4 Cara Menulis Novel yang Mudah Bagi Penulis Pemula


Blog Sittakarina - 4 Cara Menulis Novel yang Mudah Bagi Penulis PemulaNggak bengong lagi di depan komputer.

Novel yang bagus akan membuat kita tenggelam dalam kisahnya.

Deg-degan nonstop mengikuti lika-liku kisah cinta Lara Jean di To All the Boys I’ve Loved Before maupun gemas mendengar celoteh Dilan terhadap Milea di Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990. Intinya, kita ikut merasakan apa yang dialami para tokohnya.

Ketika kita sangat menikmati membaca sebuah novel, apa pun genre-nya, rasanya pengin bisa membuat cerita sebagus itu.

Sayangnya, kita nggak cukup PD.

Bayangkan, selama ini bukan “anak bahasa”. Terus, nggak pernah ambil kuliah sastra pula.

Tapi, punya hasrat besar untuk menulis merangkai adegan-adegan cerita hanya bermodalkan ide di kepala.

Ingin bisa seperti Jenny Han, Pidi Baiq, bahkan penulis best seller J.K. Rowling!

Pertanyaan yang kerap muncul adalah:

Apakah harus mulai dari bab 1?

Apakah format penulisan harus sesuai dengan kaidah dan cara menulis novel?

Apakah harus sering—dan suka—membaca?

Serta, apakah harus menyukai pelajaran Bahasa Indonesia (padahal ini termasuk mata pelajaran tersulit)?

Apakah harus sering menulis di Wattpad?

Tidak ada aturan saklek tentang cara menulis novel yang 100% harus diikuti selain:

  • Cerita novel berupa fiksi
  • Struktur plot terdiri dari awal – tengah – akhir
  • Memiliki tokoh utama, tema, dan latar

Di luar itu, jika kita tak ingin menyusun cerita dari bab 1, no problemo.

Baca juga: Pengalaman Pribadi Jadi Cerita? Ini Triknya

Format penulisan tidak harus selalu sama dengan cara menulis novel zaman dulu—kini bahkan bermunculan cerita dalam formal email!

Kesukaan terhadap menulis biasanya lahir dari kegemaran membaca. Secara natural, penulis yang doyan membaca akan lebih mahir merangkai kata dan adegan saat bercerita. Yes, your choice.

Menyukai Bahasa Indonesia mendorong kita mempelajari lebih jauh kosa kata dan grammatika bahasa sehari-hari ini. Ingat, sering kali bukan Bahasa Indonesianya yang tidak kita sukai, melainkan cara guru mengajar bahasa tersebut sehingga terasa rumit dan membosankan.

Tak hanya indah, berbahasa Indonesia yang baik dan benar memperlancar komunikasi.

Dan bercerita merupakan salah satu bentuk komunikasi 😉

Posting di Wattpad bukan keharusan bagi penulis novel. Namun, jika ingin mengembangkan komunitas pembaca dan menguji seberapa likeable karya kita, Wattpad bisa menjadi pilihan.

Bagi penulis pemula, yang penting adalah menemukan cara menulis yang nyaman sesuai preferensi pribadi.

Oleh karena itu, tips menulis novel bagi pemula amat sederhana dan mudah diikuti.

Setelah kita tahu genre cerita apa yang ingin kita geluti (bisa horor, romance, literatur remaja), ikuti langkah menulis novel berikut:

1. Rumuskan ide utama cerita

Tulis satu per satu ide-ide yang seliweran di kepala. Setelah itu, pilah ide tersebut. Tidak semua ide harus diubah menjadi cerita. Tips: rumuskan ide dalam satu kalimat berstruktur lengkap untuk memudahkan penyortiran.

2. Tentukan tokoh utamanya

Dalam sebuah cerita, tentu ada tokoh utama yang menggerakkan cerita tersebut. Sebelum cerita melebar ke mana-mana, pastikan kita tahu siapa tokoh utama dan karakter si tokoh yang akan ditonjolkan. Inilah awal dari karakterisasi yang kuat.

3. Buat plot besar: awal-tengah-akhir

Banyak penulis pemula malas membuat garis besar atau kerangka cerita dan langsung menulis. Pokoknya, biarkan cerita mengalir, deh! Padahal, membuat kerangka plot sesimpel apa kejadian utama di awal, tengah, maupun akhir sangat bermanfaat untuk kelancaran proses kreatif.

4. Mulai menulis

Mulai menyusun kisah dengan lepas dan terus eksplorasi gaya berceritamu dari waktu ke waktu. Terapkan “write first, edit later”. Mulai dari bab dan struktur plot yang memang ingin digarap lebih dulu. Tidak harus dari bab pertama. Tetap aplikasikan prinsip menulis dengan cara mengalir tanpa kekangan, namun kini sudah memiliki pijakan yang jelas, yakni plot besar yang sebelumnya sudah kamu tentukan.

Tidak sulit ‘kan cara menulis novel di atas?

Setelah terbiasa dengan pendekatan di atas, latih diri untuk menulis produktif. Luangkan waktu untuk menulis sesuai jadwal sehari-harimu. Jangan tunggu tersisanya waktu luang, karena besar kemungkinan itu takkan terjadi di tengah kesibukanmu.

Ketika sudah ada ide, cara menulis novel seperti apa yang paling kamu suka selama ini?

 

*) Feature image: LUM3N via unsplash.com



Leave a Comment

  • (will not be published)


6 Responses

  1. newbie

    Thanks, ur tips gotta make me feels so close with how to become a good writer soon (i wish!)

    Reply
  2. Bener banget, separuh waktu saya sebenarnya habis untuk menyusun plot cerita dari awal sampai dengan akhir, beserta riset-riset awal yang diperlukan. setengahnya lagi saya gunakan untuk mengembangkan cerita, mulai menulis bab per bab, sampai dengan riset lain yang kebetulan memang harus saya lakukan/butuhkan.

    Reply
  3. dita

    halo mba sitta aku suka sekali sama novel dan gaya penulisan mba sitta.
    apa mba sitta ada rencana untuk menerbitkan novel baru lagi? aku kangen baca novel mba sitta 🙁

    Reply
  4. selly

    aku suka tulis novel dengan media nya hp di app wa**pad
    pas aku publish, lumayan ada yg baca dan komen
    hanya saja terlalu sepi respon dari pembaca membuat aku urung dan meng’unpublish ceritanya
    seperti kehilangan rasa percaya diri.. cuma aku tak akan bosan untuk tetap berkarya mungkin tak sekarang, mungkin nanti. Semoga aku bisa sesukses kk Sita

    Reply
  5. Thx udah sharing mba. Aku udah nulis novel dari remaja. Tapi ya gitu ngalir aja tanpa nyusun plot. Makin tua kebanyakan ide cuma masuk dalam draft.

    Baca ini jadi semangat lagi buat nulis novel lagi. Buat dinikmati.

    Reply