Menulis Cerita dan Dibayar? Begini Caranya


Blog Sitta Karina - Menulis Cerita dan Dibayar Begini CaranyaYuk, raih penghasilan dari sini.

Ketika pertama kali menulis cerita, tak terlintas di pikiran untuk mendapatkan penghasilan dari karya saya tersebut.

Yang ada di kepala saat itu adalah begitu cerita rampung, tinggal bagikan ke teman-teman sambil deg-degan menunggu komentar mereka setelah membacanya.

Konsep menulis cerita dan dibayar setelahnya muncul ketika saya duduk di bangku SMA. Saat belajar ekonomi, saya baru sadar bahwa di balik sebuah buku yang dijual di rak buku ada proses produksi yang cukup panjang.

Ternyata penulis yang bukunya diterbitkan bisa mendapatkan sejumlah uang dari karya yang dibuatnya itu.

Saat internet dan belanja online belum meledak seperti sekarang, cara-cara untuk menulis cerita dibayar masih sangat terbatas.

Cara yang paling populer adalah mengirim karya ke media cetak dan penerbit. Itu pun mesti media cetak dan penerbit terkenal. Karena, merekalah yang memiliki modal dan jaringan yang besar untuk bisa mencetak karya kita dalam jumlah besar.

Kini upaya menulis cerita dan dibayar atas jerih payah kita itu tak lagi terbatas pada dua pilihan di atas saja.

Baca juga: 8 Cara Menulis Produktif

Dengan memanfaatkan internet dan tren penjualan online yang semakin booming, seorang penulis bisa memperluas kesempatan berkarya dan mendapatkan penghasilan tak hanya dari genre cerita fiksi. Konten non-fiksi seperti artikel blog serta caption media sosial pun semakin potensial untuk dikembangkan.

Oleh karena itu, seorang penulis harus terus mengasah keterampilan andalannya yang bisa bermanfaat dari waktu ke waktu, apa pun tren yang berlaku saat itu, yakni bercerita.

Ingin mencoba peruntungan menulis cerita dibayar secara profesional?

Beberapa cara berikut bisa kamu coba:

Gandeng penerbit

Dulu penerbit tidak secara gamblang menyebutkan seperti apa prosedur pengiriman naskah ke mereka. Sering kali penulis mesti mempelajari karakteristik penerbit tersebut untuk mencocokkan dengan genre tulisan yang dibuatnya. Rasanya sulit ‘kan berharap kumpulan puisi sastra kita diterbitkan oleh penerbit yang biasa merilis buku-buku cergam anak? Jika penerbit merilis naskah menjadi buku, maka penulis akan mendapatkan sejumlah royalti yang besarannya bisa didiskusikan kemudian. Pastikan juga kita sebagai penulis sudah mempersiapkan naskah dan kelengkapannya sebelum mengirim ke penerbit incaran.

Kirim ke media cetak

Untuk naskah yang tidak terlalu panjang, bisa berupa opini dan cerita pendek, mengirimkan ke media cetak maupun online bisa menjadi pilihan oke. Setiap media cetak tentunya memiliki kriteria naskah sendiri yang dapat diketahui dengan menanyakan secara langsung. Setelah naskah dimuat media cetak, biasanya penulis akan mendapatkan sejumlah honor yang ditransfer ke rekening bank-nya. Berikut daftar media yang menerima kiriman tulisan dari luar redaksi.

Terbitkan sendiri

Cara menerbitkan buku sendiri (self-publishing) terbagi menjadi dua, yakni menggunakan jasa self-publishing yang membantu cetak buku serta memasarkannya, dan satu lagi, penulis mencari percetakan sendiri dan menjual buku karyanya secara mandiri. Bagi penulis yang baru memulai debutnya, cara pertama kerap jadi pilihan. Beberapa keuntungan bermitra dengan self-publisher adalah: mereka tidak pernah menolak naskah serta persentase royalti lebih besar. Beberapa self-publisher yang populer di Indonesia antara lain Nulisbuku, BITREAD, dan LeutikaPrio.

Buat e-book

Selain buku fisik, penulis dapat menerbitkan karyanya dalam bentuk elektronik atau e-book, baik secara mandiri (susun cerita, ubah ke dalam format e-book, dan jual secara mandiri melalui situs maupun blog pribadi) atau melalui platform penerbit e-book seperti Gramedia Digital.

Buat cerita untuk online campaign

Penulis juga bisa menjual jasa copywriting yang dibuatnya untuk online campaign suatu produk maupun brand. Copywriting sendiri merupakan teknik menyusun teks dan merangkai kata untuk memasarkan produk. Salah satu contoh umum saat ini adalah tulisan iklan berupa caption media sosial. Dalam hal ini peran penulis tak hanya menjadi pencerita, tetapi juga pengiklan brand yang ia paparkan. Jika ingin mencoba profesi ini, Allstars Indonesia dan SociaBuzz bisa menjadi pilihan untuk bergabung.

Apa pun cara yang kita pilih, jangan tergesa-gesa mengiyakan begitu saja kontrak kerja sama yang disodorkan. Teliti satu per satu isinya dan pastikan kedua belah pihak sepakat.

Apakah kamu tertarik untuk menulis cerita dibayar juga?

Pendekatan apa yang bakal kamu tempuh untuk mewujudkan itu? 🙂

 

*) Feature image: @the_spines



Leave a Comment

  • (will not be published)


5 Responses

  1. Febby

    Kayanya sekarang pun bisa publish cerita sendiri di wattpad ya.. banyak kok cerita yang sudah dibukukan.

    Reply
  2. Sumartini a kartika

    Sy sjk remaja suka ngarang CRT n ditulis dibuku, tentang hidup sy,skrg sy ingin mengirimkan CRT hdp sy ini,tp gmn caranya

    Reply
  3. Masyuda

    Hello mba,
    Mohon maaf sebelumnya, saya mau tanya soal blog.
    Saya sangat suka menulis dan saya punya blog tapi saya ga bisa memfungsikan dengan baik, i mean saya ga ngerti apakah blog itu udah bener apa belom pengaturannya, cara pakainya, dan saya dapat pemberitahuan kalau april ini blog nya akan di tutp oleh google+ , soalnya blog saya itu seadanya saya saja dan sebisanya saya saja, saya mohon agar saya dapat diberitahu bagaimana saya seharusnya memakai blog itu seperti orang orang yang blognya saya kunjungi. Maaf jika kurang dimengerti karna saya sangat susah untuk menjelaskannya. Mohon maaf kalo saya salah kata atau bagaimana sebelumnya terimakasih banyak.

    Reply