Manfaat Role Play Bagi Anak-Anak


IMG_1374

Saat anak-anak bermain role play, ternyata mereka juga sedang belajar. Yuk, kenali jenis permainan satu dan apa saja manfaat di baliknya.

Baru-baru ini ada temen yang curhat. Dia merasa khawatir anak perempuannya  doyan ngomong sendiri pas main sama bonekanya. Setelah dengerin cerita lengkapnya, saya hanya tersenyum dan bilang,”It really is okay! Itu namanya role play. Bermain peran gitu. Kalo anak cewek mungkin sukanya main papa-mama dan rumah-rumahan. Anak-anak gue di rumah suka mulai dari buka restoran sampai punya bengkel mobil. Dan bener banget… sambil main, mereka ngoceh sendiri!” 🙂 🙂

Beberapa ortu khawatir dan menganggap nggak normal anak yang suka berbicara sendiri saat bermain. Padahal, dengan bermain peran, baik itu sendirian maupun bersama anak-anak lain, si kecil sebenarnya tengah melatih daya imajinasi serta daya ingatnya akan hal-hal yang pernah ia lihat, dengar dan rasakan sebelumnya. Harsya dan Nara senang menjadi chef dan buka restoran karena mereka kerap melihat saya memasak di dapur. Mereka juga suka bermain mobil-mobilan (mereka bahkan tahu Pagani Huayra dan Marussia!) karena ayahnya doyan otomotif.

Role play atau pretend play ini bisa juga disesuaikan dengan kondisi saat anak-anak bermain. Misalnya, saat musim hujan seperti sekarang, saya biasanya ikut menanyakan ke Harsya,”Mas, udah musim hujan lagi nih. Ban si Lamborghini masih aman, atau udah perlu diganti? Toko bannya ada di sebelah mana?”. Setelah itu, Harsya berbagi peran dengan Nara, dengan anak-anak tetangga yang akhirnya ikut gabung juga.

Nggak cuma bagus untuk mengasah daya imajinasi dan kreativitas, berdasarkan pengamatan saya sejak pertama kalinya Harsya mulai bermain peran (kira-kira saat usianya 3 tahun), role play ternyata juga memberikan banyak manfaat bagi si anak karena tanpa disadari, mereka sebenarnya sedang belajar sambil bermain.

Beberapa manfaat lain dari bermain peran yang saya lihat selama ini adalah:

  1. Mengembangkan kemampuan berbahasa.  Dengan “mengoceh” selama bermain, kosa kata anak makin banyak. Pelafalan kata pun jadi makin sempurna.
  2. Menumbuhkan daya nalar. Bermain peran bikin anak berpikir adegan demi adegan yang akan ia lakoni, kata demi kata yang ia ucapkan. Dengan bertambahnya usia—dan rangsangan (salah satunya, ortu sering ajak anak mengobrol & berdiskusi), anak juga akan belajar: apakah suatu adegan/kejadian/sebab-akibat masuk akal atau tidak.
  3. Melatih kecakapan sosial. Bermain peran, terutama saat dilakukan bersama teman-teman, melatih anak untuk berbagi, berempati, bersikap sabar, antre / saling bergantian, dan mendengar maupun mengemukakan pendapat.
  4. Meningkatkan rasa percaya diri. Apabila kita mengakui dan mendukung secara positif saat anak memutuskan sesuatu, menjadi seseorang ketika role play, harga diri dan rasa percaya diri anak pun akan terbentuk.

Ada lagi manfaat yang belum saya sebutkan di atas, please do share in the comment section 🙂

*) Featured image: Sitta Karina


Tags: , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


6 Responses

  1. Joana – Bisa, terutama jika mereka melihat itu jika dalam kehidupan sehari-hari, bahwa dokter mereka bersikap lembut dan sabar saat memeriksa mereka 🙂

  2. Joana

    kalau dgn ank2 role play gini bisa meningkatkan tingkat empati mereka gak sih? misalkan saat mereka bermain dokter-dokteran gitu

  3. Indah – Bisa terlibat, bisa tidak. Yang penting, sebaiknya anak yang “drive” aktivitas 😉

  4. Indah

    Anakku jg suka role play, mbak. baiknya orgtua terlibat ga ya?

  5. Elia Muhsin

    Sitta, bikin lbh banyakk lg dong artikel parenting kyk begini nih.. buat newbie mom like me berguna bgt. suka sama yg ini. keep it up !!