4 Langkah Membuat Cerpen Liburan Berkesan


Blog Sitta Karina - Langkah Sederhana Membuat Cerpen LiburanJenis cerita yang bikin pengen berlibur!

Suatu waktu, Majalah CosmoGIRL! pernah meminta saya menulis cerpen liburan sesuai dengan tema school holiday yang diusung tiap pertengahan tahun.

Kebetulan saat itu saya baru saja selesai membaca buku karangan teman sesama penulis, Terri Farley, Seven Tears into the Sea. Sebuah fiksi remaja dengan genre fantasi yang berlatar liburan sekolah dan terbit di waktu yang sama juga.

Cerpen liburan ternyata tak hanya populer di Indonesia, melainkan di Amerika dan belahan dunia lain.

Bahkan, cerita-cerita tersebut juga memiliki setting yang berbeda, mulai dari musim panas sampai musim dingin. Jadi, bukan hanya berlatar liburan musim panas saja.

Dalam cerpen liburan, kejadian bermakna yang melibatkan tokoh utama terjadi dalam kurun waktu singkat, yakni selama liburan berlangsung.

Itulah ciri khas utama jenis cerita pendek tersebut, selain latar waktu dan tempat yang cukup spesifik.

Cerpen yang berkesan biasanya mampu menyedot perhatian pembaca sejak lima paragraf pertama.

Oleh karena itu, penting sekali bagi penulis untuk membuat cerita secara efektif, namun tetap menarik di mata pembaca. Ini bisa didapat jika penulis terus mengasah kemampuan menulisnya dari waktu ke waktu serta tetap meluangkan waktu untuk membaca buku.

Baca juga: Menentukan Ending Terbaik untuk Cerita

Cerpen liburan memiliki unsur fiksi yang sama seperti cerita pada umumnya.

Menyusun cerpen ini pun akan lebih mudah jika sebelumnya penulis melakukan perencanaan menulis cerita mulai dari menentukan premis sampai menyusun plot.

Agar cerpen liburan yang kita buat menjadi berkesan di hati pembaca, ikuti 4 langkah simpel ini ketika menyusunnya:

1. Tentukan tema berlatar liburan pilihanmu

Secara umum, tentang apa cerita ini berkisah? Kaitkan tema tersebut dengan nuansa liburan agar kental mendominasi isi cerita secara menyeluruh. Tema liburan yang cukup populer adalah cinta—dan patah hati—pertama saat liburan berlangsung.

2. Definisikan masalah utama

Jika ini tidak dilakukan, penulis sering kali kebingungan: apa sih masalah si tokoh utama? Tanpa mengetahui masalah utamanya, penulis tentu tidak bisa “membantu” tokoh utama mencari jalan keluar yang merupakan resolusi akhir cerita. Setelah fase ini, lanjutkan ke proses sederhana menulis cerita yang biasa dilakukan anak SD.

3. Lukiskan suasana liburan dengan panca indra

Kekuatan utama dari cerpen liburan adalah suasananya. Pastikan penulis mampu membangun ini secara imajinatif sekaligus mendetail dengan bercerita menggunakan panca indra, yakni apa yang dilihat, didengar, dicium, diraba, dan dikecap atau dirasakan oleh lidah.

4. Resolusi menyentak saat liburan berakhir

Akhiri cerita dengan resolusi atau penyelesaian masalah solid yang mampu membungkus keseluruhan narasi dengan mantap. Ini akan membuat pembaca terkenang akan kisah tersebut walau momen liburan—maupun pengalaman membaca—sudah lewat.

Beri waktu sebelum memeriksa kembali karya tersebut setelah rampung disusun.

Dengan begitu, kita dapat menempatkan diri sebagai pembaca, bukan sang penulis, saat menelusuri kembali isi ceritanya.

Apakah kamu memiliki cerpen liburan yang selama ini jadi bacaan favorit?

Yuk, berbagi kisah-kisah kesukaanmu di kolom komentar 🙂

 

*) Feature image: Madewell



Leave a Comment

  • (will not be published)