishfulinspiration.com


Tags: ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


3 Responses

  1. menulis. menulis bikin saya bisa menumpahkan apa yang muncul di otak (dan perasaan) sekaligus membantu saya me-review lagi. dulu selalu menulis hampir setiap hari apa yang saya lewati atau rasakan. ternyata dulu ngebantu banget. pas saya sedang mau meledak, membaca tulisan yg sudah ditulis bikin saya mikir lagi dan sisi logika jadi jalan.