Ini Cara Menghilangkan Pikiran Negatif Agar Hidup Nyaman


blog sitta karina - cara menghilangkan pikiran negatifBikin hati lebih tenang.

Kehidupan sehari-hari yang kita jalani kadang penuh dinamika, juga diwarnai suka maupun duka. Bentuknya bisa bermacam-macam. Di pagi hari semua terasa lancar—ia bisa berolah raga tepat waktu, kelas Zoom si kecil mengalir ceria, dan presentasi kerja pun berlangsung tanpa gangguan koneksi internet—namun, ada saja gangguan yang muncul menjelang sore: sakit maag kambuh, lupa top up kartu e-money saat memasuki gerbang tol, sampai telat menjemput suami yang sudah mulai WFO lantaran padatnya jadwal hari itu.

Hari yang awalnya indah dan diyakini akan terus seperti itu hingga malam menjemput, ternyata berubah seratus delapan puluh derajat dan terlihat tidak terkendali. Gemas banget ‘kan? 😢 

Di saat kita merasa panik dan gagal seperti ini, tiba-tiba pikiran melayang ke beberapa post teman di media sosial. Ada Ayka yang selama ini supersibuk, tetapi masih sempat, tuh, memasak sendiri di rumah—rumit pula jenis meals-nya.

Lalu, tengok saja Melati yang bisa menyeimbangkan kariernya di tech startup dengan kehidupan modeling yang dijalani sehari-hari. Kurang sempurna apa coba hidupnya?

Kehidupan orang lain di medsos yang (terlihat) lebih sukses, lebih enak, dan lebih menyenangkan kerap memicu munculnya pikiran negatif dalam diri kita.

Kita jadi membandingkan pencapaian orang lain, bahkan kebiasaan-kebiasaan kecil mereka, dengan apa yang kita miliki selama ini. 

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Rasa Malu dan Minder

Hal-hal seperti itu pada akhirnya membuat pikiran negatif menjadi lebih mudah menguasai pikiran. Ini ditandai dengan cara pandang kita yang jadi mudah mengeneralisasi, terlalu memikirkan hasil buruk yang belum tentu terjadi, mudah menyimpulkan, labeling, berpikir “Seharusnya…”, sampai mencari-cari kesalahan (diri sendiri, orang lain, maupun keadaan).

 

Penyebab Pikiran Negatif

Sebelum mencari tahu cara menghilangkan pikiran negatif, ada baiknya kita memahami apa, sih, yang menyebabkan hal tersebut? Apakah pikiran negatif di kepala bisa muncul begitu saja?

Meski kemunculannya dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti kelelahan dan stres, pikiran negatif terbentuk melalui proses yang cukup panjang, yakni melalui pengalaman buruk yang kita alami, baik hanya satu kali maupun berulang kali, di masa lalu.

Ironisnya, pengalaman buruk tersebut sering kali justru datang dari orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, juga pacar kita.

Sebelum pikiran negatif akhirnya terbentuk, kejadian tidak enak di masa lalu itu awalnya merenggut rasa percaya diri dan harga diri kita.

 

Cara Menghilangkan Pikiran Negatif

Meski tidak dapat dilakukan sekejap, pikiran negatif merupakan sesuatu yang bisa diatasi. Kunci utamanya adalah kita menyadari kapan hal itu muncul, bukan menyangkal, apalagi mengabaikannya.

Berikut ini cara menghilangkan pikiran negatif sehingga kita bisa menjalani hidup dengan lebih nyaman:

1. Lakukan dialog batin dengan baik. Saat mengalami sesuatu yang kurang enak, tanyakan bagaimana perasaan kita menghadapi hal tersebut, bukan bersikap keras kepada diri atau malah menghakiminya.

2. Menerima perasaan dan kondisi yang terjadi. Menyalahkan keadaan sekitar maupun menyangkal perasaan hanya akan memperburuk pikiran negatif yang sudah ada. Sebaliknya, jika kita memahami bahwa apa yang kita rasakan itu valid dan menerimanya, hati lebih tenang dan sisi positif kehidupan pun dapat terlihat.

Baca juga: 6 Cara Agar Mental Kuat Menghadapi Kehidupan

3. Melatih kesadaran (mindfulness). Sesibuk apa pun kita, usahakan untuk tetap jalani hari dengan sadar. Hindari kondisi autopilot, yakni saat hidup yang kita jalani terasa sebagai rutinitas belaka tanpa makna. Dengan melatih kesadaran, pikiran jadi terstimulasi dengan baik dan kita pun bisa lebih mensyukuri apa yang dimiliki.

4. Berbicara dengan pendengar baik. Terkadang, kita butuh teman bicara yang benar-benar memperhatikan apa isi ucapan kita, bukan sekadar mendengar. Sosok seperti ini membuat hati kita lebih lega dan tak lagi diliputi pikiran negatif.

5. Menulis. Menuangkan perasaan dalam bentuk tulisan, baik itu jurnal, fiksi, maupun puisi, melatih diri untuk refleksi. Menulis juga bentuk terapi diri untuk menyalurkan perasaan agar tidak penuh dan akhirnya bisa meletus.

6. Belajar menerima kritik dan kegagalan. Pikiran negatif dengan mudah membayangi saat kita tengah medapat kritik pedas maupun gagal mencapai target yang diinginkan. Namun, semua itu dapat diatasi secara bertahap jika kita melatih diri untuk kuat dan legawa menghadapinya. Intinya, jangan larut dalam kesedihan dan cobalah untuk bangkit kembali.

Pikiran negatif perlu dikendalikan, bukannya dibiarkan mengendalikan diri kita. Karena jika tidak, hal itu justru dapat mempengaruhi kesehatan mental kita, bahkan mengakibatkan depresi.

One thing to remember when things get tough: we are so much better than our negative thoughts! 😊

 

*) Feature image: Create & Cultivate



Leave a Comment

  • (will not be published)