#POPWRITING: The Untold Lesson (Part 1)


Popwriting

Maksudnya apa ya? ‘Kan seminar #PopWriting sudah selesai.

Yep, seminarnya memang sudah selesai dan saat itu saya nggak bisa hadir karena sakit DBD 🙁 … jadi beberapa hal jadi tidak tersampaikan ke kalian. Nah, Untold Lesson ini adalah isi “cuap-cuap” yang seharusnya saya bawakan ketika menjadi pembicara di seminar.

But, nah.. nevermind.

Yang penting ilmunya bisa nyampe dengan cara apa pun, kan? Jadi kalau tertarik baca, please scroll down 😉  

 

1. Ada tiga quote yang penting kalian ingat ketika menulis:

— Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life. —Confucius

— Creativity comes from a disciplined mind. @NajelaaShihab

— Jgn bermimpi jadi penullis fiksi kalau memiliki pikiran yg tertutup. Sebab, pikiran terbuka adalah cikal bakal imajinasi. —@Clara_Ng

2. Berpikiran terbuka (being open-minded) itu apa sih? Dengan cara “serap dan saring” terhadap segala kejadian baik dan buruk di sekitar kita, bukannya dengan “bersikap skeptis dan menentang”. Seorang penulis selalu melihat sesuatu dari banyak sisi.

3. Kenapa sih ide dan inspirasi susah banget munculnya? Nah, ini juga dialami oleh sebagian besar penulis. Premis sudah, kerangka/plot cerita sudah, penokohan sudah.. tapi apa lagi yang mau ditulis nih? Inspirasi biasanya muncul saat:

— Sudah mepet dengan deadline

— Hati dan pikiran terbuka, serta kondisi tubuh sehat

Saya lebih suka yang kedua, karena itu berarti ide dan inspirasi akan muncul lebih sering. Maka itu saya memilih jadi penulis yang nggak begadang, nggak merokok, dan rajin jogging (walau kadang hanya sempat 15 menit saja). Errr, but I still like coffee as companion.

4. Unsur pop culture hanya pelengkap. Sisanya adalah kompetensi kamu: kemampuan menulis dan kelihaian bercerita. Jadi, teruslah asah kedua hal itu dengan rajin menulis dan juga membaca. Membaca banyak buku membuat kamu bisa “mencuri” ilmu bercerita dari penulis lain.

5. Memangnya bisa ya ide sesimpel itu dikembangkan jadi cerita bagus? Bisa dong! Sebelum menulis Twilight, Stephenie Meyer selalu membayangkan tentang anak laki-laki yang tubuhnya jadi berkilauan ketika tertimpa sinar matahari. Familiar with that? Yes, that’s the very basic idea of Twilight saga.

6. Haruskah saya membuat pohon ide seperti yang Kak Sitta buat? Ide memang harus segera ditulis biar nggak lupa. Mau bentuknya pohon atau corat-coret kasar saja,  itu terserah kamu.

7. Bagaimana kita tahu kalau that idea is “the one”? Simpel saja, kalau kita tidak bisa melepaskan ide itu dari pikiran kita sampai berhari-hari dan kita selalu excited saat membayangkannya, maka ya.. that idea of yours is the one!

8. Masih bingung seperti apa itu novel dengan genre bildungsroman (bercerita tentang masa transisi menjadi pribadi yang lebih dewasa), coba baca karya-karyanya Wendy Mass dan novel saya, Kencana. Salah satu cara membuat karya fiksi dengan genre ini adalah kita bisa mengambil idenya dari proses pendewasaan yang kita alami sendiri.

9. Alur dan plot ternyata berbeda ya? Betul! Plot adalah rangkaian kejadian dalam cerita yang membuat cerita berjalan dari awal sampai akhir. Sedangkan alur merupakan urutan penyajian plot sebuah cerita. Alur yang umum digunakan dalam bercerita adalah:

— Alur maju: A – B – C – D – E – F – G – H

— Alur mundur: H – G – F – E – D – C – B – A

— Alur campuran: A – B – F – E – D – C – G – H

10. Pentingkah sebuah nama dalam cerita? Penting! Terutama nama untuk tokoh utama cerita. Pernahkah kamu memilih nama tokoh ceritamu dengan sembarangan? Tentu tidak kan? Untuk karya yang lebih panjang seperti novel, nama lengkap tokoh memiliki peranan penting karena itu menunjukkan asal-usul dan latar belakang tokoh, serta menjadikan tokoh itu sebagai “seseorang yang hidup”.

Sementara pembahasannya sampai di sini dulu ya. Bagian keduanya akan saya lanjutkan setelah keluar dari rumah sakit 😉

Dan untuk versi lebih lengkap, tunggu modul #PopWriting “Penjelasan Menulis Fiksi” dan “Serba-Serbi Menulis Fiksi” yang akan dikirim @TerrantBooks kepada kalian para peserta seminar. Mohon maaf atas segala kekurangan yang ada pada saat pelaksanaannya.

And for now, unleash your creativity!


Gambar: koleksi pribadi


Tags: , , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>