Saya Pernah Jadi Almashira


Saya-pernah-jadi-almashira01

I remember those frozen moments. High school life.

Masa-masa itu seperti sebongkah rubik bagi orang awam. Begitu kompleks dan absurd, tapi juga menarik. Pada masa inilah saya mengenal istilah passion–“Ah, passion gue kan bukan itu!”, “Hobi ama passion emang beda ya?”, “Elo enak ya udah nemu passion elo tuh apa”.

Passion. Atas dasar inilah saya menulis Circa, saya menciptakan karakter Almashira.

Karena saya juga pernah jadi Almashira.

Walau sudah tahu kata passion, saya belum memahami benar artinya. Jadinya dulu saya hanya tahu bahwa masuk IPA tuh pintar dan keren (walau geeky), sedangkan masuk IPS… well, it looks less smart. Jadilah saya masuk IPA walau selama ini nyadar kemampuan matematis standar banget dan saya YAKIN banget kalau otak kanan dan kiri saya sebenarnya imbang. Suka matematika dan suka art sama besarnya; jadi nggak pernah 100% menguasai kedua-duanya.

Pemikiran itu tentunya salah, bahkan bisa dibilang primitif. Masuk IPA atau IPS sama-sama OK, sama-sama keren. Dan yang terpenting, apa dasarnya sih kita memilih jurusan itu? Alasannya nggak cukup dengan “Biar nanti gampang cari kerja, cari uang” lho. Your life–your days, goal, and adventure within–is not all about money. Paling enak adalah dengan bekerja sesuai dengan pilihan hati kita–passion kita–karena rasanya jadi nggak kayak kerja. Seperti yang Confucius bilang: “Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life.”

Jadi, coba gali inner-self-mu (seperti yang Almashira lakukan saat SMA). Setidaknya dengan mengetahui apa passion-mu, itu akan mempermudah kamu memilih jurusan yang kamu mampu dan tentunya, kamu suka.

Saya-pernah-jadi-almashira02

But have no worries for those who haven’t yet finding this hidden passion. Mencari passion-mu sama saja dengan menelusuri dirimu yang sesungguhnya. Just be true to yourself and listen what your heart has to say 🙂

Masa SMA nggak akan pernah mudah. Justru itu yang membuatnya berharga dan penuh kenangan. Isi masa ini seperti yang saya lakukan, seperti yang Almashira jalani. Saya tidak pernah menyesal memilih IPA, walau saya suka menulis, melukis, dan mendesain. Saya mungkin terlambat menyadari pentingnya passion ini, tidak seperti Almashira. Tapi saya bangga dan bahagia bisa hidup, berkarya, dan berkontribusi sesuai apa yang saya mampu dan saya cintai sepenuh hati.

Have a wonderful journey, guys!


Tags: , , , , , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


65 Responses

  1. Anonymous

    passion saya ada 2.psikologi dan menulis.sejak dari kelas 3 SD, saya sudah mengetahui bahwa saya ingin menjadi psikolog. di usia itu, saya sudah tertarik membaca berbagai artikel dan ulasan di majalah yang membahas permasalahan psikologis. setelah menjadi mahasiswa fakultas psikologi (dan kini sudah lulus), saya semakin merasa jatuh cinta terhadap ilmu itu, dan yakin bahwa berkecimpung di dunia psikologi adalah pekerjaan yang ingin saya lakukan dan sebuah hal yang selalu mampu membuat saya bersemangat dan rela mengerahkan semua kemampuan saya.lalu menulis.menulis bagi saya adalah suatu hal yang bersifat personal. menulis telah membantu saya untuk melewati dan memahami lebih baik beberapa masalah besar yang pernah saya hadapi, karena dengan menulis saya dapat mengeluarkan dan menata kembali semua pemikiran yang ada di kepala dengan lebih baik.saya bersyukur karena saya merasakan passion terhadap dua bidang tersebut, karena memiliki passion di dunia psikologi dan menulis telah banyak membantu saya selama ini. dengan pengetahuan yang saya miliki sebagai sarjana psikologi dan juga manusia yang telah merasakan beberapa pengalaman -yang walaupun pahit- tetapi sangat berharga, dan juga seseorang yang mempunyai gairah untuk menulis, saya dapat membagikan beberapa buah pemikiran saya kepada orang lain. saya dapat menceritakan beberapa pengalaman dan pelajaran yang telah saya lewati, sehingga (hopefully) tidak ada orang lain lagi yang perlu merasakannya.dan untuk kedepannya, saya akan terus berusaha untuk bekerja di dalam bidang yang sesuai dengan passion saya. karena tidak ada orang yang lebih beruntung, dibandingkan orang-orang yang memilki gairah dalam pekerjaannya dan mencintai apa yang ia lakukan.cheers! 🙂

  2. Claudia Stacey

    Passionku, hmmm.. Kalau aku sih terbiasa dengan mencatat goal-goal jangka pendek. Misalnya waktu SMP kelas 1, aku berharap ikut lomba mading se-Jawa Timur dan aku berhasil mewakili sekolah waktu kelas 2 (walaupun kalah). Di kelas 2 aku berharap jadi pemimpin redaksi majalah sekolah, dan Praise God i’ve passed it. Kelas 3, aku ingin ikut mading lagi (kali ini menang) dan jadi ketua panitia buku kenangan dan lagi-lagi Tuhan amat sangat baik karena sudah memberikan aku kesempatan itu.Sekarang aku kelas 1 SMA. Aku berharap bisa masuk organisasi majalah sekolah dan menjadi wakil sekolah dalam journalist blog competition (dalam kompetisi yg sama waktu aku SMP) sekaligus menjadi tim mading 2D. Dan itulah baiknya Tuhan, He gave the chances for me.Segala sesuatu nggak ada yang gratis dan gampang. Untuk mencapai semua itu banyak banget air mata dan sakit hati yang aku lalui. Tapi itulah yang membuat aku semakin dewasa dan terus bermimpi.Mimpiku selanjutnya adalah menjadi best writer dlm kompetisi tersebut (best writer and best photografer go to aussie for 3 weeks). Yah semoga saja. AMIN :PTapi kalo ditanya impian jangka panjangku, dengan pasti aku jawab: "jadi guru!"banyak yang heran dengan cita-citaku. yahh, aku hanya berpikir, kalau semua orang ingin jadi penulis, dokter, pengacara, ilmuan, anggota DPR, dll. Lalu siapa yang mengajar di sekolah-sekolah? Hahaha. Naif memang. But i’ll fight for it like i did for other 😉

  3. kris

    Dulu, saya tidak tahu apa passion saya. Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi dokter, tapi itu karena (di mata saya) seorang dokter mempunyai kehidupan finansial yang terjamin, seperti paman saya. Secara akademis, prestasi saya cukup memuaskan, dan saya pun mengambil jurusan IPA.Tapi, saat duduk di kelas 12 dan mau tidak mau saya harus mulai memikirkan mau masuk jurusan mana, saya bingung. Saya ragu mengambil kedokteran, karena alasan yang cukup konyol tapi realistis: takut telat kawin, atau malah melajang seumur hidup, karena katanya sekolah kedokteran akan memakan waktu lama, sangat lama. Belum lagi kalau hendak mengambil spesialis.Saya mulai mempertimbangkan masuk jurusan teknik kimia. Atau mungkin farmasi, karena saya cukup tertarik mempelajari kimia di sekolah.Tapi, karena permintaan orang tua dan kata-kata seorang sahabat yang meyakini saya sangat cocok menjadi dokter, saya akhirnya mengambil kedokteran. Soal jodoh, lihat saja nanti, begitu kata orang tua saya.Akhirnya saya diterima di fakultas kedokteran sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Setelah kuliah satu semester, saya baru menyadari satu hal tentang passion saya sebenarnya: it’s right where I belong.Ya. Ternyata saya mencintai apa yang saya pelajari sekarang. Mulai dari hal-hal yang bersifat teoritis, seperti bagaimana tubuh manusia yang begitu kompleks terbentuk ‘hanya’ dari peleburan dua sel kelamin, bagaimana setiap sel, setiap jaringan, setiap organ membentuk suatu sistem yang menyokong kehidupan manusia. Sampai ke hal-hal yang bersifat praktis, seperti mengambil darah, menyuntik, dan melakukan berbagai macam pemeriksaan fisik pada pasien.Memang saya baru menjalani kuliah selama dua semester lebih sedikit – dari total tujuh semester untuk mendapat gelar S.Ked. dan satu setengah tahun menjadi koasisten – tapi saya sangat mencintai apa yang saya pelajari. Dan saya pun yakin, saya akan terus mencintai apa pun yang saya pelajari di dunia perkuliahan sampai nanti saya menjadi seorang dokter, cos it’s my passion: learning everything about human body and being a great doctor for the rest of my life =)

  4. Anonymous

    Passion saya setelah tamat dari kelas 12 akan melanjutkan kuliah di fakultas kedokteran. Di bangku SMA ini saya memilih jurusan Ipa dan saya menikmati pilihan yang telah saya ambil. Menurut saya jurusan Ipa atau Ips baik adanya. Kalau salah satu dari jurusan itu buruk untuk apa jurusan itu dibuat. Yang terpenting sudut pandang kita tentang jurusan itu. Dengan adanya passion saya yang sudah jelas sejak dini memotivasi saya untuk semangat belajar untuk dapat menimba ilmu di fakultas kedokteran.

  5. Passion.Kalo liat di google translate, ini nih artinya :1.
    gairah2.
    semangat3.
    nafsu4.
    keinginan besar5.
    kegemaran6.
    berahi7.
    kemarahan8.
    cinta berahi9.
    keberahian10.
    renjana11.
    kegemasanTapi itu cuma arti harfiah. Bukan maknanya.Secara makna, si passion sih menurut saya susah ditemukan.Apa katanya? Semangat ya? Kegemaran? Keinginan besar?Jadi mungkin, apa yang bisa bikin saya bersemangat, maka itu passion saya. Apa yang sangat saya gemari, itu passion saya. Apa yang sangat saya inginkan, maka itu passion saya. Bener?Kalo gitu, saya runut, biar saya bisa sedikit kebayang, apa passion saya.Dari kecil sih, saya sukaaaaa bgt sama yg namanya baca buku. Mamah bilang, dari balita, saya malah kalo tengah malem suka tiba2 menghilang dan ga ada di atas kasur, terus ditemukan sedang asyik duduk di samping rak buku dgn majalah2 yang berserakan dan salah satunya terbuka di genggaman. Sok2 lagi dibaca, pdhl bisa baca aja belum. Hehehehe. Menakjubkan. Atau aneh? Haha.Saya selalu semangat buat baca buku. Keliling toko buku ga bisa beres hanya dalam waktu 1jam. Lebih dari itu pun bahkan kadang masih kurang. Saya seneng bangett baca buku. Sampe saking banyaknya koleksi buku saya, saya dulu sempet buka taman bacaan gitu. Perpustakaan komik dan novel. Saya nyewain buku-buku yang saya punya ke temen-temen saya dan adik saya. 1hari 1000 rupiah. Lumayan buat nambahin modal beli buku selanjutnya. Hehe.Inikah passion saya?Sampe sekarang sih saya masih suka baca buku. Tapi semakin ke sini semakin jarang. Sedih rasanya. Apalagi menyadari kalo kemampuan dan kecepatan saya membaca buku makin ke sini makin berkurang. Dulu, bisa-bisa aja baca buku yang tebalnya minta ampun hanya dalam waktu 2-3 hari, atau bahkan cuma sehari, saking ngebela-belain dan penasarannya sama isi buku itu. Tapi sekarang? Jangankan yang tebal dalam 1 hari, yang tipis aja belum tentu bisa selesai dalam waktu 3 hari. Entah karena kesibukan yang sekarang udah semakin berbeda dan hampir bikin saya susah napas, entah karena kemauan saya yang mungkin udah ga sebesar dulu lagi.Jadi, passion saya hilang? Hhh…Beralih ke masa SMA. Waktu SMA, saya cintaaa bgt sama yg namanya nulis. Setiap hari, pulang sekolah, mesti langsung duduk di depan laptop. Nulis. Even itu cuma curhat2an ga jelas, atau bahkan sampe ngayal2 ga jelas yang berujung malah jadi satu cerpen atau puisi utuh. Menyenangkan. Bebas. Lepas. Lega. Bahagia.Saking semangatnya saya nulis tiap hari, waktu kelas 2 SMA dulu, waktu iseng ikutan lomba cerpen di salah satu majalah remaja nasional, meski ga menang, ga taunya cerpen saya dimuat di majalah itu beberapa minggu setelah pengumuman lomba. Temen sekelas dan sahabat terdekat pada heboh. Gimana nggak? Cerpen saya dimuat!. :DDulu sampe-sampe punya resolusi, di umur 17 tahun, harus udah bisa nerbitin novel karangan serndiri, yang bisa menginspirasi banyak pembaca. *Tapi sampe sekarang, belum tercapai juga.hehe.Jadi mungkin, yang ini ya passion saya?Sekarang, sampe detik ini bahkan, saya masih cinta menulis. Kira-kira setahun yang lalu, saya bahkan sempet hampir ngerasa sangat stress gara2 udah lamaa bgt ga mencurahkan apa yang ada di hati dan pikiran saya ke tulisan. Sampe akhirnya saya buat blog dan bisa aktif lagi nulis dengan riang gembira, meski ga lagi bisa menghasilkan cerpen, atau bahkan draft-draft novel amatiran seperti dulu lagi.Bener, ini passion saya? Yang sekarang bahkan ga bisa lagi dengan sering dan dengan leluasanya saya lakukan seperti dulu? Bahkan seringnya saya stuck dan malah kehilangan semangat buat lanjutin tulisan saya. Keburu ilfil liat draft tulisannya. Cheesy…Sekarang, saat ini, ada satu hal yang selalu dan hampir setiap hari mengisi hari-hari saya. Sehari aja kalo gak melakukan sesuatu untuk mereka atau yang berkaitan dengan mereka, rasanya seperti ada yang hilang. Sekarang saya lagi concern-concernnya sama yang namanya sosial pendidikan anak-anak usia SD hingga SMP. Sampai-sampai di kampus pun saya ikut organisasi yang kegiatannya membantu adik-adik asuh yang kita dapet dari lingkungan sekitar kampus. Adik-adik itu usia sekolah yang berprestasi tapi kurang mampu secara finansial, maka organisasi kami membantu mereka untuk sedikit meringankan biaya sekolah dengan ngasih beasiswa buat mereka.Sekarang, ini yang sangat sering saya lakukan, sangat menyita waktu saya, tapi saya juga sangat senang melakukannya. Sangat cinta sama organisasi saya, orang-orang di dalamnya, adik-adik asuh di dalamnya, dan setiap kegiatan yang kami lakukan buat mereka. Saya selalu bersemangat buat hadir setiap hari Minggu ke acara ngajar adik-adik asuh itu. Sampe-sampe saya berniat mengangkat tema akuntansi sosial buat jadi konsentrasi skripsi saya nanti, biar seengganya saya memang tetap menyelipkan apa yang menyenangkan buat saya geluti, supaya tetap semangat mengerjakan skripsi saya nantinya.Maka, apa mungkin yang ini passion saya?Kalo liat ke future, saya saaaaaaangat berkeinginan jadi pemilik sebuah supermall di daerah asal saya. Biar dengan supermall yang saya bangun itu, saya bisa membuka lapangan kerja baru buat masyarakat, bisa memajukan kesejahteraan dan perekonomian penduduk, dan dengan hasil usaha saya itu, saya juga pingin bisa bantu banyak orang lagi, dengan bangun sekolah gratis misalnya.Cita-cita ini yang bikin saya bersemangat sejak SMA untuk akhirnya memilih jurusan IPS untuk saya jadikan konsentrasi saya. Ga peduli banyak teman bilang, ‘masuk IPA itu lebih bagus tau Mut’, atau ‘masuk IPA nanti, kamu tetep bisa pilih jurusan Ekonomi di universitas, malah pilihannya bisa lebih banyak karena bisa pilih juga yang jurusan IPA-nya’. Terserah. Pokoknya saya tetap pada cita-cita saya, masuk IPS, masuk jurusan Ekonomi, terus bisa bikin supermall deh.Masih dengan cita-cita supermall saya, sampe sekarang juga, ini yang membuat saya masih bersemangat buat dapet banyak nilai A di jurusan Akuntansi yang sekarang saya ambil, ga peduli seberapa rumitnya belajar penjurnalan, rekonsiliasi, bahkan belajar sistem akuntansi yang habeuh banget itu. Biar saya bisa dapet beasiswa, terus bisa lanjutin kuliah di Jerman, terus peluang saya buat bikin supermall bisa makin besar lagi.Maka terus, apa mungkin yang ini yang jadi passion saya? Yang bikin saya terus berusaha buat tetap semangat menuntut ilmu dan bertahan sampe saat ini untuk mewujudkan cita-cita saya. Apa iya yang ini?Entahlah. Saya juga masih bingung…Confucius bilang (seperti yang Mbak Sitta Karina juga bilang di postingannya ini), "Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life".Tapi yang saya cintai itu membaca, menulis, main musik, menyanyi. Bukannya menghitung kemungkinan-kemungkinan kegagalan dan potensi yang bisa terjadi untuk bisa tetap melanjutkan suatu bisnis, atau menghitung berapa komposisi modal terbaik yang harus kita keluarkan supaya usaha kita ga bangkrut. Saya ga mencintai terlibat dalam perhitungan rumit yang bikin hidup saya makin susah. Saya lebih mencintai berkumpul bersama anak-anak kecil yang bermain dan tertawa riang, yang bisa menghilangkan stress dan menumbuhkan puluhan bunga kebahagiaan di diri saya. Saya ga menyukai harus mempelajari politik yang bisa banget makan hati dan kesabaran karena liat setiap orang berantem cuma karena mau dapet kekuasan dan kekayaan yang paling tinggi. Saya ga menyukai harus bersaing dan saling gontok-gontokkan supaya bisa tetep survive di suatu lingkungan.Tapi saya mau, sangat mau, saaaangat ingin untuk bisa membahagiakan setiap orang yang saya sayangi dan menyayangi saya, serta membantu setiap orang yang memang membutuhkan. Maka saya tetap bersemangat untuk bisa mewujudkan si cita-cita bikin supermall saya ini. Supaya saya bisa membantu lebih banyak orang. Toh saya masih bisa seneng liat orang riang gembira belanja di mall saya kan? Hehehe.Anyway, jadi, di antara sekian banyak hal yang saya sukai dan cintai untuk saya lakukan, serta sekian banyak hal yang terus bisa membuat saya bersemangat menjalani hidup, mana yang benar-benar passion saya ya? Yang saya cintai untuk saya lakukan, atau yang bisa membuat saya tetap bersemangat untuk bisa menggapainya?Saya pun masih belum jelas menemukan.Mungkin perjalanan saya masih sangat jauh buat menemukan apa sesungguhnya passion itu dan siapa sesungguhnya si passion saya tercinta. Mungkin memang akan masih panjang. Sangat panjang.Tapi, semoga perjalanan menemukan si passion saya ini akan tetap indah. Supaya saya bisa benar-benar menemukan dan mendapatkan si passion saya, tanpa harus stress di tengah jalan, atau bahkan ga bahagia dan salah pilih jalan. Saya berharap saya bisa menemukan passion saya dan bisa mengekpresikannya dengan baik sampai akhirnya apa yang saya lakukan dengan passion saya itu, bisa menghasilkan sesuatu yang baik, gak cuma buat diri saya sendiri, tapi juga buat orang lain dan orang-orang yang saya sayangi.Semoga perjalanan saya menuju si passion ini akan terus dan tetap indah ya. Seindah pelangi sejuta warna, yg sekarang sedang sering muncul di hari2 saya.*maaf ya mbak, panjang bgt commentnya. ini yg mau saya bilang tentang passion.hehehe. anw, slalu suka deh sama tulisan2 mbak. bermakna. 🙂

  6. Fransiska Fitriyanti

    Passion adalah kata yang belum 100% saya pahami. Tapi kalau passion diartikan sebagai hal yang membuat saya ‘lively’, maka menulis adalah jawabannya. Saya selalu nyaman jika menulis, saya merasa hidup ketika saya menulis sesuatu. Entah itu sebuah novel, cerpen, atau hanya tulisan-tulisan yang menurut sebagian orang adalah hal yang ‘nggak penting’. Saya selalu dapat menyalurkan semua pemikiran-pemikiran saya setiap saya menulis.. Dan itu adalah hal yang paling mengasyikan..^_^

  7. annisa

    sama seperti Mbak Sitta, passion-ku saat ini menulis…saat ini sedang meramu berbagai imajinasi yang liar di kepalaku dan itu susah banget, soalnya banyak banget, tumpang tindih dan nggak beraturan.tapi aku senang merangkai semua itu satu per satu, meski butuh waktu yang lumayan, hehehehe….satu lagi, mbak sitta selalu bisa memberiku inspirasi melalui novel-novelnya…..makasih mbak sitta!!!

  8. PASSION.the definition of PASSION is a strong or extravagant fondness, enthusiasm, or desire for anything. a STRONG fondness. truthfully, until you posted ‘Saya Pernah Jadi Almashira’, i still don’t have a PASSION over anything.i still wondering what will i do, still wandering in my little world, preparing to the real world. some part of my brain used to think that, ‘HEY, i’m gonna be an artist ! i love doing art things, and express myself in an indescribable way.’.but the other part says, ‘HEY, the world is not as simple as you think. just because you love to do art things, doesn’t mean that you have talent.’so, ‘well, i think i don’t have that much of talent to survive in that world.’and a while ago, i think i’m gonna be a cafe owner. i’ll served delicious food, decorate the cafe, promoting the cafe. but, when i asked about my PASSION, i don’t think becoming a cafe owner is my PASSION. but now, i’ve found my PASSION.PASSION is do what you love and love what you do.i love to make a happier life with my family, friends. i have a fondness of making a better life, happier life, eventhough i already have the happy one. :)so my PASSION is live a happier life with my family and friends, more in love with my life. because, when you love your life, every obstacles that come in your life, you know that you’ll go through those.

  9. pas sekali aku baru nulis di blogku mbak: http://aqessa.blogspot.com/2010/08/day-5-ini-tentang-cita-cita.html hehehe.passionku sebenarnya banyak. aku suka nulis, IT, nyanyi. aku pengen jadi penulis tapi aku suka sekali hal-hal dunia IT dan gadgets. waktu itu aku sempat ingin masuk dunia komunikasi tapi aku merasa kalau aku masuk dunia IT aku akan lebih berkembang. I mean, aku bisa menjalankan 2 passionku sekaligus. contoh kecil skrg: blogging. aku pengen banget belajar web programming dan menulis di webku sendiri. aku pengen kerja di dunia media massa tanpa harus jadi reporter, ya aku mau jadi orang IT, bagian multimedia atau software atau web programming. maybe someday aku bisa jadi e-writer kan atau animator film. pengennya sih aku S2 ambil bisnis, aku pengen jadi wiraswasta aja menggabungkan IT dan menulis. 🙂

  10. muhammad ammar abul auni

    passion ku bisa dibilang berbeda dengan yang lain, dimana passion ku tidak mengikat hal materi, mengapa standarisasi passion harus berunsur materi ? begitu juga dengan "kesuksesan". Passion ku adalah menjadi manusia seutuhnya, tak tampak raga belaka, namun jiwa juga, percuma bilamana passion ku ingin menjadi seorang presiden, namun Tuhan memandangku tak lebih dari seekor hewan. karena ini menjadi sebuah prioritasku sebagai manusia yang berketuhanan, Inilah momen yang aku rindukan, passion yang ku bangun untuk menjadi manusia seutuhnya. Insya Allah sebelum jiwa dan raga ini terpisah, passion ku termanifestasi dengan maksimal. amin

  11. Puji Lestari

    Passion ku, mungkin masih blur. cm satu hal yang pasti, aku pengen jadi orang yg berguna bwt orang lain dan lingkungan sekitar aku. miris ngeliat orang-orang di sekitar yang kehidupannya kurang beruntung. mungkin suatu saat nanti, aku bakal bisa mengamalkan ilmu aku buat orang banyak. walau dalam kenyataannya aku masih belum tau aku mau jadi apa tepatnya nanti, apalagi dengan jurusan design manufaktur yang aku ambil. tapi pasti ada jalannya..amin..

  12. passion saya, membaca dan menulis. saya sangat cinta baca novel maupun cerpen walaupun orang tua gak mendukung. menulis, dari sd aku udah sering nulis novel-novel walaupun sampai sekarang belum ada yang jadi. dengan menulis aku ingin ngasih tau ke orang-orang tentang apa yang aku rasain, tentang cara pandang aku terhadap suatu masalah dan cara apa yang bakal aku pilih untuk nyelesain masalah itu, aku juga ingin ngasih tau harapan-harapan aku, baik yang kecil maupun yang besar.Selain itu aku juga ingin jadi psikolog. Aku seneng bisa bantuin orang dengan mendengar keluh kesahnya dan juga menasihatinya sedikit-sedikit

  13. Jessica

    passion saya sih masakkarena masak tuh berkreasi dengan rasa.pasti seru bereksperimen dengan kemampuan kita menciptakan citarasa tapi saya juga mau memasak bkn cm enak,tapi sehat dan terjangkaujadi kalau saya buka usaha,setidaknya orang dr berbagai golongan dapat makan enak,sehat,dan murah

  14. lidya dwi susanti

    passion aku menulis sama membaca. dari kecil sku suka nulis novel-novel, walaupun gak pernah jadi. dengan menulis aku ingin orang lain tau apa yang aku rasain, apa pandangan aku terhadap suatu masalah dan gimana cara yang aku pikirin untuk menghadapi masalah itu. dengan menulis juga aku salurin harapan-harapan aku. ingin banget aku jadi penulis yang suatu saat bisa nerbitin suatu novel yang bikin orang lain jadi lebih baik setelah baca novel aku.di samping jadi penulis aku juga ingin jadi psikolog, aku ingin membantu orang dengan mendengar penuh kesabar juga memberi solusi-solusi buat orang itu 🙂

  15. passion saya membaca menuli. saya ingin menulis dan membuat orang lain tau apa yang saya rasain selama ini, bagaimana cara saya memandang suatu masalah juga cara saya menghadapi masalah-masalah itu. di samping ke inginan yang menggebu-gebu untuk menjadi panulis, saya juga ingin jadi psikolog, saya ingin membantu orang dengan cara mendengar dan berbica.

  16. regina

    passion adalah sesuatu yang pernah saya cari mati-matian dan dia datang dengan sendirinya.passion saya adalah di dunia menulis. mungkin terdengar klise ya? karena saya tahu banyak orang yang memiliki passion di bidang yang sama, apalagi akhir-akhir ini.tapi bagi saya, passion adalah sesuatu yang saya lakukan bahkan di saat saya sedang boring. passion adalah sesuatu yang selalu dan selalu saya kembangkan untuk menjadi lebih baik.Saya selalu menulis di saat apa pun. Saya dapat lupa waktu kalau sedang menulis. Dan saya selalu mengembangkan bakat menulis saya setiap ada kesempatan. Jadi wajar saja kalau saya menyebutkan bahwa menulis adalah passion saya kan?saya bersyukur saya dapat menemukan passion saya secepat ini. Dimulai dengan hobi membaca.Saya semakin yakin bahwa menulis adalah passion saya ketika saya tidak memikirkan honor yang akan saya dapat saat tulisan saya dimulai di media massa. Saya hanya merasakan kebanggaan dan kebahagiaan saat tulisan saya dapat dibaca orang banyak. Apalagi kalau tulisan saya dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Kebanggaan dan kebahagiaan itu adalah harga mati yang tidak dapat dibayar oleh uang sebanyak apa pun.passion is my soul.and my soul is writing.

  17. Anna

    passionku saat aku masih SMA adalah menjadi seorang programmer handal yang bisa nyaingin bill gates. aku pengen banget dengan sistem operasi yang aku buat indonesia jadi lebih maju dan lebih pintar daripada Jepang. aku bener-bener iri sama Jepang. mereka mempunyai teknologi jauh diatas kita. Makanya sekarang aku masuk jurusan teknik komputer semoga aja dengan ini passionku bisa tercapai.

  18. Feni

    Dari kecil saya sangat mencintai buku dan dunia tulis-menulis. Karena itu passion saya adalah ingin menjadi seorang penulis, baik itu artikel maupun novel. Saya sudah mulai mengumpulkan berbagai macam buku yang nantinya akan saya jadikan perpustakaan pribadi dan akan saya buka untuk "para pecinta buku" khususnya bagi anak-anak atau mereka yang kurang punya. Sekarang saya kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi, jadi saya juga akan mempergunakan ilmu yang saya miliki itu untuk menggapai apa yang menjadi passion saya.

  19. septi ana sulistiya

    Moshi-moshi sitta-sensei , passion guw pas SMA dan bahkan smpe skarang tuh : pngen banget lancar bahasa jepang sampe kanjinya , dan juga bisa pergi ke jepang . Guw percaya suatu saat nanti guw pasti bisa ! Ini bukan berarti guw gak suka Indonesia , menurut guw Indonesia bsa lbih dri jpang . I love japan and indonesia . Oia Sitta-sensei , buat crita ttg rae , nara , and reno hanafiah dong . Sumpah guw tuw excited bnget sama novel buatan sensei .

  20. Entah apa yang dimaksud tentang "passion" di sini. Well, mudah-mudahan persepsi saya benar. Simpelnya, saya memahami passion adalah hal-hal yang membuat kita nyaman untuk tetap stay pada hal tersebut untuk waktu yang lama.Hal tersebut bagi saya adalah ketika saya duduk di depan laptop sambil meracau di blog saya. Walaupun ga bakat2 banget dalam hal menulis, tapi kadang menulis itu sangat mudah daripada bercurhat dengan seorang teman. Mungkin it’s extrovert stuff, tapi kepuasan akan muncul kalo ada orang yang komen. Berarti tulisan kita punya penonton. Emang norak sih kalo saya kadang kelewat girang kalo ada yang komen. Tapi percaya atau engga, hal itu lumayan bikin seharian seneng 😀 Padahal itu adalah hal kecil yang gampang disepelekan orang lain, tapi mengapa hal itu membuat kita senang? Mungkin ini yang namanya passion. Kalo ngomongin untuk masa depan, engga sesimpel pepatah "Alah bisa karena biasa".Karena ibarat faktor X, mood adalah yang paling ngaruh buat saya untuk memulai menulis. Jadi untuk menjadi penulis, kayaknya masih ga kebayang juga karena passion ini belum merambat ke behavior saya. Sekedar hanya untuk "happy drug" aja. Tapi saya selalu berpegang pada suatu prinsip abal yang asli buatan saya : "Everything should be noted". So, keep writing 🙂

  21. Rahadyana Muslichah

    My passion is always to be a doctor. Aku ingin sekali jadi dokter sejak SMP. Mungkin terdengar seperti cita-citanya anak TK atau SD, tapi aku nggak main-main dalam hal ini. I was actually inspired to be a doctor by an accident happened to my mom. And since that time, aku bertekad untuk menjadi dokter. Kenapa? Alasannya, I wanna give more to my surroundings, that’s all. I believe, every right passion has their own benefits. Dan dalam hidupku, aku berharap banyak dengan menjadi dokter aku bisa lebih bermanfaat untuk sekitaku.Sekarang aku duduk di bangku kelas 3 SMA. And it is so nightmare, where everytime, I have to learn all those difficult school subjects. Apalagi tentu saja aku ingin kuliah kedokteran di Uni yg bagus dan berkualitas. And it really is not a simple thing to be gained. Karena selain sulit, akan ada banyak sekali saingan yang harus aku kalahkan untuk kuliah di sana. Dan, ya, I have to fight for my passion.Aku rasa, sekarang aku sedang menjadi seperti Almashira 😉

  22. fian

    PASSION. Satu kata yang saya pahami secara teoritis merupakan suatu keinginan besar, yang membuat warna kehidupan terlihat lebih banyak,jantung berdegup lebih kencang,tidak bisa berhenti memikirkan (apa yang dianggap) passion itu. Kalau dipikir-pikir kayak orang jatuh cinta ya? hehe.Namun apalah passion tersebut secara praktik, saya masih dalam perjalanan mencari seluk dari selubung ‘passion’ sesungguhnya. Umur, tidak menjadi limit bagi saya menentukan passion dan jati diri saya. Yang sedihnya, kok saya mulai sadar yah umur saya sudah tidak muda lagi? he he.Entah sok idealis, entah naive, tapi saya ini selalu (merasa) memiliki passion, dan selalu (merasa) loyal dengan passion2 tersebut. dari hal2 sederhana seperti cowok (iyuh). Kriteria saya pingin 1 orang ituuuuuu aja, gak mau yang lain hahahaha.Ataupun buah cita-cita masa kecil ingin jadi arsitek. Bermodal dari suatu keinginan sederhana, seorang saya yang dari umur 2 tahun harus berpisah rumah dengan nyokap, sehingga senang sekali berfantasi ria melihat-lihat majalah rumah dan interior, membayangkan membuat rumah kelak untuk saya dan nyokap tinggal bareng. Syukur Alhamdulillah sih, sebenarnya jalan saya sudah dipermudah dengan lulus jurusan arsitektur dr universitas (lumayan) ternama adeeeuuhh uuhh.. Dan di umur saya yang cukup dewasa ini (24 tahun aja,hahaha) akhirnya ada secercah harapan untuk tinggal bareng nyokap (dan baru skr kemingkinan bisa terealisasi), meskipun desain rumah untuk nyokap masih on progress. amiin semoga lekas terlaksana.Nah yang saya masih bingung adalah, sejujurnya setelah lulus ini, entah mengapa, saya merasa sulit sekali mencari pekerjaan yang saya senangi. entah karena saya orangnya malas-malasan, setengah2, atau apapun itu yang masih terbentuk di diri saya. Jadi berpikir jangan2 sebetulnya saya ini ga cocok apa ya jadi arsitek. hahah. but, i love designing by the way. apapun itu, saya kelak ingin menjadi seorang designer, mencipta sesuatu. entah meng-arsitek atau pun mendesain sepatu, apapun itu, saya ingin berkarya. dan mudah2an saya tidak setengah2 mencapai passion saya tersebut. (ya kalau setengah2 sih bukan passion yah? hahaha.

  23. nadia

    Mencari passion-mu sama saja dengan menelusuri dirimu yang sesungguhnya. Just be true to yourself and listen what your heart has to say :-)Suka banget ma kutipan itu.. Karena ya memang gtu, passionku adalah kesenanganku, sesuatu yang memang hatiku katakan YA.Disaat hatiku katakan aku harus pilih IPA dalam penjurusan SMA, itulah yang aku ambil, dan disaat ternyata aku justru memilih jurusan Bahasa saat kuliah karena sekali lagi sesuai dengan hati, maka aku pun mengambil jurusan Bahasa Prancis saat kuliah. Aku senang bertemu dengan banyak orang, awalnya aku sangat ingin bekerja sebagai jurnalis di majalah atau penyiar radio, tetapi ternyata keinginanku tidak sesuai dengan rencana, dan kini justru berada dalam lingkup HRD, namun aku tidak pernah menyesali itu, karena disini aku belajar amat banyak, dan bertemu dengan bermacam orang dari berbagai daerah.Passion ku hanya satu, membuat senang diriku sendiri, membuat senang hidupku, (yang tentunya akan berimbas dengan orang-orang di sekelilingku)….Cheerrsss and BIG smile 🙂

  24. nezgabriella

    Passionku tuh ada di art and writing. Aku suka imajinasi apa aja di kepalaku, nulis apa aja. Dari suka gmbar baju smpe edit2 foto. Pokoknya passionku itu mempercantik org atau sesuatu. Awalnya iseng en gmpang bosen, cman kalo uda kerjain hasil berbau art, kyknya tenang en heal my pain gitu 😀 pengen jadi artist

  25. Aku baru menemukan passionku saat masuk kuliah. Dulunya aku menganggap kalo ilmu sosial itu membosankan dan ga senang tulis. Eh, tau2nya pas masuk kuliah di jurusan sastra, aku jatuh cinta di bidang tulis menulis. Selain itu juga aku mulai aware sama lingkungan sekitarku. jadi secara ringkas, passionku adalah menjadi seorang penulis dan aktivis anak muda anak yang selalu aware sama isu-isu global maupun nasional. ^^

  26. Vanny

    Passion saya ingin menjadi pustakawan yang profesional. Hal ini sangat berhubungan dengan jurusan yang saya ambil di kuliah. Awalnya tidak ada bayangan sama sekali untuk kuliah di ilmu perpustakaan. Namun karena mendapat masukkan akhirnya saya mengambil jurusan tersebut dan mendalami apa yang dipelajari dalam perpustakaan. Jurusan yang saya ambil membuat saya menjadi semakin hari semakin ingin tahu tentang kegiatan-kegiatan yang ada di perpustkaan. Apalagi ingin bisa mendirikan perpustakaan keliling terutama di daerah desa-desa untuk berbagi ilmu kepada sesama

  27. vin

    my passion is…cukup simple, aku mau ngumpulin duit buat keliling duniaaaa… terus ngerasain kehidupan, budaya sama nemuin hal2 baru yg ga pernah kubayangkan sebelumnyaa…

  28. Y Donna Manoppo

    passion..saat SMP passion saya menjadi diplomat di usia muda..tapi keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan membuat saya harus masuk Sekolah Menengah Kejuruan..SMA ingin menjadi CEO/Accounting termuda pada jamannya..tapi "lagi-lagi" karna keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, menduduki bangku kuliah pun tak mampu..akhirnya passion itu hanya jadi kenangan..di usia dan keadaan yang sekarang,saya hanya ingin "berhasil" menghidupi orang tua saya dengan hasil keringat saya sendiri dan tidak bergantung pada siapa pun..passion saya hanya ingin "berhasil di mata keluarga"dan semua yang saya lakukan, saya jalani dengan rasa ikhlas dan penuh ucapan syukur pada Tuhan.

  29. Dulu, passion ku nulis. Jadilah segala sesuatu yang membutuhkan tulisan, karangan, saya suka. Nulis diary, nulis surat, dan setelah kenal internet, nulis blog.Sekarang, saya nemuin passion baru. Saya senang kerajinan tangan macam pasang payet, sulam pita, dsb. Menghias-hias kerudung dan mukena sendiri padahal stok kerudung dan mukena masih mencukupi. Akhirnya saya bagi-bagi aja ke temen-temen.Saya pernah baca, salah satu ciri passion adalah kita bersedia melakukannya tanpa dibayar 😀

  30. Ade

    Sedari kecil ibu saya udah mengarahkan saya utk mengikuti jejaknya, yaitu menjadi seorang dokter gigi..Waktu kecil menurut saya sendiri hanya ada 2 pilihan, yaitu apakah saya akan menjadi seorang arsitek ataukah seorang dokter gigi seperti ibu saya..Saya tertarik dgn dunia arsitek krn saya dl suka menggambar & bermain lego..Hehe mungkin aneh kedengarannya, tp menurut saya bermain lego bs meningkatkan daya imajinasi kita utk membangun ataupun mendesain sesuatu..Pilihan utk menjadi seorang dokter gigi muncul krn ibu saya selalu bilang bahwa menjadi seorang dokter gigi tuh lebih gampang cari uangnya & klo udah lulus ga perlu repot2 mikirin mau kerja dimana krn saya bisa meneruskan usaha klinik gigi milik ibu saya..Saya pun merasa sependapat dgn pemikiran itu..Lalu saya pun mengambil jurusan IPA ketika SMA, jurusan yg sebenarnya cocok dgn kemampuan menghapal & itung2an saya yg cukup baik..Tetapi ketika itu saya justru mulai tertarik dgn dunia bahasa asing..Saking tertariknya saya pun mempelajari sendiri beberapa bahasa asing seperti Italia, Jerman & Jepang secara otodidak..Saya pun mengungkapkan keinginan saya kepada ibu saya utk mengambil jurusan sastra ketika kuliah nanti & jelas ibu saya tak setuju..Lalu saya berpikir ulang, bidang apa yg sebenarnya harus saya ambil, yg sesuai dgn minat & kemampuan saya & tentunya baik utk masa depan saya..Akhirnya saya tetap pd pilihan saya sejak awal, yaitu mengambil jurusan kedokteran gigi..Alasannya pun bertambah, tak hanya sekedar lebih gampang cari uang & cari kerjanya ataupun krn sesuai dgn minat & kemampuan saya, tetapi jg krn menurut saya seorang dokter akan lebih dihargai krn pekerjaannya itu membantu sesama, dia bisa menyembuhkan dr yg sakit menjadi tdk sakit, tentu akan menyenangkan jika kita bs menolong orang lain bukan..Yah, krn itulah saya sekarang menjadi seorang mahasiswi kedokteran gigi utk mengejar cita2 saya, tentunya saya masih mempelajari sastra2 asing, krn itu akan berguna utk pengetahuan & bekal saya nantinya di masa depan..:)

  31. Yula

    Passion saya adalah penulis. Saya hanya bisa menyebarkan karya-karya saya di blog, facebook dan twitter. Saya ingin sekali mengirikannya pada sebuah penerbit. Namun benar-benar tidak tahu harus mulainya bagaimana. ditambah saya juga tidak terlalu percaya diri. Di SMA saya ingin sekali masuk bahasa. Tapi karena tidak ada fasilitas, maka saya masuk IPA. Saya memang suka alam apalagi yang berhubungan dengan kesehatan. Namun kegiatan tulis menulis tidak pernah bisa saya lepaskan. Setiap ada ide muncul, pasti saya tuliskan di hape agar tidak lupa. Berharap suatu hari saya punya keberanian untuk mengirimkan karya saya agar bisa dinikmati orang banyak..

  32. Anonymous

    Bicara soal cita-cita and passion, dulu aku punya banyak sekali impian..menjadi psikolog anak yang mengembangkan metode dan terobosan baru sampai menjadi salah satu petinggi di UN (terlalu tinggi?hihi)Tapi sejujurnya..passionku yang tersembunyi adalah belajar di Forensic Science..becoming a crime scene investigator or maybe I will take psychology for my further studies and pursue a career as a profiler instead! Job yang sangat seru, menantang dan sangat berbeda!Bisa mengidentifikasi profil kriminal secara lengkap dan detail hanya dengan melihat dan mempelajari bukti yang ada di lapangan. Well, it is tough! Aku harus kembali ke kenyataan kalau profesi itu sangatlah susah dan kompleks…Jadi seperti inilah..aku berakhir dengan passion ku yang lain..belajar di bidang yang berhubungan dengan akuntansi…sounds boring and completely different, right?haha, tapi di sini aku bisa mengenyam mimpi ke area lain..I can take Forensic Accounting!I may not deal with the mysterious murderers or serial killers, but I may deal with the white-collared criminals: Money laundry, fraud..now how does it sound?Cool, right?Menjadi auditor seperti itu pasti menantang!

  33. Nur Asyiah

    Jujur aja ampe sekarang aku belum nemu passion ku apa. Mungkin karena selalu nyari aman dalam hidup, g pernah berani nyoba ngelakuin sesuatu hal yang lain di luar sekolah. Jurusan IPA keren, aku pilih IPA. Lalu karena nilai-nilaiku cukup baik, aku pilih jurusan yang termasuk jurusan teratas saat melingkari formulir pendaftaran saringan masuk perguruan tinggi. Saat lulus aku masih belum ngerasain gairah di bidang yang aku geluti selama kurang lebih 4 tahun ini. Pengeeen banget rasanya nemuin passionn iduupp….

  34. shintadewi

    Passion ku?Alhamdulillah sejak SMP Tuhan ngasih aku sesuatu yang selalu bikin aku menggebu-gebu, aku suka baca novel, aku suka bikin puisi, aku suka bikin cerpen, aku suka bikin mading, banyak sekali. Aku sadar sepenuhnya aku udah cinta mati di bidan itu, ya, passionku adalah terjun di bidang tulis-menulis, jadi jurnalis, jadi novelis, bahkan saking ‘poison’ nya passionku ini, aku punya mimpi buat bikin perpustakaan keliling buat anak-anak jalanan, biar mereka juga suka membaca dan brgkali bisa menulis sehebat penulis2 top di indonesia..Waktu mau masuk kuliah aku pengen bgt masuk jur.komunikasi, karena aku ngerasa passionku bisa berkembang trus di sana. Tapi mama papa ku gak suka, mereka blg masuk situ mau dapet apa? Mau makan pake apa?Skrg aku masuk di tek.perminyakan, aku tau ini bukan passionku, tp aku yakinin sm diri aku sendiri, bahwa skrg aku masi berjalan mengembngkan passionku, cm lg tersesat. Aku pingin kalo aku punya bnyak uang nnti aku mau bikin majalah, mau tetep nulis cerita, mau kursus, ikut seminar dan bnyk bljr bagaimana jd penulis yg baik, mau beli bnyk novel sesukaku. Ya, ini jalan pintas menju passionku.!

  35. risa b.

    Halo Sitta.. Udah pernah mendengar anak yang dipaksa orang tuanya masuk kedokteran? Tenang aja, bukan karena aku dokter dan nanya itu lantas aku jadi salah satu dari mereka 🙂 Aku masuk dokter merely because I was angry to my university because they didn’t accept me when I first applied. FYI, angkatanku adalah angkatan pertama yang kuota penerimaan SMPB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru)nya terpotong UM (Ujian Masuk). Dan ketika UM aku nggak keterima dengan hinanya (perasaan aku aja hehe) di Teknik Elektro, Sipil ataupun Ekonomi (lihat kan betapa tidak terstruktur dan cluelessnya aku waktu SMA). Meskipun waktu itu aku sudah diterima di jurusan informatika sebuah sekolah tinggi dan universitas swasta, emosiku tetap berkata, I have to take a revenge haha.. Dan aku ambil jurusan dengan passing grade tertinggi just to prove to (my) world that I could. Akhirnya aku keterima. Padahal, I NEVER dreamed to be a physician, I was clueless.Akhirnya ketika kuliah, aku merasa seperti alien (aku suka pake baju sobek-sobek, boots dan bergaya hippies? — tapi susah payah kutahan semasa aku kuliah). Aku baru sadar lately, bahwa I love writing, I love maths more than biology, I love visual stimulation, color, music dan aku lebih suka duduk sendiri di kafe dan membaca. Kadang pingin jongkok di pojokan kamar dan nangis sambil tutup muka karena menyesal nggak mengetahuinya dari dulu dan ‘terjebak’ di sini. What cool is I met my husband there 😀 Then I learned that somehow God knows the best for us, eh? Sekarang aku bekerja di informatika kesehatan, bidang yang tidak jauh dari jurusan yang pernah aku apply (meski nggak aku ambil dulu). Aku juga disekolahkan di bidang itu. Dan my job now is mainly writing academic paper 🙂 Ain’t it good? Ada yang lebih lucu lagi, karena aku bekerja sebagai research staff, aku sering diminta pergi dan dibayari sehingga aku tetep bisa jalan-jalan dan foto-foto buat memenuhi dahaga.Apakah kita menjalani masa Almashira dengan sukses atau enggak, gratefulness brings you your passion.

  36. adith

    passion??? hmm,, aku sendiri masih bingung klo ditanya soal itu..dulu waktu masih kecil klo ditanya soal passion pasti jawabannya nggak jauh2 dari dokter ato insinyur.. sebenernya tertarik juga di bidang astronomi,, tapi susah juga untuk mencapainya.. pengen nulis,,, tapi suka bingung sendiri ma jalan critanya…berhubung skarang aku kuliah di teknik,, maka passion ku pengen nemuin alat-alat yang berguna bagi kita dan alam yang menarik dan inovatif,, khususnya alat-alat kimiawi… ato bisa membuat ramuan yang bisa memperbaiki bumi kita ini.. moga aja nanti kesampaian.. ^_^

  37. Wanly Christy L

    passionku….mm,, waktu klas 2 smu, aku sempet bingung mo msk jurusan apa, antara IPA n IPS.. sempet curhat ma guru OR saking bingungnya.. aku suka banget dg akuntansi aplg hitungan n buat2 jurnal gitu, jadi mau masuk IPS, tp disisi lain, pengen banget msk IPA.. krn klo bs msk IPA, itu suatu kebanggaan.. sempet bimbang.. tp, dr hsl raport t’nyata aku mmg hrs msk IPA, smpt mnta pndh ke IPS, tp ga dikasih sama guru.. ya udh, mencoba b’tahan di IPA, n akhrnya aku mampu n lulus dr IPA.. begitu kuliah, aku sempet bingung mo ambl fakultas n jurusan apa.. sempet di suruh ortu utk pilih dokter or farmasi, tp aku ga suka dg kimia klo biologi suka malah.. hehehe,, pdhl anak IPA.. mmg aneh..dan minatku dg akuntansi ga pnh surut.. dg tekat bulat, aku pilih FE jur. akuntansi.. smua aku jalanin dg baik krn pilihan itu adalah apa yg aku sukai yaitu hitung-menghitung n ngeposting jurnal2 yg bejibun n ruwet adanya… begitu lulus, aku mulai b’pikir nntinya akan kerja seperti apa, krn ga smua yg qt pelajari n diajarkan akan qt praktekan nntinya..t’lintas mo jadi auditor, tp ga suka audit krn ribetnya minta ampun, n jenjangnya jg luama banget2..aku cm b’doa, n doaku dijwb TUHAN, s’muanya s’suai dg apa yg aku inginkan.. aku bisa bekerja di bag. accounting n finance dimana aku bisa mencurahkan pengetahuan yg aku dpt n trima dr du2k di bangku skolah sampai p’kuliahan.. Puji Tuhan.. ^_^ senangnyaa,,s’karang, aku suka flashback lagi ttg cita", keinginan, n impian aku dulu nntinya mau jd apa n bgmana.. jd ketawa sndiri klo diingat2.. hehe.tanpa aku sadari, aku ini tipe org yg bisa mempelajari sesuatu dg sndrinya (otodidak).. n kemampuanku itu bs b’guna utk org lain..betapa senangnya…s’moga tmn2 yg lain jg bs mendapatkan n mengembangkan apa yg ada dlm diri n dijalanin dg penuh sukacita…

  38. Indah Lestari

    Kalo ini disebut ‘PASSION’.. maka dari saya baru bisa membaca pun saya sudah berhasrat untuk mempunyai rumah yang mempunyai ruangan tersendiri untuk menaruh koleksi buku2 saya dan saya bisa membaca di ruangan tersebut tanpa di ganggu oleh siapapun. Bahkan ini mungkin sudah bisa di bilang menjadi obsesi. Dan saat ini, saya ingin sekali mempunyai tempat semacam toko buku yang digabung dengan sebuah kafe yang sangat nyaman sehingga kita tidak cuma bisa membeli buku atau membeli makanan & minuman tapi kita juga bisa membaca sambil menikmati minuman & makanan yang kita pesan. That’s my passion..

  39. Ajeng Melani

    Sepertinya buku ini "gw banget". Secara setelah umur 28 ini, masih belum yakin passion hidup gw sebenernya apa. Dari mulai kecil dicekokin untuk selalu berprestasi, dan sampe lulus kuliah ngerasa "tersesat". Baru setahun yang lalu saya berani untuk ambil keputusan untuk mencari apa sebenernya "passion" saya dengan give up my career jadi pengangguran dan menjalani apapun yang bikin saya suka. Amazingly saya malah nemu hal baru yang bikin saya menjalani hidup dengan semangat lagi, yaitu "cake baking"… nah jauh banget dari segala kemampuan akademis yang saya punya selama ini… sampe dikatain kalo cuma mau bikin kue ngapain sekolah tinggi. Tapi what a hell, it’s my life and I’m happy with it, guess I will assure myself does patisserie really is my passion of life.

  40. “’Do not enter without desire. Whatever book you open, whatever words you acquire, do not enter them without a desire to help the person next to you—any person, the other person. And it’s your choice, mine, that person should be an enemy or an ally. A friend or foe. A person who can do you harm or a person who can give you the greatest, a noblest gift that the person can receive—the worthiness of your life.’”—Elie Wiesel Bagaimana jika Anda melakukan kesalahan? Apakah hal lainnya dalam hidup Anda terguyur imbasnya? Lalu Anda takut melakukan hal lainnya. Ketakutan untuk berbuat salah dan gagal mulai menyatroni Anda. Lalu kegentaran untuk mengambil risiko mulai mengemudi kehidupan Anda. Anthony Robbins bertutur bahwa kegagalan-kegagalan Anda cuma berlangsung sementara. Tidak selamanya.Kegagalan-kegagalan membuat Anda gila, padahal Anda bisa belajar dari kegagalan. Bagaimana seseorang yang terpenjara tidak gila, sedangkan orang yang bebas, menjadi gila? Kekandasan kecil Anda tidak sebanding terhadap “kegagalan-kegagalan” orang besar. Bagaimana Elie Wiesel tetap waras ketika di bui Auschwitz (Oswiecim)?Elie Wiesel menanggapi, “’My passion for study, which a complete my whole life to this day, is not to save me, but to save my sanity. People asked me, ‘How do you survive?’ I don’t have the answer. But when they asked me, ‘How do you remain sane?’ I have the answer. It is thanks to my passion for study. I kept on studying. Therefore, somehow I got an anger and a basis. I felt that I’m not alone. When you study, you are not alone. Voices of writers, scholars, teachers, guides, mentors, voices of centuries and centuries ago, reverberating yours. And you have the right to dialogue with them.’”Lalu, apakah gairah (desire, passion) Anda pudar setelah Anda berbuat salah? Ide-ide Anda seperti sedang tertutup awan gelap. Anda serba salah. Your wisdom becomes your whisky. Ini salah. Itu salah. Tetapi, kadang butuh tersesat jauh sebelum sampai ke jalan yang benar. Paradoksnya, kadang butuh tenggelam pada kebenaran mendalam sebelum tersesat. Sayangnya, kata hasrat (passion, desire) berasal dari bahasa Latin pati, yang berarti menderita. Jadi, berhasrat sama dengan menderita. Tetapi itu tidak apa-apa. Orang gelisah itu sehat.’What if you want to help people, while you’re in a mess? You think you can help them in spite of your condition or your agenda towards them. You felt a desire to help them. But that desire is questionable. And that desire is only burning low.”Mr. Norman Mailer said, “The elements of mania and depression are diminished. Writing is a serious and sober activity for me now compared to when I was younger. The question of how good are you is one that really good novelists obsess about more than poor ones. Good novelists are always terribly affected by the fear that they’re not as good as they thought and why are they doing it, what are they up to?’“’It’s such an odd notion, particularly in this technological society, of whether your life is justified by being a novelist. And the nice thing about getting older is that I no longer worry about that. I’ve come to the simple recognition that would have saved me much woe 30 or 40 or 50 years ago—that one’s eventual reputation have very little to do with one’s talent. History determines it, not the order of your words.’”’Do you buy-in into it? That whatever happens to you, it doesn’t affect your talent. Yet, it’s rather a choice: that you do something with your talent although you’re doing mistakes, or you do something because you desire to do it in truth. Perhaps you think you do it to help people or they could help you. But, you might be weighed in the balances and are found wanting. Which one is more important: writing for living, or living the writing? Even though both are necessary, but the latter is more essential.”What excites you? What is the one thing that if you do it you are sure you will not fail? You’d better do it. Whatever the cost may be.’ Betapa pun menjulangnya rasa gengsi. Siapa pun orang yang kepadanya Anda berani merendah dan belajar. ‘When you enter it with desire, a desire to help in truth’, mata Anda akan bersinar. Anda akan berani. “’Man is only great when he acts from his passions.’”—Benjamin Disraeli

  41. Ike Yuliana

    sepertinya saya akan merasakan de javu..waktu SMA saya anak IPA dengan tingkat kepintaran yang bisa dibilang labil up and down..masuk IPA karena kedepannya bisa kerja di bidang apa saja, dan bisa masuk jurusan kuliah sesuka kitaselepas SMA saya masuk jurusan Komunikasi ternyata, yang sama sekali jauh dari dunia IPAselepas kuliah saya malah bekerja sebagai seorang AdministrasiPassion saya sebenarnya ke arah yang berbau seni,kreatif,daya ciptasaya pengen jadi seorang penulis novel, designer dan seorang Editor Majalah (waw..gak cukup satu)really heart that..kadang sekarang ngerasa susah buat wujudin apa yg udah menjadi passion saya dari awalkerja di belakang meja its not the real me semata-mata saat ini karena materi..padahal pekerjaan itu seharusnya yang kita cintai, jadi tidak ada perasaan tertekan.in a good way..saya masih bersyukur dengan apa yang ada sekarangpassion is passion sebisa mungkin saya gak akan kehilangan arah dari passion saya sebenernyadan pengen banget bisa diwujudkan 🙂

  42. passionku adalah sebagai seorang psikolog..knapa aku mau jadi seorang psikolog? karna aku pengen menolong orang yang ‘terganggu’..karna spti yg kita tau, banyak orang yg gila, dan akhirnya mereka tak bisa jadi apa2..percuma kalo generasi2 penerus mengalami gangguan di tengah2 jalannya..passion yg kedua adl, ketika aku lulus S1 nanti, aku mau melanjutkan S2, dan nantinya aku akan berjuang untuk kesuksesanku, hingga aku dapat membangun TK untuk anak2 yg tak mampu..kenapa TK? karena aku ingin menjadi psikolog anak, krn kepribadian seseorang itu dimulai dr sejak dia kecil dan dari lingkungan sekitarnya..selain itu karena aku bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang yg membutuhkan..menghadapi anak kecil bukanlah hal yg mudah..butuh kesabaran yg ekstra untuk menghadapi seorang anak kecil..

  43. Mirza

    Passion ku mau bikin banyak sekolah gratis n penampungan anak-anak yatim/yatim piatu,panti jompo n penampungan buat tuna wisma sekaligus buka wirausaha yg bisa dikerjain para tunawisma itu..passion ku cukup dengan membuat orang lain bahagia maka dengan itulah passion ku didunia ini tercapai..

  44. Fitri Wiradarya

    Passion aku jadi sutradara film merangkap penulis novel. Passion yang udah menghantui aku dari kecil. Walau sekarang sebenernya udah kuliah dan tempat aku kuliah gak ada hubungannya dengan dua itu, tapi passion itu sekarang berubah jadi obsesi yang gak akan pernah aku hapus. Everything is still possible. Toh jadi penulis gak perlu kuliah di bidang sastra. Toh jadi sutradara bisa dipelajari nanti di S2, mungkin. Aku yakin, suatu saat nanti aku bakal menjadi apa yang aku mau. Passion aku pasti bisa jatuh ke tangan aku.

  45. putri nidya

    passion menurut saya itu kesenangan akan sesuatu yang membuat kita bergairah. merasa tertarik akan sesuatu, misalkan salah satu bidang tertentu dan sangat bergairah memperdalamnya. passion saya sewaktu sekolah dulu yaitu matematika karena memang bisa dibilang matematika itu pelajaran yang tidak memerlukan keahlian menghafal. jujur saya adalah orang yang tidak rajin belajar apalagi menghafal karena setiap pelajaran menghafal saya selalu kesulitan. seperti contoh ketika saya menghafalkan nama-nama negara atau pasal-pasal saya sangat susah, saya sampai harus menggunakan nada-nada atau singkatan untuk mempermudah menghafalkan. balik lagi ke passion saya, matematika menurut saya cocok untuk saya anak yang bisa dibilang pemalas. saya hanya perlu menghafal 1 rumus kunci, selanjutnya bisa suka-suka saya mengotak atik rumusnya untuk menyelesaikan soal. tidak seperti pelajaran ips yang harus tepat menghafalkan. saya selalu bergairah setiap mendapat pr matematika (dasar anak yang aneh ya saya…) atau esok harinya akan ada pelajaran matematika. walaupun kebanyakan guru matematika itu sangat galak saya tidak pernah takut. saya siapkan mental dan senyum terbaik untuk guru saya jika saya salah mengerjakan soal dan dimarahi.teman-teman semuanya, ayo cari tau apa yang menjadikan teman-teman bergairah?senangilah sesuatu dengan ikhlas dan bergairahlah.selamat bergairah……semangat kawan…

  46. Regina Sari Theresia

    Passion ku adalah setelah lulus kuliah adalah terjun di bidang public relations, yaph be a profesional with it because i really loves it. Bertemu org banyak, punya banyak klien yg brbgai karakter shg bs bljr mcm2 karakter org. PR bahkan sdh jadi cita2ku sejak sma lho dan di kuliah skrg PR adalah pilihanku. Pekerjaan yang sangat menantang dimana kita nantinya para PR adalah jadi wajah dr perusahaan. Cepat tanggap trhdp semua issue, berpikir cepat dan bertindak kritis terhadap krisis yg bs trjd kpn aja dan menjaga opini dan image baik dari perusahaan dan klien kita di mata masyarakat. Jangan lupa kontribusi masyarakat adalah penting. Setelah pengalaman cukup menjadi seorang profesional PR tiba waktunya mewujudkan passion terbesar yaitu membangun PR consultant sendiri, membuat lapangan pekerjaan utk org lain sehingga ilmu yang aku punya sbg PR professional bisa aku share sama para karyawanku nanti 🙂

  47. Regina Sari Theresia

    Passion ku adalah setelah lulus kuliah adalah terjun di bidang public relations, yaph be a profesional with it because i really loves it. Bertemu org banyak, punya banyak klien yg brbgai karakter shg bs bljr mcm2 karakter org. PR bahkan sdh jadi cita2ku sejak sma lho dan di kuliah skrg PR adalah pilihanku. Pekerjaan yang sangat menantang dimana kita nantinya para PR adalah jadi wajah dr perusahaan. Cepat tanggap trhdp semua issue, berpikir cepat dan bertindak kritis terhadap krisis yg bs trjd kpn aja dan menjaga opini dan image baik dari perusahaan dan klien kita di mata masyarakat. Jangan lupa kontribusi masyarakat adalah penting. Setelah pengalaman cukup menjadi seorang profesional PR tiba waktunya mewujudkan passion terbesar yaitu membangun PR consultant sendiri, membuat lapangan pekerjaan utk org lain sehingga ilmu yang aku punya sbg PR professional bisa aku share sama para karyawanku nanti 🙂

  48. Virgilia

    errr…… sepertinya saya satu2nya yang dari jurusan bahasa. karena di sekolahku ada 3 jurusan IPA, IPS, dan Bahasa. aku pilih bahasa karena gak bisa matematika dan sulit menghapal….klo di bahasa, saya hanya perlu memahami penggunaan bahasanya dan yang paling penting, saya gak ngerasa kayak lagi sekolah. Language is my passion. I just finished my school (jurusannya lagi2 berhubungan dengan bahasa asing), and I love my life… satu2nya cara biar ilmu bahasaku gak kadaluarsa, aku pengen jadi guru….. ada yang berminat hire? hahahahahaha….. joudan!kayak gak ada beban waktu ngejalanin semuanya……and now, it’s time for u to find ur passion…..

  49. dian

    passion-ku sepertinya ngurus anak jadi ibu rumah tangga ya.. soalnya aku suka ngerjain yang printil-printil dan detail, and i loooove doing all of this so muach. 🙂

  50. Inez

    Aku lagi di tengah-tengah masa SMA, dan masuk ke jurusan IPA aku merasa salah ‘nyemplung’ karena nggak suka berlogika. Pengennya tuh, nggak usah milih IPA/IPS. Dua hobi yang nggak bisa aku tinggalin adalah menulis dan mempelajari film biar masih awam, keduanya bikin aku survive di IPA. Sebenernya juga aku masih belum yakin itu passion atau hanya jalan ‘escape’ dari rutinitas aja. Frankly, i love both! I enjoy every minute of it. Aku mau banget buat sesuatu yang bermanfaat dari keduanya buat orang banyak. Nggak hanya sebagai yang pasif aja.

  51. passionku? hmm dari SMA aku belom tahu aslinya apa yang aku minati mbak. karena yang aku tahu aku gak suka sama IPA dan menghindari hitung-hitungan.setelah aku menjadi mahasiswi passionku ingin masuk ke manajemen pemasaran. dan finally! aku menemukan apa yang sebenarnya aku inginkan dan sesuai dengan karakterku. i love communication things and wanna being public relations officer 🙂

  52. Anonymous

    awalnnya aku ngga tau apa passion ku, tapi setelah SMA aku baru nyadar kalo passion ku sebenarnya adl menjadi pemain dan pelatih alat musik karawitan. aku mulai berlatih karawitan sejak SD karena terpaksa dan menganggap karawitan itu kuno. tapi saat SMA kemampuan bermain karawitanku jd bkembang dan aku mulai senang memainkannya. dan menurutku karawitan itu cool banget,ngga gampang memainkannya dan aku belajar banyak hal slma 9thn dr karawitan..setelah setaun ngga prnh latian gara2 sbuk kuliah rasanya jd kangen main karawitan 😀

  53. Azrina Ghea Permata

    my passion.. mungkin masa2 sma pantas banget d bilang masa "ngambang". karena waktu sma saya memang "ngambang" blum tau apa passion ku itu. tapi tanpa di sadari, sebenarnya passion itu udah ada jauh sebelum masa sma. sebenarnya passion-ku sama banget kaya mbak Sitta lho! i love writing n drawing! tapi sayangnya aku telat menyadari itu. dan sekarang jurusan kuliah ku "nyasar" dari passion-ku itu..tapi aku gak nyesel kok. karena ada banyak jalan menuju roma, ada banyak jalan menuju impian itu. walau nyasar, tapi gak nutup kemungkinan kan, untuk aku terus melakukan passion-ku itu.. so im keep going! nobody can stop this girl!

  54. lauren joanna

    dari umur 11th, saya sdh menetapkan passion saya dlm bidang tenis. saya mau menjadi pemain tenis dunia seperti serena williams & roger federer. tp saat saya umur 14th, saya yg mulai tertarik mmbc novel (novelnya kak Sitta Karina) saya jd tertarik untuk menulis cerita jg mendesign baju (karena di novelnya kak Sitta sering mendeskripsikan baju apa yg sdg dipakai karakter..) skg saya msh mncoba mncari passion saya yg sbnarnya di bidang olahraga atau seni 🙂 smoga nnti di kls 11 saya bs mnemukan passion saya dgn msk jurusan ips

  55. pratiwi

    Mungkin sama seperti Mbak Sitta, waktu SMA saya merasa masuk IPA sangat keren dan juga merasa kemampuan otak saya lebih dari teman-teman di IPS, selain itu dengan saya masuk IPA saya beranggapan akan mudah masuk Perguruan Tinggi (PT) yang saya mau. Saat saya kuliah, saya menekuni bidang Akuntansi yang menjadi pelajaran utama teman-teman di IPS. Setelah saya lulus kuliah saya bekerja sebagai Sales Administrasion. Waktu SMA, teman saya meminjamkan novel, dalam setiap tulisan di tiap lembar halaman saya merasa terbawa dalam alur cerita tersebut. Bagaimana bisa seorang penulis dapat bercerita sehingga membuat pembacanya terbawa. Mulai dari situlah saya mulai membaca dan mengoleksi novel sampai sekarang. Dan ketika saya kuliah saya menyadari passionsaya adalah menjadi penulis, dengan menjadi penulis saya bisa bercerita kepada semua orang, paling tidak saya bisa mengeluarkan uneg-uneg dalam hati. Setidaknya sekarang saya mulai menulis untuk diri sendiri terlebih dahulu ^_^

  56. Allysa Risnandyan Rahmi

    pas kelas 1 SMA saya memilih jurusan IPA karena ngerasa bisa dan gengsi juga donkk hehehe…tapi ketika pertengahan kelas 2 SMA,saya jadi tau passion saya yang sebenarnya : bisnis dan marketingini juga ketemunya gak sengaja,ketika saya ditunjuk oleh teman2 utk jadi ketua divisi dana usaha pensi sekolah.Untuk mendukung passion saya,saya mencoba berbagai cara mulai dari langganan majalah bisnis,ikut komunitas wirausaha,sampai mencoba untuk berbisnis coklat secara kecil-kecilan di sekolah.Saya juga memutuskn untuk mengambil kuliah di jurusan manajemen agar bisa lebih mendalami passion saya.Namun orangtua sempat gak setuju dengan langkah saya ini,karena mereka berharap saya bisa menjadi dokter.Alhamdulillah,setelah berdebat panjang dengan orangtua,mereka akhirnya mengizinkan.Sekarang saya sudah semester 3 jurusan manajemen FEUI.saya semakin mantap dalam menjalani passion saya ini 😀

  57. Mustika Nurdiati

    Hal yang aku suka dari kecil adalah bisa membuat orang lain mengerti dengan apa yang aku jelaskan, dan akhirnya aku memilih untuk jadi seorang guru. Absolutelly teacher not a lecturer. karena menurut aku jadi guru itu berbeda dengan dosen.Dan setelah 2 tahun kuliah di jurusan pendidikan (dan sekarang pun masih kuliah), aku akhirnya benar-benar yakin kalau Passion aku memang mengajar dan menjadi guru. Guru di daerah pedalaman yang mengajari anak-anak mulai dari nol sampai mereka benar-benar bisa menjadi ‘seseorang’ nantinya.:D

  58. yeni mayasari

    well, bicara soal passion…waktu SMA, aku yakin bahwa aku anak IPA banget, sejak SD-SMA klas 2 aq nguasain matematika bgt, tapi kurang di pelajaran fisika, dan aku sempet berfikir enak masuk IPA ya bisa pilih jurusan waktu kuliah antara bidang IPA dan IPS sedangkan IPS cuma bisa pilih bidang IPS aja, lagian ilmu hapalanku kurang banget malah terkesan aku orang yang pelupa.Eh ga nyangka ternyata waktu kuliah, aku malah ambil jurusan yang sebenarnya bidang IPS atau bahasa (jadi berfikir saat itu buat apa aku susah-susah belajar namanya fisika, kimia, matematika yang njilet banget disekolah..Tapi setelah berjalan 1 semester sempet berfikir juga, salah ga sih aku masuk jurusan komunikasi, bahasa aja ga nguasai, sebenarnya sempet berfikir untuk moving ke jurusan lain, tapi ga ada yang cocok di Univ itu. Tapi setelah masuk tahun ke 3 aku baru menyadari ternyata ga salah aku masuk komunikasi karna ada pilihan jurusan advertising dimana disana aku diajari art yang memang hobiku sejak kecil.Thanks GOD…. ternyata aku ga salah ambil waktu itu…

  59. passion? satu kata yang baru aku tahu artinya selepas SMA, waktu aku SMA sampe kuliah semester dua, aku yakin bahwa aku adalah anak IPA, tapi setelah sekarang, aku sadar betul bahwa passion saya sangat bersimpangan jauh dengan eksakta, saya jatuh cinta pada ilmu sosial. Bahkan sempet pengen banting setir untuk menjajaki ilmu filsafat dan ganti jurusan. Bayangkan dari kimia ke filsafat. Walaupun sekarang gak jadi, heheetapi satu passion yang saya yakini ga pernah berubah adalah menulis. Yup, itu salah satu pilihan yang bisa dibilang "tercebur" tapi malah sanggup berenang paling dalam.passion? maybe we can freely dare ourself what to choose 😀

  60. Luky Puspitasari Nugroho

    Setelah kurang lebih 2 tahun kuliah di jurusan arsitektur, aku menyadari kalo aku cenderung tertarik ke desain interior. (salah satu turunan dari arsitektur selain lansekap, konstruksi, dll). Dan aku menganggap interior designing sbg passionku. 🙂

  61. jati

    passion aku (apoteker), sebenrnya udah pas sama skolah aku sekarang yaitu farmasi, aku juga baru nemu passionnya juga pas udah masuk skolah, tapi nggak tau knp aku nggak maksimal banget buat blajar di skolah :DDD

  62. dina

    passion Qu slm ni pngen tau, bisa ngelola dan tentunya punya lahan pertanian ‘n peternakan yg luas. yg bisa jd lhan pkerjaan bwt smua org. yg bs jd modal bwt qu mndrkn skolah gratis tp berkualitas bg ank2 Indonesia. mungkin sulit tp dina yakin jln yg dina sdang lalui saat ni mnju k arah sana….

  63. passion saya adalah saya ingin jadi seorang manajer di sebuah hotel, ingin mempelajari seluk beluk hotel. tapi keinginan saya ingin menjadi seorang duta besar RI untuk perancis atau Jepang mungkin.. 😀

  64. putripii

    passion aq adl jadi guru..aq pngen bgt jd guru,,tp aq jg pngen bgt sbnernya jd arkeolog.. 🙂