5 Tips Praktis Memilih Nama yang Bagus untuk Blog Pribadi


Blog Sitta Karina - Nama yang Bagus untuk Blog PribadiNama blog yang OK adalah “branding” kita.

Memiliki blog maupun media sosial sudah menjadi identitas wajib tiap orang masa kini.

Eksistensi dan self-branding orang juga bergantung dari apa yang dikerjakannya secara online, tak cukup hanya offline.

Karena alasan ini jugalah kita mulai mempertimbangkan untuk memiliki blog pribadi dan mengelolanya secara profesional, walau kadang hal itu masih sulit untuk dilakukan.

Komitmen untuk rajin menulis artikel sama pentingnya dengan niat membuat blog itu sendiri. Karena, blog yang tidak rajin diperbarui lama-kelamaan akan ditinggal pembacanya.

Baca juga: 4 Cara Membuat Blog Sederhana Bagi Mereka yang Sibuk

Berikutnya, apa lagi yang penting saat membuat blog?

Jawabannya tak lain nama blog itu sendiri!

Banyak penggiat media sosial bingung bagaimana menentukan nama blog pribadi yang tepat.

Nama blog yang terdengar generik, terlalu panjang, dan tidak menarik berpengaruh terhadap cara pandang pembaca terhadap image kita, dan akhirnya membuat mereka malas berkunjung.

Tentu kita tak ingin hal seperti itu terjadi dan malah menghambat perkembangan toko online kita ‘kan?

Oleh karena itu, jadikan 5 tips praktis ini sebagai panduan dalam menentukan nama yang bagus untuk blog pribadi kita:

1. Gunakan nama pribadi

Kebanyakan orang akan memilih nama pribadinya sebagai nama blog. Namun, sebaiknya kita mempertimbangkan masak-masak dulu sebelum melakukan ini, kecuali brand kita—sesuatu yang kita jual—selama ini memang menggunakan nama pribadi.

Contoh:

Awalnya Diandra Malik ragu menggunakan nama pribadi sekaligus brand syal miliknya sebagai nama blog. Ia takut ke depannya pengunjung menganggap nama Diandra Malik hanya identik dengan syal, padahal ia ingin mengembangkan lini bisnis yang lain. Namun, Diandra akhirnya yakin, apa pun produk yang ia rilis, ya semua akan bermuara ke satu nama, yakni dirinya. Diandra Malik 😉

2. Pertimbangkan siapa pembaca kita

Ini merupakan unsur penting sebelum akhirnya kita mantap memilih nama untuk blog maupun akun media sosial selain nama pribadi. Coba tanyakan pada diri, siapa saja target pembaca kita dan karakteristiknya (usia, gender, tingkat pendidikan, dsb).

Contoh:

Widya dan Ella baru saja berkolaborasi membuat konten-konten lifestyle khusus buat perempuan usia 18-25 tahun. Tadinya mereka ingin menggunakan nama yang terdengar posh dan sedikit western seperti “Girl Stuff”, tetapi pilihan pun jatuh pada “Sudut Cewek” yang lebih membumi dan cocok dengan target audiens.

3. Niche blog juga berperan

Jika kita sudah tahu apa niche blog kita—tentang apa blog secara spesifik bercerita—ini akan mempermudah mencari nama yang bagus untuk blog pribadi tersebut.

Contoh:

Raka gemar posting segala hal tentang smartphone photography, baik itu iPhone maupun ponsel Android (karena ia memang memiliki keduanya). Awalnya ia menggunakan nama “Smartphonegraphy” sebagai nama blognya. Namun, belakangan berganti menjadi “Tukang Foto Keliling” yang tak disangka-sangka malah membuatnya lebih dikenal!

4. Singkat, tapi menarik

Nama blog yang panjang dan terdengar biasa jatuhnya akan membosankan—dan mudah dilupakan. Pilih yang singkat, namun menarik. Tentu saja, menarik bagi jenis pembacamu, ya.

Contoh:

Kika doyan banget memasak dan memodifikasi resep-resep lama yang selama ini bertebaran di internet. Semua akun miliknya, mulai dari blog sampai Youtube, diberi nama @KokiKika.

5. Mencerminkan image kita

Nama yang bagus untuk blog pribadi tak harus menggunakan nama kita sendiri. Itu bisa berupa hal yang mencerminkan image kita, atau menunjukkan seperti apa kita ingin dilihat pengunjung (branding kita) selama ini.

Contoh:

Blog milik Arini Rusdi berisi berbagai foto OOTD dan tips seputar fesyen hijab. Ia sengaja tidak memilih nama lengkapnya sebagai nama blog, melainkan yang lebih catchy—dan kontradiktif: The Modest Glam.

Apa pun yang dipilih, sebaiknya kita tidak tergesa-gesa saat menentukan nama yang bagus untuk blog pribadi.

Pastikan nama tersebut sudah dipikirkan secara matang. Karena, kebayang ‘kan betapa besar upaya yang mesti dilakukan jika di tengah jalan ternyata merasa kurang sreg 🙁

Pernahkah kamu mengalami kesulitan saat ingin menentukan nama blog pertama kalinya?

Apa yang akhirnya menjadi pertimbangan dalam memilih nama blog yang sekarang kamu gunakan?

 

*) Feature image: @elanaloo



Leave a Comment

  • (will not be published)


One Response