Budgeting: Tips Keuangan yang Penting Dikuasai


Blog Sittakarina - Budgeting Tips Keuangan yang Penting DikuasaiTips keuangan ini merupakan langkah awal menghemat pengeluaranmu.

Saat pengeluaran kita masih seputar kongkow, bayar kos-kosan, dan fotokopi tugas kuliah, hidup rasanya simpel banget! Nggak kebayang sama sekali tentang pentingnya mengatur uang saku yang diberikan orang tua. Pokoknya dicukup-cukupin aja deh sampai transferan berikutnya datang 😂

Tapi, sekarang keadaan sudah berbeda. Kita sudah lulus kuliah, kerja, bahkan berkeluarga. Hidup nggak sekadar kongkow dan rencanain liburan akhir tahun aja. Sayangnya, walau usia sudah bukan lagi masanya hidup ugal-ugalan, kebiasaan kita masih begitu. Termasuk soal mengelola keuangan. Akibatnya, belum sampai akhir bulan, sudah tidak ada lagi yang tersisa di dompet maupun rekening.

Saya termasuk yang kayak begini! Awalnya sih PD aja; uang pasti cukup sampai tanggal 25 bulan berikutnya. Tapi, kenyataannya dompet sudah kembang-kempis di tanggal belasan.

Nah, kalau sudah begini, apa yang salah ya?

Mesti hidup lebih hemat lagi? Hmm, kadang bukan ini solusinya.

Coba tanya ke diri sendiri, selama ini tahu nggak pengeluaran kita apa saja?

Tak hanya tidak tahu, parahnya, sering kali kita bahkan nggak ngeh ke mana raibnya uang tersebut.

Kita tidak tahu pos-pos pengeluaran selama ini apa saja, baik yang rutin maupun tidak rutin. Rasanya masih ada sisa banyak di rekening, tapi kok sekarang berkurang tiga ratus ribu?

Kalau kita sudah mengalami hal seperti di atas, berarti ini saatnya menerapkan tips keuangan simpel tapi jitu yang jadi andalan para ibu sejak jaman dulu: budgeting!

Ketika masih duduk di bangku SD, saya ingat betapa rajinnya Ibu membuat catatan belanja harian buku notes yang selalu beliau letakkan di meja dapur. Seiring bertambahnya usia, saya jadi paham tujuan Ibu melakukan ini, yakni agar semua pengeluaran keluarga terdokumentasikan dengan baik, dan tentunya, terkendali. Salah satu tips keuangan yang Ibu tanamkan pada saya: jangan besar pasak daripada tiang. Live the lifestyle you can afford.

Baca juga: 8 Cara OK Tambah Uang Saku

Awalnya cukup menantang bagi saya untuk melakukan budgeting. Apalagi melawan rasa malas yang selalu mengatakan “Ntar aja nyatetnya”. Tapi, lama-lama ini berubah menjadi kebiasaan yang bikin saya mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik dan bebas stres.

Simple budgeting bisa dimulai dengan 3 langkah berikut:

Catat pengeluaran
Jika kita bukan tipe yang rajin mengumpulkan struk belanja, buat catatan kecil di smartphone setelah berbelanja (termasuk online shopping).

Atau bisa juga gunakan aplikasi simple budgeting yang bisa diunduh untuk Android maupun iOS. Kalau lagi malas, saya biasanya cukup mencatat seperti ini:

1/7 belanja mingguan 200.000
4/7 bensin 100.000
5/7 autodebet tagihan kartu kredit 2.500.000
5/7 fun world + bakmi gm 177.000

Intinya, pastikan semua pengeluaran tercatat sampai akhirnya kita terlatih untuk mengingatnya di kepala.

Dengan begini, kita jadi tahu ke mana saja uang dihabiskan—dan apakah pengeluaran tersebut sudah sesuai rencana atau kitanya pas lagi khilaf aja 😆

Prioritaskan pengeluaran
Bertolak dari catatan pengeluaran yang sebelumnya kita buat, urutkan pos-pos pengeluaran tersebut mulai dari yang paling penting. Dengan begitu kita jadi tahu, ternyata tidak semua pengeluaran bersifat harus. Sebagian malah harus direm agar rekening tidak jebol.

Teman saya sempat tercengang mendapati kebiasaan nonton di bioskop yang kemudian disambung dinner bareng pasangan sampai 8x dalam sebulan! Padahal, ia sempat mengeluh ngos-ngosan banget mengumpulkan uang untuk DP apartemen yang setengahnya sudah disediakan mertua (yes, lucky her!). Tanpa mencatat pengeluarannya, ia mengakui bahwa selama ini nggak ngeh dirinya sebegitu borosnya soal nonton dan makan di luar.

Rasio pengeluaran 50/30/20
Setelah semua pengeluaran tercatat dan diurutkan sesuai skala prioritasnya, pastikan kita menerapkan aturan 50/30/20 yang merupakan kunci budgeting sehat. Penjelasan komposisi tersebut adalah:

50% pengeluaran untuk kebutuhan (makanan, minuman, tempat tinggal, transportasi, uang sekolah, biaya hidup orang tua, zakat, cicilan KPR, tagihan kartu kredit)

30% pengeluaran untuk hal yang kita inginkan (ngopi-ngopi, liburan, tas Prada, Singapore Great Sale, dan mimpi-mimpi lainnya yang bisa dibeli 😍)

20% pengeluaran untuk tabungan dan investasi (dana darurat, saham, surat utang, reksa dana)

Oh ya, aturan 50/30/20 ini nggak saklek, kok. Ada juga yang menerapkan dengan rasio 60/20/20 karena kebutuhan pokok yang mesti dipenuhi memang banyak dan untuk saat ini belum adjustable. Yang penting, usahakan agar porsi investasi rutinmu setidaknya bisa mencapai 20% dari total pengeluaran.

Membuat budgeting atau penganggaran membuat kita “melek” akan aliran uang selama ini. 

Upaya ini juga memungkinkan kita untuk membuat rencana-rencana ke depan, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang berdasarkan kekuatan finansial kita saat ini. Jangan sampai plan liburan seabrek, mulai dari diving di Wakatobi sampai mengunjungi desa Shirakawa-gō di Jepang, tapi utang kartu kredit menggunung.

Dengan begini, sekarang udah nggak kagetan lagi deh melihat sisa uang di rekening 😉

Share dong tips keuangan yang selama ini mampu menyelamatkan kondisi finansialmu!

 

*) Feature image via Productivity Planner



Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


6 Responses

  1. karena masih single masih mudah mbak, pengeluaran biaya hidup pun kurang dari 50%, kesempatan ini saya manfaatkan untuk investasi sebesar2nya bahkan lebih dari 30%.

    Reply
  2. kalau gue pake lebih dari 1 akun bank untuk menabung. yang penting 1 bank ini untuk tabungan, ngga boleh dipake, ga diaktifin mobile banking, dan tiap awal bulan gajian langsung tuh 30% pendapatan gue masukin ke tabungan tsb. Sisanya gue budgetin pengeluaran perhari maksimalnya berapa untuk makan dan transportasi. beda lagi buat budget pas weekend. Tapi budget weekday weekend ini masih suka belum konsisten huhuhuhu, jadinya jatah weekend kepake di pengeluaran weekday

    Reply
  3. Tips yang menarik nih, pola 50,30,20. Selama ini selalu buat funnya yg gede. Pertengahan bulan jadi memble

    Reply