Cerita Fiksi dan Non-Fiksi, Perbedaan dan Contohnya


blog sitta karina - cerita fiksi dan non-fiksi perbedaan dan contohnyaApa, ya, perbedaan utamanya?

Begitu banyak buku yang tersusun di rak toko, perpustakaan, maupun seliweran di online shop. Sebagian jadi rekomendasi book club yang kita ikuti. Beberapa sampai di kamar dan jadi teman kita menghabiskan waktu luang.

Dari koleksi buku tersebut, setidaknya ada dua jenis yang biasa kita baca sehari-hari, yaitu cerita fiksi dan non-fiksi.

 

Perbedaan Cerita Fiksi dan Non-Fiksi

Buku berupa cerita fiksi merupakan karya tulis hasil rekaan atau imajinasi penulisnya.

Bahasa yang digunakan dalam sebuah fiksi tidak selalu lugas, melainkan juga menggunakan kiasan dan kata-kata bermakna konotasi (makna lain dari makna yang sudah ada). Dengan penyajian seperti ini, karya fiksi mampu melibatkan perasaan pembacanya hingga jadi menarik untuk diikuti.

Walau tulisan fiksi dibuat berdasarkan imajinasi, bukan berarti karya ini mengesampingkan hal-hal yang bersifat masuk akal, sesuai urutan waktu (kronologis), serta mengacu pada fakta.

Banyak  karya fiksi yang ternyata terinspirasi dari kejadian nyata, seperti Saman karya Ayu Utami.

Berbeda dengan fiksi, karya non-fiksi adalah tulisan yang dibuat berdasarkan data, pengamatan, dan fakta, serta bertujuan menyajikan informasi.

Jadi, bisa dikatakan bahwa non-fiksi tidak boleh disusun berdasarkan imajinasi penulisnya, melainkan mesti didukung sejumlah data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: 7 Tips Menulis untuk Menghasilkan Karya Bermutu

Dalam menyampaikan informasi, karya non-fiksi menggunakan bahasa bermakna denotasi (apa adanya) sehingga langsung mudah dipahami pembaca tanpa menimbulkan kesan tertentu (makna lain) seperti dalam tulisan fiksi.

Lebih lanjut mengenai makna denotasi dan konotasi bisa dipelajari di sini.

Jadi, secara umum, inilah perbedaan keduanya:

Fiksi:

  • Berdasarkan imajinasi penulis
  • Menggunakan bahasa kiasan dan kata bermakna konotasi

Non-fiksi:

  • Berdasarkan data dan fakta
  • Menyajikan informasi
  • Menggunakan bahasal ugas dan kata bermakna denotasi

 

Contoh Karya Fiksi dan Non-Fiksi

Dari deksripsi masing-masing kategori di atas, kini kita bisa menyebutkan contoh konkret karya fiksi maupun non-fiksi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Yang paling sederhana, contoh karya fiksi adalah buku cerita, sedangkan non-fiksi berupa karya ilmiah.

Seperti apa, ya, contoh lain dari karya fiksi dan non-fiksi di luar sana?

Contoh karya fiksi:

  • Cerpen
  • Novel
  • Komik
  • Drama
  • Puisi
  • Fabel
  • Epos

Contoh karya non-fiksi:

  • Artikel
  • Opini
  • Biografi
  • Esai
  • Buku pelajaran
  • Skripsi
  • Jurnal
  • Buku panduan

Sudah terbayang ‘kan perbedaan mendasar antara cerita fiksi dan non-fiksi?

Selama ini saya berusaha membagi waktu untuk membaca kedua jenis tulisan tersebut, walau saya lebih suka menulis fiksi seperti kisah Lukisan Hujan.

Baik fiksi maupun non-fiksi bisa memberikan manfaat dan pembelajaran bermakna bagi kehidupan kita.

Ada pesan moral tersirat yang dapat kita sarikan dari karya fiksi. Begitu juga ada informasi berguna yang terangkum dalam sebuah tulisan non-fiksi.

Jenis tulisan mana yang paling mendatangkan manfaat dan kamu nikmati?

 

*) Feature image: @clumsy.words



Leave a Comment

  • (will not be published)


One Response

  1. kak, kalau novel yg bercerita ttg kisah nyata gmana ya, masuk ke manakah dia? seperti Lost in the jungle, burried alive, itu masuk kategori apa ya? terima kasih

    Reply