Quick Q&A Session on Teenlit Writing


blog.sittakarina.com_teenlit-writing

Menulis teenlit susah? Pelajari tips ini agar mudah memulainya.

Nah, soal Q&A menulis cerita teenlit sebelumnya, mohon maaf ya saya butuh waktu yang cukup lama untuk menjawab pertanyaan kalian. Belakangan ini Nara dan Harsya bolak-balik batuk-pilek, ditambah sayanya keasyikan membangun karakter dan chemistry antara Chiko Hanafiah dan Seira pada novella Magical Seira: Sand Castle (iya, biar novella-nya cepet rilis kan 🙂 ).

So here you go—apa sih kesulitan utama kalian saat #nuliscerita #teenlit:

Q: @meutiaoctavia >> susah nyari kata2 yg bener2 pas untuk mendeskripsikan suatu momen #NulisCerita #teenlit

A: Cara latihannya adalah dengan sering-sering mendeskripsikan perasaanmu saat menjalani suatu kejadian (senang, sedih, tertekan, deg-degan) lalu tuang dalam sebentuk kalimat.

Q: @geeshaa >>  kak apa tipsnya bikin paragraf 1 bab 1 biar menarik sebagai opening dan ga cliché? 🙂 #nuliscerita #teenlit

A: Langsung masuk pada masalah atau potensi masalah pada cerita. Contoh: daripada awali cerita dengan “Pada suatu hari…”, coba dengan “Alana tahu akhir hidupnya akan jadi kenyataan apabila ia mengucapkan kalimat itu.”

Q: @shinacamui >>  cara jaga mood biar tetep konsisten nulis kak? Mood cewek naik turun kyk jetcoaster #nuliscerita #teenlit

A: Latih diri saat hadapi masalah. Mood terpengaruh dengan bagaimana cara kita berhadapan dengan masalah dan tantangan. Jangan paksa diri. Pelan-pelan saja. Cari tahu bagaimana cara bikin diri kita nyaman dan tenang dulu. Dengan begitu mood untuk menulis tidak amburadul. Mood oke, inspirasi pun mengalir deras.

Q: @Tiffany_Yenz >> Kesulitannya itu , pada saat awal membuat cerita , atau apa topik cerita yg akan di tulis , jadi sebaiknya gmn ya?

A: Sebelum menulis cerita, tentunya harus punya ide solid yang siap dikembangkan. Setelah tahu ide, lakukan kegiatan pra-menulis seperti menyusun premis, plot, karakter, latar, dll. Kalau tidak punya ide, tidak tahu ingin menulis apa, berarti jangan menulis dulu.

Q: ‏@syirala >> waktu mikirin jalan ceritanya gampang, tapi pas ditulisan itu susah banget, kayaknya gak pas gitu. #nuliscerita #teenlit

A: Untuk mempermudah, buat kerangka cerita dan bagi plot dalam beberapa intisari bab dari awal sampai akhir. Setelah itu baru kembangkan intisari tiap bab menjadi sebuah cerita utuh.

Q: @icasauma >>  kesusahannya di saat penulisan percakapan. Bingung bikin percakapan yg pas dan yg ga berlebihan

A: Untuk mampu menciptakan dialog yang pas tentu harus tahu apa isi cerita sebenarnya, serta karakterisasi tiap tokoh dan perannya masing-masing dalam cerita tersebut. Ciptakan percakapan antar tokoh sesuai fungsinya. Pastikan percakapan membuat cerita bergulir, bukannya sekadar basa-basi pemanis saja.

Q: @agastasya >> kesulitannya itu gimana ngebuat karakter yg kita buat nempel di pikiran pembacanya #NulisCerita #teenlit

A: Yang dapat seorang penulis lakukan adalah menciptakan karakter / tokoh sebaik mungkin. Kuncinya adalah karakterisasi yang kuat dan konsisten dan deskripsikan dengan jelas apa tujuan, hasrat, dan keinginan si tokoh tersebut hingga tertangkap jelas oleh pembaca hingga membuat pembaca mampu menyelami pemikiran si tokoh tersebut.

Q: @karinanastasiaa >> menurut saya yang susah pas nulis cerita itu pas researchnya, biar yang terkesan ‘supporting’ tetep tidak mengada-ada :/

A: Simpel saja, lakukan riset sebaik mungkin dari narasumber yang tepat. Apabila sulit menemukan narasumber bidang tersebut, coba lakukan riset online melalui internet, secara mendetail.

Q: @annisabalqis >>  #nuliscerita #teenlit cara “ngerem” tulisan kalo udah melenceng dari benang merahnya dan ngebalikin lagi ke awalnya?

A: Selalu lakukan kegiatan pra-menulis sebelumnya, terutama membuat plot dan kerangka karangan. Ini yang menjadi acuan; kalau sudah bertolak terlalu jauh dari inti cerita, penulis tahu bagaimana harus memperbaikinya.

*) Feature image via The Every Girl


Tags:


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


2 Responses

  1. yuli susilawati

    Assalamualaikum kak…pengen jadi penulis, tapi bingung nyalurin nya….tkut ga ke pake critanya…gmana cara hlangin perasaan kayak gitu…

  2. tipsnya membantu banget mbak, semoga saya juga bisa mengaplikasikannya dalam menulis 🙂 sebenarnya kendala terbesar saya mood. kalau udah bad mood susah balik lagi. terus yang kedua rasa malas XD /duagh
    makasih share nya ya mbak 🙂