6 Unsur Penting Cerita Fiksi


Blog Sitta Karina - Unsur Cerita FiksiTahu apa itu cerita fiksi—serta unsur pentingnya.

Selama ini kita doyan melahap berbagai novel dan cerpen di majalah.

Kita juga menunggu-nunggu lanjutan cerita favorit di Wattpad.

Tak hanya membaca, lama-kelamaan menyusun cerita merupakan sesuatu yang juga kita nikmati prosesnya.

Nah, ini berarti jenis tulisan yang menjadi pilihan kita tak lain fiksi!

Sebenarnya, apa sih yang disebut cerita fiksi?

Cerita fiksi adalah cerita yang berisi rangkaian kejadian hasil imajinasi penulisnya, berbeda dengan nonfiksi yang berasal dari fakta maupun sejarah.

 

Paham, bukan asal menulis

Saat ini semakin banyak penulis dan karya fiksi baru yang bermunculan.

Banyaknya lomba dan pelatihan menulis, prosedur pengiriman naskah yang lebih mudah, serta makin beragamnya komunitas yang menaungi pembaca dan penulis seperti Wattpad dan Fanfiction ikut mendukung hal tersebut.

Baca juga: 4 Cara Menulis Novel yang Mudah Bagi Penulis Pemula

Namun, ada sisi kurang okenya juga, yakni bertambah banyaknya karya fiksi tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas tulisan itu sendiri.

Masih banyak penulis yang asal-asalan dalam berkarya dan tidak memperhatikan kaidah berbahasa sama sekali.

Padahal, ide cerita yang bagus takkan bisa menjadi cerita yang bagus jika tidak ditulis dengan baik dan benar.

Menulis cerita fiksi yang baik dan benar bukan berarti seratus persen sama dengan kaidah berbahasa yang baku.

Kita tetap bisa membuat cerita yang OK walau disusun dalam gaya bahasa kasual, asal cerita tersebut mengandung pokok pikiran, makna yang jelas, serta mampu menggugah perasaan pembacanya.

 

Pentingnya menyusun cerita yang solid

Cerita yang solid dan berkarakter membuat pembaca menikmati tiap adegan yang disajikan.

Cerita seperti ini tidak akan bisa diciptakan tanpa pemahaman mendalam si penulis akan unsur-unsur penting dalam karya fiksi.

Lantas, apa saja unsur-unsur fiksi yang perlu diperhatikan?

1. Tema

Secara singkat, tema adalah “a lesson learned” atau hikmah pada akhir cerita tersebut. Menentukan tema sejak proses awal menulis membuat arah cerita kita lebih fokus.

2. Plot

Plot membagi cerita ke dalam tiga bagian besar, yakni awal – tengah – akhir. Rangkaian kejadian dalam cerita kita dimulai dengan pengenalan latar belakang, munculnya konflik, klimaks, hingga penutupan.

3. Penokohan

Tokoh dan penokohan yang berkesan membuat pembaca betah berjam-jam melahap cerita kita. Secara umum, penokohan termasuk pemilihan karakter si tokoh, motivasinya, apa yang menjadikannya protagonis—maupun antagonis.

4. Latar

Latar cerita—waktu, tempat, keadaan—yang tersaji secara tepat menjadikan pembaca seolah-olah masuk ke dalam cerita tersebut. Jadi, bisa dikatakan latar merupakan jiwa sebuah cerita. Tanpanya, karya fiksi kita akan terasa datar.

5. Konflik

Konflik adalah penggerak para tokoh dalam cerita. Adanya konflik membuat cerita terus bergulir secara dinamis. Konflik jugalah yang menjadikan pembaca memahami jalan pikiran si tokoh dan bersimpati dengan pilihannya.

6. Sudut pandang

Pemilihan sudut pandang tampak remeh, padahal sebenarnya penting. Jenis sudut pandang yang digunakan penulis dalam bercerita mempengaruhi seberapa luas pembaca dapat memahami tiap kejadian dan motivasi para tokoh dalam cerita tersebut.

Cerita fiksi bisa ditulis dalam berbagai genre seperti romansa, thriller, horor, komedi, sampai fantasi.

Contoh cerita fiksi kategori fantasi adalah serial Magical Seira. Dari seluruh fiksi fantasi yang pernah saya buat, baik dalam bentuk cerpen maupun novel, cerita satu ini merupakan salah satu kesukaan saya!

Memahami unsur-unsur dalam menulis cerita fiksi adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh penulis baru maupun yang sudah berpengalaman. Dengan melakukannya, kita jadi mampu menyusun naskah yang lebih baik lagi!

Cerita fiksi dengan genre apa yang menjadi kesukaanmu belakangan ini?

Unsur apa yang paling menonjol dalam cerita pilihanmu tersebut?

 

*) Feature image: @simplified



Leave a Comment

  • (will not be published)


One Response

  1. saya lebih suka genre remaja dan segala promematikanya kak. saat ini mencoba menyerang ke cerita yang lebih dewasa. Menghidupkan tokoh dalam novel yang perlu diperkuat lagi. makasih sharingnya kak SITTA.

    Reply