My #Momazing Moment: Bangga Diingatkan Oleh Si Kecil


blog.sittakarina.com_My #Momazing Moment: Bangga Diingatkan Oleh Si Kecil

Setiap ibu pasti memiliki #Momazing moment versi dirinya. Momen ketika si kecil mampu mencapai sesuatu yang baik dan hebat dalam proses tumbuh-kembang mereka.

“Anak sekarang kritis-kritis banget deh!”

Suatu saat saya mendengar teman berkomentar begitu saat kita sedang menyeruput latte. Dan saya seratus persen setuju dengannya.

Tidak usah menunggu kedua bocah ini menginjak 10 tahun dan sudah terbiasa berdebat di sekolah, Harsya (6,5) selalu bertanya tentang segala hal dan ketika jawaban ayah dan ibunya kurang memuaskan baginya, ia akan terus men-challenge itu.

Terkesan pembangkang?

Sama sekali tidak. Terutama di keluarga kecil kami yang memang apa-apa selalu didiskusikan.

Ya, kata kuncinya adalah diskusi. Anak dan orangtua bebas berbicara, berpendapat apa saja, selama dengan cara baik. Menghargai yang lainnya. Lain Harsya, lain pula Nara (4,5). Bagi saya, berhadapan dengan si kecil Nara ibarat berhadapan sama diri sendiri. Temper kami berdua sama kerasnya. Dan selain gampang naik pitam, di saat sedang kelelahan mengurus mereka sambil bekerja di rumah, kesabaran pun jadi gampang habis. Dari yang tadinya bisa bernegosiasi dengan lembut dan santun, buntut-buntutnya saya pun berubah jadi monster yang tak sungkan membentak si adik:

Saya: Nara, mainnya sudah cukup ya. Nara harus segera bobo supaya besok bangunnya enak. Tidurnya nggak kurang.

Nara (sedang menyusun kepingan Lego): Sebentar, Bu.

Saya: Nara… ayo dong.

Nara: (diam saja, tampak serius meneruskan kegiatan membuat rumah dari balok Lego).

Saya (membentak): Nara dengar Ibu nggak sih? Kalau begitu, semua Lego-nya Ibu simpen dulu! Nara (membentak balik): Aku masih mau main!

Saya: Tapi, sekarang waktunya bobo, Nak. Nara tau ‘kan kalau kurang tidur, besok paginya seperti apa.

Nara: Jadi ngantuk. Tapi, Adek masih mau main. Dan Adek nggak suka ih kalo Ibu marah-marah. Ibu sering bilang, “Adek ayo sabar”. Tapi, Ibu sendiri nggak sabar dan malah cepet marah. Ibu harusnya sabar biar Adek nggak sedih. Biar Adek bisa belajar sabar juga.

Wow… sampai kini saya masih speechless kala mengingat itu. Saya ditegur—diingatkan oleh si bungsu dengan kata-kata yang begitu sederhana namun “kena” banget. Momen itu—pinjem istilah dari Scott’s Indonesia—ibaratnya #Momazing abis! Sebuah momen pencapaian anak saya untuk pertama kalinya menjadi sosok yang lebih baik, bahkan dari ibunya sendiri. A special moment for me as, a mom, when my kids do something that makes me feel amazing.

Gara-gara “ditegur” Nara, saya jadi terinspirasi untuk menulis cuplikan kisah kami itu buat ikutan #Momazing Contest-nya Scott’s Indonesia. Apalagi caranya simpel banget; tinggal like Facebook fanpage-nya, terus submit deh cerita pendek 500 karakter momazing moment kita plus foto atau video 1 menitnya. Denger-denger nih, biar bisa menang,  cerita tersebut harus dipaparkan secara kreatif dan memperlihatkan emotional bond antara si ibu dan anak. Dan nantinya seluruh 20 best moments terpilih dan 1 pemenang utama akan mendapatkan hadiah dengan total lebih dari Rp 40,000,000. Sounds super-awesome!

Sharing is caring! Dengan ikutan ini, kita jadi bisa berbagi momen-momen inspiring sebagai ibu dengan para ibu lainnya. Nggak bisa nulis? No worries. Ceritanya cuma sepanjang update status kita di Path atau Facebook 😉


Tags: , , , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


One Response

  1. Speechless kalau anak mengembalikan omongan ke kita. Saya sering punya pengalaman serupa. Nice story.