6 Font Keren dan Gratis untuk Naskah Ceritamu


blog sittakarina - 6 font keren dan gratis untuk naskah ceritamu

Pilihan font keren penting sebagai karakteristik pendukung ceritamu. Dan pastikan font tersebut tetap nyaman ketika dibaca.

Bagi saya, memilih font untuk naskah cerita adalah salah satu pekerjaan menyenangkan menjelang buku diterbitkan, baik itu lewat penerbit besar maupun dengan cara self-publish. Saya bisa mencetak berlembar-lembar salinan naskah dalam berbagai bentuk dan ukuran font, lalu meletakkan semua secara berderet di atas lantai untuk melihat naskah mana yang paling nyaman dibaca dan memiliki tata letak yang indah dilihat. Untuk mendapatkan tata letak (layout) naskah seperti itu, salah satu yang harus kita perhatikan adalah jenis font yang kita pilih.

Sayangnya sebagian besar font keren nan cantik tersebut cukup mahal. Misalnya, satu style Goudy Oldstyle Std kesukaan saya ini harganya $35. Padahal, untuk pekerjaan desain, saya membutuhkan lebih dari satu style dari font yang sama. Untungnya, saat ini ada beberapa alternatif pengganti font keren satu ini yang tetap bikin naskah cerita dan karya desain saya tetap OK—tanpa harus mengeluarkan sepeser pun!

Serunya lagi, font yang terdiri dari beberapa style ini (regular, bold, dan italic) bisa kita dapatkan gratis secara legal dan bisa untuk penggunaan secara pribadi maupun karya komersial. Banyak situ-situs penyedia font gratis yang menjadi langganan para desainer grafis, termasuk saya. Tidak hanya itu, sekumpulan font keren ini juga terbagi dalam beberapa kategori script, serif juga sans serif. Jadi, kita lebih leluasa memilihnya sesuai dengan jenis pekerjaan saat itu.

Tunggu. Serif dan sans serif? Apa pula jenis font yang dimaksud sih?

Worry no more! Secara umum, perbedaan serif dan sans serif font bisa digambarkan sesimpel ini:

blog sittakarina - 6 font keren dan gratis untuk naskah ceritamu 2

Sebelum memilih kategori font sesuai kebutuhan naskah ceritamu, perhatikan juga hal-hal berikut ini untuk kenyamanan reading experience  seperti yang pernah dipaparkan urbanfonts:

  • Dengan bentuknya yang modern dan minimalis, Sans serif font lebih OK untuk teks pada web daripada serif.
  • Gunakan serif font untuk teks media cetak (koran, buku, maupun majalah) mengingat jenis font ini tak hanya lebih mudah dibaca, tapi juga tidak membuat mata cepat lelah saat membacanya.
  • Sans serif font paling pas digunakan untuk teks buku cerita anak usia dini yang baru belajar membaca. Ini karena bentuk sans serif yang sederhana dan tidak banyak lekuk membuat bentuk tiap hurufnya mudah dikenali.

Sesuai dengan kriteria-kriteria tersebut, saya mengkurasi 20 font, mengaplikasikannya langsung dalam naskah Imaji Terindah, dan print dalam beberapa kertas. Hasilnya, terpilihlah 6 buah font keren versi saya yang terbukti bagus untuk buku cerita:

blog sittakarina - 6 font keren dan gratis untuk naskah ceritamu 3

Dan untuk mengunduh semua font tersebut, silakan langsung klik tautan-tautan di bawah ini ya!

Sans serif
1. Eau
2. Asap
3. Work Sans

Serif
1. Cardo
2. Butler
3. Kelvinch

Apa font favoritmu selama ini untuk naskah cerita? Apakah dari keenam font keren di atas ada yang akan kamu gunakan juga untuk karyamu? 🙂


Tags: , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


14 Responses

  1. Walaupun artikel lama tapi sangat bermanfaat! Apalagi rencana mau self-publishing nih saya. Terima kasih, Kak Sitta! 😄

  2. Nia

    Saya paling suka kelvinch. Alternatif yg cantik buat times new roman yg mulai ngebosenin 😊

  3. Saya suka pakai Georgia Kak ;)) kadang pakai Garamond juga, tergantung mood. But I love Georgia so much =)) blog pun pakai font itu.

  4. Mima S.

    Really ❤❤❤❤ this post kaaak! langsung donlod semuaa ahahaha