Cara Menulis Cerita untuk Pemula


 blog sittakarina - cara menulis cerita untuk pemula

Ting! Setelah menonton film favorit di bioskop, tiba-tiba ide cerita baru muncul di kepala. Rasanya tak sabar untuk segera menyusun kisah ini karena kita tengah berada di puncak semangat. Inspirasi begitu deras mengaliri kepala dan hati. Tapi, begitu buka laptop, kok malah mendadak blank? Tidak tahu mau menulis apa?

Bagi calon penulis atau pemula, hal seperti itu sering kali bikin frustrasi. Padahal, menulis cerita bisa dimulai dengan tema sederhana, cara sederhana, serta jumlah halaman yang sedikit. Seiring perkembangan latihan menulis, jumlah halaman dan kompleksitas cerita dapat kita kembangkan. But, hey, there’s always a first for everything, right?

Oleh karena itu, bagi kamu yang baru pertama kali ingin membuat cerita, berikut ini adalah 4 tips yang bisa menjadi pegangan untuk memulainya tanpa ribet, tanpa bikin stres.

1. Memastikan ide cukup solid untuk dikembangkan menjadi sebuah cerita
Sering kali kita kepingin menulis lantaran terbawa suasana. Iya, terbawa suasana setelah menyaksikan film atau membaca buku yang bikin “baper” alias amat berkesan 😄 Perasaan nyaman dan terinspirasi inilah yang mendorong kita untuk segera berkarya, lepas dari ide tersebut solid atau tidak untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah cerita utuh.

Nah, dari beragam ide yang muncul di kepala, challenge calon ide tersebut, apakah sesuai dengan kriteria-kriteria ini.

2. Tentukan tujuan si tokoh utama
Selain muncul ide, biasanya kita juga langsung tahu siapa tokoh utama dari cerita yang akan kita garap. Pastikan kita tidak hanya mengenal bagian luar dari si tokoh tersebut (nama, latar belakang, karakteristik fisik), tetapi juga mengetahui bagian dalamnya, seperti tujuan dan sifat-sifat utama si tokoh. Setelah calon ide terpilih berhasil kita tentukan, berikutnya adalah merumuskan tujuan utama yang ingin dicapai si tokoh protagonis. Ini penting dilakukan agar konflik menggigit dan tidak mudah ditebak, serta kita pun mampu menciptakan tokoh berkesan di mata pembaca.

Tanpa tujuan yang jelas, perjalanan tokoh utama dalam sebuah cerita jadi bertele-tele, tanpa juntrungan yang jelas. Hal kayak begini otomatis bikin cerita yang kita buat juga menjadi bertele-tele dan membosankan.

Baca juga: 6 Font Keren dan Gratis untuk Naskah Ceritamu

3. Buat plot besar “Awal, Tengah, Akhir”
“Kak Sitta, bagaimana sih caranya biar lancar menuliskan cerita bab demi bab? Susah banget, deh. Padahal sebelumnya udah bikin premis, lho.”

Saya kerap mendapatkan pertanyaan di atas dari pembaca maupun calon penulis 😊 Dan resep lancar proses kreatifnya adalah dengan membuat plot besar “Awal, Tengah, Akhir” (peta cerita) sebelum mulai menulis cerita. Lalu, terus melakukan pembaruan adegan-adegan yang menjadi titik berat seiring rampungnya tiap bab. Dengan begini, kita terus mencicil pekerjaan yang ceritanya sendiri sudah kita ketahui garis besar kejadiannya dari awal sampai dengan akhir.

4. Mulai menulis
Uraikan ketiga bagian plot besar tersebut menjadi garis besar bab demi bab, lalu susun cerita hingga selesai. Bagaimana cara kita mengetahui sebuah cerita sudah selesai? Yaitu dengan memastikan si tokoh protagonis pada akhirnya berhasil mencapai tujuannya.

Selain itu, jangan lupa tentukan deadline cerita dan jadwalkan aktivitas menulis yang cukup sering. Tiap hari selama 30 menit jauh lebih baik daripada 2 jam namun satu kali dalam seminggu. Latih juga diri agar mampu menulis secara produktif.

Setelah draf pertama selesai, beri ruang untuk dirimu, juga naskahmu. Periksa kembali naskah setidaknya dua minggu kemudian agar ketika kembali melihat naskah, mata dan hati akan jeli saat memeriksanya kembali. Sementara itu, kamu bisa coba buat beberapa judul dan pilih satu judul yang paling catchy untuk ceritamu.

Feature image via i_am_lisat


Tags:


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


6 Responses

  1. Saya seneng banget menulis cerita. cuma permasalahan yang sering saya hadapi adalah bagai mana cara memulainya.. Panduan yang mimin tulis di artikel ini bisa membantu saya. Terimakasih banyak ya 😀

  2. Tri Agus Kristatik

    I really really want to write like you!