Matah Ati, Cinta dan Perjuangan Klasik di Tanah Jawa


Poster-matah-ati

People without the knowledge of their past history, origin and culture is like a tree without roots. – Marcus Garvey

Pentas tari Matah Ati berhasil memukau Singapura; 2 hari pertujukan di Teater Esplanade tiketnya sold out semua! Kini pagelaran agung yang digarap secara modern ini kembali ke tanah airnya. ‘Matah Ati’ akan pentas di Taman Ismail Marzuki 13-16 Mei 2011. Whew, finally!
Sejak kecil saya terbiasa dengan kisah-kisah Jawa yang sering diceritakan Ibu (yang orang Surakarta/Solo) dan Nenek (yang ada darah Jogjanya). Ketika selama ini orang hanya mengenal Kartini sebagai pejuang wanita, saya merasa perjuangan Rubiyah layak dibagi dan dikenal generasi masa kini juga.  

Matah Ati adalah sebuah kisah perjalanan dan perjuangan cinta yang terjadi di Jawa pada abad ke-18 tentang gadis desa bernama Rubiyah. Beliau kemudian menjadi bagian dalam masa perjuangan Raden Mas Said melawan penjajahan Belanda di tanah Jawa dimana ia menarik perhatian seorang ksatria ningrat Jawa yaitu Raden Mas Said yang juga dikenal Pangeran Sambernyowo yang kemudian jatuh cinta kepadanya. 

Hingga 16 tahun peperangan dan pemberontakan usai dengan kekalahan lawan, maka jadilah Raden Mas Said menjadi Raja bergelar Mangkunegara 1 dan Rubiyah menjadi istri dengan nama RAY KUSUMA MATAH ATI karena lahir di desa Matah dan bisa juga diartikan ‘Melayani hati sang pangeran’, melalui beliaulah turun generasi raja-raja Mangkunegaran.

Sendratari ini murni kisah cinta. Apabila kita pernah melihat pertunjukan teater interasional seperti The Sound of Music maupun Macbeth, maka dengan bangga saya mengatakan bahwa Matah Ati adalah satu yang tak boleh terlewatkan!

Selamat hanyut dalam kisah cinta Rubiyah dan Raden Mas Said. Rubiyah is sure a noble fighter 😉

 

PICTURE & VIDEO : MATAH ATI OFFICIAL PRESS RELEASE


Tags: , , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>