Gimana Biar Badan Nggak Gemuk?


blog.sittakarina.com_gimana-biar-nggak-gemuk

Menjaga berat badan ideal jadi semakin menantang seiring bertambahnya usia. Coba lihat sekeliling kita, lebih banyak orang yang badannya gemuk atau slim? Kalau di sekeliling saya lebih banyak yang pertama. Ini terutama karena sebagian besar dari mereka sudah melewati proses hamil dan melahirkan. Pernah merasakan berat badannya naik 10-20 kg saat hamil! Kalau sudah begini effort nurunin berat badannya lagi cukup “berdarah-darah”, walau akan terbantu jika si ibu menyusui ASI secara ekslusif.

Nah, bagaimana dengan mereka yang masih lajang atau yang belum memiliki anak? Ternyata nggak jauh berbeda. Gaya hidup sedentary (lebih sering duduk dan kurang gerak) menjadi penyumbang terbesar tubuh jadi gemuk.  Sedihnya lagi, beberapa orang yang saya kenal memakai cara instan untuk melangsingkan badan, yaitu dengan minum obat-obatan yang bahkan tidak ada cap BPOM-nya, serta melakukan diet ketat yang berujung malnutrisi dan penyakit keras.

Menjaga badan biar nggak gemuk memang bukan hal mudah. Been there, done that! Melakukannya bisa dibilang susah setengah mati, butuh ketekunan, juga niat kuat. Ya, niat untuk memelihara tubuh dari luar maupun dalam. Caranya? Focus on what you eat and how you exercise!

 

WHAT YOU EAT

– Makanlah saat lapar, tapi pilih jenis makanannya dan perhatikan porsinya. Lapar yang dirasa skalanya hanya 30%, ternyata cukup diganjel dengan sebutir apel. Dengan begini, nggak perlu nyamber 2 slice pizza ‘kan?

– Lapar adalah sinyal tubuh, jadi jangan diabaikan. Tahu kan bahwa sering menahan lapar dapat merusak organ tubuh yang akhirnya menyebabkan berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, stroke, dan diabetes? Namun, sebelumnya kita harus pastikan tubuh dalam kondisi terhidrasi alias cukup cairan. Kadang, sinyal lapar yang kita terima sebenarnya adalah tanda bahwa kita haus, yang berarti sebenarnya tubuh kurang cairan. Jadi, solusi pertamanya adalah minum air putih secukupnya dulu.

– Tidur malam hari pada waktunya. Begadang? Big no-no! Semakin malam kita tidur, semakin banyak energi ekstra yang dibutuhkan tubuh untuk mampu fokus dan terjaga. Nggak heran kan kita sering kelaparan di malam hari. Dan 24 hour food delivery call bukan solusinya ya 🙂

– Lapar? Usahakan selalu ada buah di sekitarmu. Saat sedang hectic, 2 jam setelah makan siang kok sudah lapar lagi ya? Wajar kok. Supplai kulkas dengan buah yang gampang dicomot kapan pun kamu merasa lapar. Apel, pir, mangga, jambu, pisang, atau semangka. Bosan dengan buah-buahan? Bikin salad sendiri dengan dressing dari madu atau olive oil secukupnya.

– Burger, cake, dan junk food lainnya? Sesekali boleh dong. Yup, tapi benar-benar cuma 1x dalam sehari dan dalam porsi kecil. Lagipula kasihan tubuh kan kalau kebanyakan diisi “makanan sampah” 🙂

 

HOW YOU EXERCISE

– Selingi olahraga dengan interval training. Jangan cardio konvensional melulu seperti lari, renang, dan bersepeda. Interval training—apalagi yang “garis keras” seperti HIIT (High Intensity Interval Training)—bisa meningkatkan metabolisme karena tubuh harus menyesuaikan diri dengan ritme workout-istirahat dengan selang waktu sangat pendek. Hal itulah yang bikin tubuh jadi membakar lemak (tidak hanya kalori) lebih banyak. Bayangkan ini:

20 detik sprint
10 detik istirahat
20 detik squat jump
10 detik istirahat
20 detik side crunches
10 detik istirahat
20 detik push up
10 detik istirahat… dan begitu terus selama 15 menit. Seru banget kan! 😀

– Ingin bisa tekan napsu makan atau kurangi stres? Yoga jawabannya. Kalau kamu bingung bagaimana memulainya, bisa datang ke kelas-kelas yoga yang sekarang jumlahnya kian banyak. Atau bisa juga lihat video Yoga ini dan latihan sendiri di rumah.

– Latihan beban secara tepat—dan cukup dilakukan di rumah. Nah, banyak yang merasa ini hanya untuk cowok. Padahal cewek nggak sekadar butuh tampil slim aja tapi juga well-toned (bukan bulky ya). Dan ternyata Mike Chang pernah bilang bahwa beban terbaik untuk latihan beban adalah dengan menggunakan beban tubuh kita sendiri (nggak perlu ke gym atau beli peralatan lain!), misalnya melakukan push-up. Senang rasanya saya sekarang sudah kian terbiasa melakukan latihan satu ini.

– Dan, yang terpenting: lakukan olahraga setidaknya 4x dalam seminggu, min. 30 menit tiap sesi. No excuse for this one. Jangan tunggu ada waktu luang. Yuk, coba luangkan waktu untuk bergerak aktif. Kalau belum bisa 30 menit, 15 menit lari naik-turun tangga pasti bisa dong 😉

Susah? Pasti. Tapi, nggak mustahil untuk dilakukan karena saya sendiri pernah menjalaninya. Waktu hamil Nara, berat saya naik 18,5 kg dan kini setelah 2 tahun bisa kembali ke angka 49 kg (atau kira-kira turun 15,5 kg). Lumayanlah… walau itu belum mencapai berat semula sebelum hamil. Yang juga nggak kalah pentingnya: don’t forget to celebrate and enjoy life as well.

Bagaimana dengan upayamu untuk menurunkan berat badan atau menjaga tubuh tetap ramping? Apakah pernah menempuh “jalur nekat” yang belum terbukti keamanannya demi tidak menjadi gemuk lagi?

*) Featured image via Popsugar


Tags: , , , , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


4 Responses

  1. Dwi

    wah meskipun sebenernya saya mau naikin berat badan, begadang emng ga baik ya baik buat yg mau nuruni atau naikin. Olahraga juga bagus ya mba, saya emang ga yoga tapi tiap hari saya malah joget joget buat ngeluarin keringat 😀