Cara Hadapi Peer Pressure Tanpa Jadi Tertekan


blog.sittakarina.com_cara-hadapi-peer-pressure
Cukup familier dengan istilah peer pressure? Secara umum artinya kira-kira tekanan dari kelompok yang usianya sebaya. Praktiknya yang sering terjadi adalah seseorang atau sekelompok orang memaksa kita, baik secara langsung maupun tidak, untuk bersikap sesuai dengan keinginan mereka. Kalau tidak mau? Hmm, biasanya kita akan dijauhi atau bahkan di-bully.

Hampir semua orang pernah mengalami peer pressure ini, nggak terkecuali diri saya sendiri. Nah, menariknya… kondisi ini nggak hanya terjadi pada usia remaja saja, tapi juga di atas (saat memasuki dunia kerja), atau bahkan di bawah (saya melihat ini pada sekumpulan anak usia 5 tahunan)!

CONTOH PEER PRESSURE PADA USIA KANAK-KANAK

Tia: Vi, ayo dong besok pakai sepatu pink juga.
Mima: Iya, Vira.. kan pink bagus. Kita semua mau pakai pink lho.
Vira: Tapi aku kan nggak suka warna pink. Aku sukanya biru.
Chika: Kalau begitu, kita bukan temenan dong namanya.
Tia: Iya soalnya kamu nggak mau sama kayak kita.

CONTOH PEER PRESSURE PADA USIA REMAJA

Aga: Man, minggu lalu kan udah naik mobil bokapnya Ale. Malam minggu nanti ke pestanya Diva pake Jeep bokap lu ya.
Lukman: Aduh gue nggak yakin bisa, deh. Itu kan barang antik kesayangan Bokap. Lagipula gue belon ada SIM. Mana boleh nembak sama Bokap.
Ale: KTP nggak ada, SIM nggak ada. Sama sekali nggak punya fake IDs… asli, nggak asyik lu!
Lukman: Tapi bentar lagi kan gue juga punya. Ultah tinggal dua bulan lagi.
Aga: Hahaha… tapi miris kan, Man, tiap kita clubbing, lu nggak pernah bisa ikut? Pantesan dikatain alim sama Tasya.
Ale: Huh, males banget gue maen sama anak alim, jek!

CONTOH PEER PRESSURE PADA USIA DEWASA

Lucia: Bisa nggak sih meeting sama kliennya diundur aja? Tim kita mendadak lagi sibuk begini. Males deh gue!
Aryo: Setuju banget. Bilang aja presentasinya belon siap.
Danya: Eh, tapi nggak enak lho.. minggu lalu kita kan sudah minta undur. Masa’ bilang belon siap lagi? Kalau kita kebut sekarang, sejam lagi bisa selesai dan meeting nggak perlu diundur.
Lucia: Capek di kita dong, Nya. Ngapain sih lo sok dedikasi gitu? Kerja sekeras apa pun toh gaji nggak akan naek kalo di sini.
Danya: Capek sih capek. Kan emang ada hal di luar dugaan yang terjadi–
Aryo: Mulai deh Danya sok moralis. Nggak heran deh jadi kesayangannya big boss.
Cilla: Apa, Yo? Pasti Danya lagi-lagi mau berbuat apa aja buat si klien ya? Ayo dong, Nya, sekali-sekali bela temen lo sendiri kek!

Saat kita masih berusia 5 tahun, tekanan dari teman terasa seperti kekuatan yang tak mungkin kita lawan. Kerap kali kita akhirnya diam dan mengalah, mengabulkan apa pun keinginan mereka demi diterima oleh mereka. Tapi seiring bertambahnya umur, kita bisa lho menghadapi peer pressure ini dengan lebih bijak tanpa harus jadi frontal. Secara umum resep di bawah ini berlaku untuk semua umur:

Pertama, yakinkan dalam hati bahwa yang mendasari perbuatan kita adalah pertimbangan pikiran dan hati nurani, bukan ucapan orang lain.
Kedua, bersikap tenang pas kita ‘ditembakin’ alias ditekan kanan-kiri. Dengarkan semua harapan dan keinginan satu per satu. Cukup dengarkan, tidak perlu paksa diri untuk berusaha memenuhi itu.
Ketiga, setelah semua selesai ngoceh, kemukakan alasan dan pilihan yang akan kita ambil (yang seringkali berbeda dengan harapan mereka) dengan singkat, tenang, dan tegas.
Keempat, lihat hasilnya beberapa hari kemudian: apakah mereka masih mau berteman dengan kita atau tidak. Kalau masih, go ahead.. anggap apa yang sudah terjadi sebagai kerikil kecil dalam pertemanan kalian. Kalau tidak, mudah saja; anggap ia sekadar angin lalu. Ingat ya, teman yang baik adalah ia yang mampu menghargai perbedaan.

Bagaimana dengan kalian, apa peer pressure paling menyebalkan yang pernah terjadi? Dan bagaimana kalian menyikapinya?

*) Featured image via Rosie Hardy


Tags: , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


2 Responses

  1. Rach Alida – Wah, harus dikelola ya agar nggak jadi stres berkepanjangan. Efeknya nggak baik buat tubuh 🙂