Semangat Berolahraga? How?


blog sittakarina - semangat berolahraga

Semangat berolahraga tiap hari bukan lagi hal yang mustahil.

Pesta dan event olahraga yang makin menjamur, mulai dari Jakarta Marathon sampai Olimpiade selalu jadi wake-up call kita bahwa olahraga nggak hanya penting tapi juga sudah jadi bagian dari fitrah manusia untuk bergerak. Euforianya seru, seseru ribuan selfie yang terjadi pada momen penuh kemenangan itu. Sayangnya, urusan menjadikan olahraga bagian dari kehidupan kita sehari-hari, rasanya berat banget. Alasannya beragam, dari yang segamblang malas—ikat tali sepatu olahraga aja sudah termasuk olahraga!—sampai sibuk.

Saya pun begitu, setidaknya dulu saat masih lajang. Yang namanya mengumpulkan semangat berolahraga penuh dengan drama dan suka-dukanya: saat SMA doyan merokok dan icip liquor, selama masa kuliah tubuh dihajar ngerjain tugas lab sampai begadang berhari-hari, sampai kini jadi ibu rumah tangga yang harus sigap 24/7 menjaga dua anak balita (sambil berusaha tetap menulis sesuai batasan deadline).

Dari perjalanan di atas, bisa saya simpulkan bahwa untuk memiliki semangat berolahraga yang solid, ternyata bisa diupayakan. Caranya adalah dengan “start off small”; mulai dengan hal mudah dan goal yang tidak muluk. Untuk ini, saya selalu berusaha:

  1. Mulai di pagi hari. Semakin lama menunda waktu olahraga, hari pun akan semakin siang. Biasanya, makin siang bikin semangat berolahraga makin pudar.
  2. Tanamkan “tidak berolahraga = tidak sehat”. Kondisi tidak sehat ini dimulai dengan tubuh jadi makin gemuk, perut mulai sering merasa bloating, dan risiko-risiko penyakit berat seperti diabetes, penyakit jantung koroner, dan kanker yang akan mengintai.
  3. Siapkan musik seru untuk workout. Pilih lagu yang aktif dan upbeat. Bisa coba “I Gotta Feeling”-nya Black Eyed Peas atau “On The Floor”-nya Jlo, or any friggin’ awesome music that will kickstart you anytime!
  4. Tidur cukup pada malam sebelumnya. Kurang tidur cuma bikin kamu lemas, pusing, dan malas di pagi harinya. Not a wise choice for your beauty either.
  5. Kostum dan peralatan olahraga yang OK adalah wajib punya . Pilih running shoes yang tepat. Jangan beli kacamata renang “KW”. Padu-padan baju olahraga yang bikin kamu “feel good, & look good”leggings, sport tank, dan windbreaker jacket. Jangan hanya mengenakan kaos bekas dan short belel.
  6. Sedikit kopi sebelum memulainya. Kafein pada kopi membuat kita semakin on fire saat berolahraga, tak hanya dari segi tenaga tapi juga semangat.
  7. Tentukan target realistis. Apa tujuanmu berolahraga? Jika ingin menurunkan berat badan, pastikan target angka yang akan kamu tuju tidak membuatmu malah makin stress. 2 kg dalam sebulan masih OK—dan malah jadi penyemangat untuk rutin bergerak.
  8. Lakukan beragam jenis workout dan pilih yang paling kamu suka. Kalau belum pernah berolahraga lagi dalam periode waktu yang lama, coba lakukan workout ringan dulu. Mulai dengan power walk 15 menit. Ketika tubuh sudah terbiasa dengan tantangan ini, ganti dengan lari. Mulai dengan 1K, 3K, sampai 5K. Jika sudah mulai bosan dengan jalan dan lari, coba tantangan lainnya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi lagi seperti:

Jadi, 15 menit tiap hari harusnya cincay lah ya 😉

Apa saja yang kamu lakukan untuk memupuk semangat berolahraga secara rutin? Please do share!

*) Feature image via Travelshopa


Tags: ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


2 Responses

  1. Rach Alida – Kuncinya di niat & tidak menunda, Mbak. Saya olahraga tiap hari 30-60 menit. Sneakers ada di bawah meja kerja. Tapi, begitu asyik di depan laptop dengan kopi, rasanya susaaaah banget untuk mulai (workout), padahal saya suka olahraga. Akhirnya saya niatkan: olahraga setelah antar anak sekolah. Setelah itu baru kerjakan yang lain. Semoga bisa dicoba ya 🙂