Nara #Hanafiah says “Hi!”


nara-postcard-scaled500

Ada di mana Nara saat ini?

Jawabannya banyak dan pasti beragam.

Seorang teman—sosok yang bisa dikatakan pernah beberapa kali hadir dalam kehidupan Hanafiah yakin melihat Nara di sini:

SPOTTED

A certain #Hanafiah bad boy riding on a cheesy ferris wheel—of course not alone, with an Adriana Lima-kind-of brunette to be exact—all smiling like there’s no tomorrow.

Looks like someone found Coney Island Amusement Park to be more amusing than the St. Barts.

 

WHAT HE DID BEFORE

“Halo, Fey.” Ketika mereka berhadapan, laki-laki tegap, lebih atletis dari Diaz tersebut menyapa singkat dalam suara santai, tanpa senyuman.

“Hei…” Fey bangkit dari duduknya, sesaat merasa seperti fresh graduate yang tengah menjalani sesi wawancara kerja. Tegang dan rikuh pada waktu bersamaan. Insting di pusat nuraninya mengatakan ini tidak benar; bahwa bertemu Nara Hanafiah tanpa sepengetahuan Diaz si sobat adalah sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan.

“Gue udah lihat pas masuk Karlü tadi. They’re inseparable,” Nara berkata seraya tersenyum. Suaranya lebih akrab, bikin sosoknya tak lagi terlihat garang. “Cute. Tapi, itu bukan selera Diaz.”

Kening Fey spontan mengerut, tidak suka dengan penilaian Nara yang dirasanya terlontar terlalu cepat. Jelas-jelas ia muncul di sini bukan untuk mendengar ucapan seenak jidat itu seakan-akan Sisy barang.

Tapi, ia kukuhkan kembali niatan awalnya tatkala teringat berita yang muncul di The Telegraph dan New York Times pada waktu bersamaan dan serentak hilang tiga hari kemudian. Tak terdeteksi mesin pencari manapun di Internet.

Kata kunci dari kedua berita itu hanya dua: yang pertama adalah Sword’s Tears, satunya lagi—yang menyentil rasa penasaran Fey—Nara Hanafiah.

Hanafiah yang sama seperti nama belakang si sobat yang sama-sama bermukim di Bintaro Lakeside.

“Tidak menurut Diaz. Seperti yang elo katakan tadi, they’re inseparable.” Fey masih bersikukuh dengan pendapatnya.

“Diaz nggak bisa dilepas begitu aja soal beginian,” Nara tampak gusar. “Dia bego soal cewek—apalagi cinta.”

 

FOLLOW NARA AND OTHER HANAFIAH COUSINS IN

Lukisan Hujan
Dunia Mara

Ikuti kisah Hanafiah mulai dari awal.

Sejak pertama kali salah satu sepupu ini ada yang berulah.

Siapa?

Kapan?

Dan, apa yang sebenarnya terjadi di balik semua ini?

It’s gonna be total fun!


Tags: , , , , , , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


12 Responses

  1. Deatri

    Kalau Nara memang gak pernah jadi main character dalam salah satu serial hanafiah.. I think you should do one. I mean mestinya memang ada *huhu*

    But I really really really love the stories! Serial Hanafiah paling favorit, pokoknya. Meskipun aku juga pernah baca Aerial, andddd I love it too! tapi tetep paling jatuh cinta sama Hanafiah.

    Sekarang Lukisan Hujan dan Imaji Terindah berhasil masuk rak buku, dan aku gak sabar nunggu rilis serial hanafiah yang lainnya.
    Aku harap memang bakalan di rilis satu per satu, semuanya.
    I’m just another big fan of Hanafiahs. Thanks to you mbak udah bawa mereka ke dunia remaja kita. All the love ♥

  2. Inka sarina melayu

    Kaaaak.. Kangen Nara. Ngga sabar nunggu cerita nya Nara sendiri. Hehehe.

  3. @Mutiara – Hahaha serial Hanafiah yang sekarang saja belum selesai digarap ulang. Tapi, terima kasih sarannya ya. Kenapa Lukisan Hujan dirilis ulang? Hmm, maksud kamu, kenapa isi Lukisan Hujan direvisi ya? Karena saya tidak puas dengan plot dan minimnya editing pada edisi sebelumnya. Jadi, Lukisan Hujan edisi baru sebenarnya merupakan perbaikan yang tertunda.

  4. Mutiara Suharoyo

    Mbak Sitta Karina, buaat lg dong edisi udah pada nikah. Austin-Romy, Inez-Niki, dan yang paling penasaran Bianca-Sora. Sedikit penasaran, kenapa remake Lukisan Hujan. Semoga selalu sukses 🙂

  5. Difa

    Kak aku suka semua novel kakak terutama cerita hanafiah tp menurutku kak sitta ga perlu mengedit ulang buku2 kakak. Krn terlalu lama dan buku2 kakak sudah bagus sehingga tidak perlu edit ulang sebelum dicetak ulang. Saran ku sih kak lebih baik diteruskan cerita2 lainnya drpd mengedit ulang setiap bukunya. Krn menurut ku prmbaca2 lama kakak seperti aku mau tidak mau hrs membeli semua buku kakak dr awal lagi dan menunggu lbh lama lg untuk buku kakak yg baru selanjutnya.

  6. nadia

    Kak, bikin buku yang nara/reno tobat dong…

  7. i am one of your admirer about your writing ka sitta 🙂 please do continue the story about hanafiah ..i’m dying 😀

  8. Nabiilah Ardini

    waah!! aku rindu nara deh.. jadi pingin baca buku kak sitta lagi! ^^