Cara Mendapatkan Uang dari Menulis Cerpen


Blog Sitta Karina - Cara Mendapatkan Uang dari Menulis CerpenJerih payahmu ada hasilnya.

Bagi mereka yang doyan menulis, kegiatan membuat cerita dan karya tulis lainnya sudah menjadi rutinitas tak terlewatkan.

Bahkan, sebagian penulis akan tetap menulis walau pada kenyataannya ia tak mendapatkan bayaran sepeser pun ketika karya tersebut dinikmati pembaca.

Well, semua ini bisa berubah, kok.

Sebagai hobi maupun pekerjaan profesional, kita bisa mendapatkan honor dari kegiatan merangkai kata dan rasa ini. Dengan kata lain, cerita dibayar sepantasnya.

Namun, beda zaman tentunya beda pendekatan.

Jika dulu—era digital belum booming seperti sekarang—cara mendapatkan uang dari menulis cerpen cukup dengan mengirimkan karya tersebut ke media dan menunggu untuk dimuat.

Ada rasa cemas serta penuh harap ketika menunggu kabar dari media, apakah tulisan kita akan muncul pada edisi berikutnya atau malah berakhir di tong sampah.

Lantas, bagaimana dengan masa kini?

Sebagian orang menganggap masa kejayaan cerpen telah lewat seiring dengan berkembangnya internet. Karena, mereka yang tadinya betah berjam-jam menikmati buku kini beralih ke browsing tanpa akhir.

Tapi, apakah benar begitu?

Minat baca rupanya memang mengalami penurunan, tetapi ini lebih disebabkan oleh maraknya media sosial yang tumbuh secara massif beberapa tahun belakangan.

Baca juga: 4 Langkah Membuat Cerpen Liburan Berkesan

Kabar baiknya, walau konsentrasi seseorang ketika membaca jadi terbagi-bagi—sesekali mengintip medsos yang mudah diakses via ponsel—mereka tetap suka membaca cerita.

Apalagi cerita pendek yang dirasa lebih to the point dan cepat selesai 🙂

Jadi, penulis jangan merasa khawatir akan kehilangan basis pembacanya di zaman internet seperti ini. Ia justru bisa menuai manfaat dari tren yang sedang berlangsung!

Setelah selesai menyusunnya, berikut cara mendapatkan uang dari menulis cerpen yang bisa dicoba:

1. Kirim cerpen ke majalah dan koran

Ini cara mendapatkan uang dari menulis cerpen yang masih populer dilakukan. Walau format media telah berubah bentuk menjadi digital, sebagian masih tetap menerima kiriman cerpen berkualitas dari para pembacanya. Honor yang diberikan pun beragam. Media besar seperti Kompas, Media Indonesia, serta Majalah Femina biasanya akan memberikan bayaran yang lebih OK.

2. Buat buku kumpulan cerpen

Karena hak cipta sebuah karya ada di tangan penulis, setelah cerpen dimuat di media cetak, biasanya penulis dapat menerbitkannya menjadi buku kumpulan cerpen. Proses penerbitannya bisa dilakukan secara mandiri (self-publish) maupun menggandeng penerbit. Selain itu, kumpulan cerpen dapat dirilis dalam bentuk buku cetak, e-book, maupun keduanya.

3. Kirim cerpen ke situs penulis artikel

Bila penulis enggan menerbitkan sendiri cerpennya, alternatif lain adalah mengirim tulisan tersebut ke situs penulis artikel seperti Vebma dan Basabasi.co. Karya yang diterima di kedua situs tersebut tak hanya berupa non-fiksi, melainkan juga fiksi.

4. Muat cerpen di blog pribadi yang dipasang iklan

Nah, ini cara yang bisa kamu coba dan cukup menjanjikan! Syarat utamanya adalah miliki blog pribadi dulu, kembangkan situsnya, dan  monetisasi dengan cara menyediakan spot iklan mandiri maupun mendaftar Google Adsense. Setelah itu, kamu bisa mulai memajang karyamu sendiri di blog tersebut.

Walau honor menulis cerpen sering kali tidak sesuai dengan harapan (ada yang cuma dapat Rp20,000,- per cerita!), profesi ini tak pernah sepi peminat.

Selain karena menulis sendiri merupakan kegiatan menantang sekaligus mengasyikkan (dan mereka akan tetap menulis walau tidak dibayar), banyak pengarang yang tak cuma hidup dari profesi menulis saja. Demi memenuhi kebutuhan hidup, sebagian menjadikan ini profesi sampingan.

Cerpen akan selalu mendapat tempat khusus di hati pembaca. Apalagi, di tengah hiruk-pikuknya kehidupan serba cepat, menenggelamkan diri sejenak dalam cerita bagus terasa memuaskan 😀

Ada cara mendapatkan uang dari menulis cerpen yang pernah kamu lakukan selain di atas?

Apa saja tantangan dalam menjalaninya?

 

*) Feature image via Glitter Guide



Leave a Comment

  • (will not be published)