Gain Moment Campaign – Blogging for Moms


Gainmoment-1

Keris dibentuk ketika masih merah…

A true fun experience with few moms I had in Gain Moment Campaign – Blogging for Moms workshop with Abbott Gain and Tabloid Nakita, Saturday Oct 5, 2010 at Es Teler 77 Kebayoran Baru.

Selama menjadi ibu dari Harsya dan Nara, baru kali ini ada yang nawarin jadi mentor untuk writing workshop khusus para ibu–orang-orang yang memiliki kegiatan hari-hari yang sama dengan saya. Temanya pun penting, tentang early child development moments alias golden age moments. Dimana dalam workshop dan diskusi kali ini, kita membahas bahwa di masa emas anak (biasanya usia 1-3 tahun), perkembangan otak yang sangat pesat juga harus didukung oleh asupan nutrisi yang memadai serta perhatian dan kasih sayang orang tua yang optimal (jujur, di zaman serba cepat dan serba digital, ini susah!).

Masa golden age anak hanya terjadi sekali di dalam kehidupannya–kehidupan kita juga. Saat inilah otak anak ibarat spons, yang akan menyerap segala informasi dan ilmu dari sekitarnya, ajaran budi pekerti, ssampai pengaruh-pengaruh yang kurang baik sekalipun.

Saya jadi teringat ucapan almarhum Ayah,”Keris dibentuk ketika masih merah.” Ketika masih sangat panas. Ini analogi Ayah untuk “anak dibentuk dan diarahkan justru sejak usia dini, bukan tunggu ia besar”. Bahkan ada psikolog asal AS (namanya lupa), yang mengatakan bahwa usia 0-5 tahun adalah masa pendisiplinan, jadi salah banget kalau di rentang usia ini orang tua malah memposisikan dirinya sebagai “teman”, bukannya “guru” bagi anak.

Saya pribadi merasa Indonesia di masa mendatang akan menjadi tanggung jawab anak-anak kita sekarang. IMO, mau jadi kayak apa Indonesia nanti, ya tergantung mau seperti apa kita “mencetak” anak-anak kita 🙂

Nah, apa saja yang bisa kita lakukan untuk stimuli di masa golden age (untuk anak sendiri atau mungkin keponakan)?

1. Berikan pengalaman di alam terbuka
2. Anak juga belajar dengan mengamati dan meniru orang tuanya
3. Jangan berikan target, namun hargai anak atas usahanya
4. Pujilah mereka atas usahanya
5. Berikan mainan yang bermanfaat bagi perkembangan ketrampilan anak seusia mereka
6. Dukung mereka untuk terus berprestasi dan berbuat kebaikan dalam kehidupannya

Merumuskannya memang mudah, tapi ketika saya berhadapan langsung dengan anak-anak yang lincah, badung, dan banyak akal (saat ini Harsya, sebentar lagi mungkin Nara menyusul), duh, siap-siap taro es batu di kepala deh :-p


Tags: , , , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>