10 Gaya Hidup Sehat untuk Orang Sibuk


Blog Sitta Karina - Gaya Hidup Sehat untuk Orang SibukGodaannya banyak dan susah ditolak!

Saya paham banget bagaimana susahnya menjaga gaya hidup sehat saat kuliah maupun ngantor.

Kerja serabutan, jadwal padat, suasana yang less private, tingkat stres yang tinggi, serta terbatasnya (atau nggak ada sama sekali) pilihan makan siang sehat, semua itu tanpa disadari menguras tenaga dan daya tahan tubuh.

Gejala yang muncul akibat gaya hidup tidak sehat sangat samar dan baru terasa saat tubuh mudah lelah dan gampang sakit.

Batuk-pilek yang tak kunjung sembuh serta munculnya jerawat di saat sedang tidak haid hanyalah sedikit dari beragam respons tubuh terhadap kondisi yang kian jauh dari sehat.

Sayangnya, untuk memulai gaya hidup sehat ketika kita dikepung kesibukan bukan sesuatu yang mudah dilakukan.

Ada saja alasan dan rintangan yang bikin kita memilih cookies daripada sebuah pisang di minimarket lantai bawah. Saya biasanya begini saat “dibantai” ketika meeting dan tidak bisa berargumen balik.

Dalam kondisi stres, emotional eating serta-merta kambuh. Lapar nggak lapar, craving dan ngunyah pun jalan terus. Nggak heran berat badan perlahan naik dan susah turun.

Selain itu, peradangan jauh di dalam tubuh (dan tentunya nggak terlihat) mulai bermunculan.

Manifestasinya dalam jangka waktu panjang?

Sebut saja penyakit jantung, diabetes, kanker, sampai penyakit autoimun.

 

Menjadi sehat secara menyeluruh

Dulu pengertian hidup sehat hanya sebatas makan “4 sehat, 5 sempurna” saja. Kini, makna tersebut menjadi lebih luas, dan bagusnya lagi, lebih disadari manfaat dan kebaikannya oleh banyak orang.

Baca juga: Badan Cepat Capek? Kenali 7 Penyebab Utamanya

Bicara tentang sehat tak hanya terbatas fisik saja, tapi juga jiwa dan pikiran. Saat masih SMA, sehat itu berarti bertubuh langsing dan kuat olahraga walau sesekali merokok dan partying.

Ketika usia sudah mendekati 40, sehat berarti tubuh dan jiwa dalam kondisi baik dan selaras satu sama lain.

Lantas, apakah mesti tunggu tambah usia dulu untuk memulainya?

I strongly suggest no.

Mulai dari sekarang.

Awali dengan target realistis dan langkah kecil.

Intinya, mulai hidup sehat dengan cara yang bisa kita lakukan tanpa perlu membandingkan dengan orang lain.

Jika ingin tetap bugar di atas usia 30an, biasakan gaya hidup sehat sejak dini. Bahkan, ketika masih duduk di bangku kuliah.

Lantas, apakah sudah terlambat jika baru melakukan sekarang?

Menurut saya tidak. Karena, saya pun baru memulainya ketika menjelang usia 30 dan dalam waktu singkat, tubuh rasanya seperti terlahir kembali!

 

Membiasakan gaya hidup sehat

Begitu banyak artikel dan campaign yang membahas gaya hidup sehat—dan sebagian besar cuma bikin kita memutar kedua mata. Untuk mereka yang sibuk dan memiliki budget terbatas, tips-tips tersebut sulit untuk direalisir.

Bisa dibayangkan, pastinya sulit ‘kan membiasakan sesuatu yang selama ini nggak bisa dilakukan?

Agar gaya hidup sehat nggak hanya sekadar wacana doang, coba terapkan tips-tips sederhana berikut dalam hectic life kita:

Pilih buah daripada gorengan

Bukannya nggak boleh makan gorengan sama sekali, sih. Lebih baik kudap buah-buahan dulu sebelum kita mencomot gorengan yang dibeli ramai-ramai oleh teman. Lagipula, riset terbaru menyebutkan bahwa kebiasaan ngemil dapat menurunkan daya tahan tubuh!

Perbanyak sayuran saat makan siang

Belum bisa jadikan sayuran sebagai hidangan karbo utamamu? No problem! Coba makan sayur lebih banyak saat makan siang. Misalnya, ketika memesan nasi rames, cukup ambil 4 sendok makan nasi putih dan 10 sendok makan lalapan serta tumisan kacang panjang.

Blog Sitta Karina - Gaya Hidup Sehat untuk Orang Sibuk Foto: The UNDONE

Jangan lupa air putih

Saat jadwal tidak terlalu padat, kita masih ingat takaran minum 1,5 – 2 liter per hari. Tantangan sesungguhnya hadir saat di tempat aktivitas sedang “kebakaran” alias kerjaan padat. Akibat kurang minum, biasanya pinggang pun terasa nyeri.

De-stress sesaat

Bercanda dengan teman, menyingkir ke tempat yang lebih sepi, maupun mendengar lagu favorit di Spotify bisa jadi pilihan saat kita ingin menghilangkan stres dalam sekejap.

Bangun dan bergerak

Kita kerap tidak sadar, seharian ternyata lebih banyak duduk daripada aktif bergerak ke sana kemari. Biasakan bangun dari tempat duduk untuk melakukan apa pun, termasuk yang bisa dilakukan dengan chatting. Misalnya, datangi langsung kubikel teman ketika butuh berdiskusi.

Baca juga: Makanan yang Membuat Gemuk, Apa Saja?

Menarik nafas panjang saat tertekan

Saat dilanda stres dan emosi negatif lainnya, kita sering kali menahan nafas. Ternyata kebiasaan ini tidak baik untuk kesehatan. Coba tarik nafas panjang berulang kali secara teratur untuk menenangkan diri dan menjernihkan pikiran.

Sesekali kena sinar matahari

Waktu terbaik mendapatkannya adalah di pagi hari. Namun, jika tidak sempat, sesekali terpapar sinar mentari sambil mencari kopi sore ternyata mampu menstimulasi mood jadi lebih baik.

Menyingkir dari drama

Drama drains our energy! Ya, sesimpel itu. Mau jadi pelaku, penonton, apalagi korban, drama menyedot fokus dan perhatian kita sehingga tenaga tak lagi tersisa untuk mengerjakan hal yang lebih penting.

Kurangi begadang

Saat masih belia, rasanya tubuh kuat diajak tidur larut atau bahkan nggak tidur sama sekali. Semakin bertambahnya usia, alangkah baiknya jika kita mulai mendengarkan sinyal tubuh dan mengikuti jam biologisnya. Biasakan lebih banyak porsi tidur teratur daripada melek semalaman.

Bersyukur: makanan buat jiwa

Rasa syukur  membuat upaya hidup sehat kita jadi lebih lengkap. Sesehat apa pun makanan yang disantap dan sesering apa pun kita berolahraga, jika tidak dibarengi rasa syukur dan ikhlas, maka akan sulit mencapai kondisi sehat yang hakiki, yakni sehat tubuh dan jiwa. Karena, rasa syukur dan ikhlas mampu mengikis emosi negatif yang bersarang di hati. Sedangkan, emosi negatif seperti stres, benci, dan dendam diam-diam mampu menggerogoti kesehatan dari dalam.

Membiasakan gaya hidup yang sehat membuat hidup jadi teratur dan lebih mudah dijalani.

Nggak enak ‘kan kalau bolak-balik sakit, padahal pekerjaan menumpuk dan jadwal di depan mata superpadat?

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita memperhatikan dan memenuhi hal-hal yang dibutuhkan tubuh dan jiwa sesuai haknya.

Sudah mulai membiasakan gaya hidup sehat walau saat ini sedang dihadang setumpuk kerjaan, atau baru mengumpulkan niat saja? 😀

 

*) Feature image: sweetgreen



Leave a Comment

  • (will not be published)


One Response