Cara Tepat Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak


Blog Sitta Karina - Tabungan Pendidikan AnakSiapkan ini begitu si kecil lahir.

Saat si kecil lahir, seluruh perhatian kita tercurah kepadanya. Asupan ASI, waktu tidur, lama berjemur sampai printilan perlengkapan bayi yang amat beragam.  Sebagian besar kebutuhan tersebut biasanya sudah kita sediakan; beberapa bahkan berasal dari kado orang terdekat.

Namun, pernahkah kita membayangkan seperti apa kehidupan si kecil 6 bulan, setahun, bahkan 2 tahun ke depan nanti?

Yang pasti, kebutuhannya bukan cuma jumper dan baby crib lagi, lho!

 

Tingginya Biaya Sekolah Anak

Bertambah besarnya anak tentu diikuti dengan bertambah banyaknya kebutuhan mereka, termasuk kebutuhan mengenyam pendidikan yang layak.

Ini yang saya rasakan saat usia Harsya genap 2 tahun. Apalagi, di usia ini biasanya anak mulai mengikuti kegiatan di kelompok bermain atau playgroup.

Begitu kehebohan mencari dimulai, baru deh saya dan suami ngeh... ternyata uang sekolah anak jaman sekarang mahal bangetttt!

Biaya pendaftaran playgroup saja berkisar 5-20 juta, sedangkan uang bulanannya 1-5 juta.

Itu baru playgroup. 

Baca juga: Manajemen Keuangan Keluarga Baru yang Nggak Bikin Pusing

Sedikit panik melihat angka-angka itu (oke, nggak sedikit sih), saya langsung cari tahu kanan-kiri tentang biaya pendaftaran SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi.

Dan hasil yang didapat benar-benar mencengangkan!

Betapa besar nominal tabungan pendidikan anak yang mesti orangtua siapkan agar anak dapat bersekolah sampai jenjang yang tinggi.

 

Tabungan Pendidikan Anak Pilihan Terbaik?

Banyak bank mengeluarkan produk tabungan pendidikan anak yang mereka klaim cukup untuk memenuhi biaya pendidikan yang diinginkan nasabahnya.

Tetapi, apakah benar begitu?

Teman saya—sebut saja namanya Aiko—sudah mengincar SMP A sejak Bumi masuk playgroup awal 2010.

Aiko sudah mempersiapkan biaya masuk TK dan SD untuk Bumi, jadi fokusnya kini adalah biaya masuk SMP. Biaya pendaftaran SMP A sendiri pada tahun 2010 sekitar 24 juta.

Menurut perhitungan, Bumi akan masuk SMP A saat menginjak usia 12 tahun, yakni pada 2020. Berikut hasil perhitungan kalkulator finansial (pilih kebutuhan investasi berkala) untuk perkiraan biaya pendaftaran SMP Bumi di masa mendatang:

Tujuan: dana pendidikan SMP Bumi
Mulai investasi: tahun 2010
Lama investasi: 10 tahun
Biaya pendaftaran SMP tahun 2010: 15 juta
Inflasi: 10% per tahun
Biaya pendaftaran SMP tahun 2020: 38,9 juta

Dari hasil tersebut, ternyata Aiko mesti mengumpulkan Rp 38,9 juta dalam jangka waktu 10 tahun.

Lantas, bagaimana cara mencapainya?

1. Dengan tabungan pendidikan anak

Jika mengambil produk bank berupa tabungan pendidikan anak yang bunganya 4-6% per tahun, berarti Aiko mesti menabung 264 ribu per bulannya.

Cara menghitungnya mudah. Cukup menggunakan kalkulator finansial dan masukkan angka 4% pada bagian Ekspektasi imbal hasil per tahun.

2. Dengan reksa dana dan saham

Alternatif lain, Aiko bisa membuat tabungan pendidikan anak sendiri dengan berinvestasi reksa dana maupun saham dan memilih jenis produknya sesuai lama investasi yang dibutuhkan.

Untuk jangka waktu 10 tahun, Aiko bisa berinvestasi pada reksa dana saham atau sekalian saham. Dengan asumsi profit 15% per tahun, maka Aiko hanya perlu berinvestasi 147 ribu tiap bulan.

Nah, bisa dilihat ‘kan bahwa “menabung” dengan reksa dana maupun saham ternyata membutuhkan jumlah uang tiap bulan yang lebih sedikit untuk mencapai tujuan yang sama.

 

Reksa Dana, Saham vs. Tabungan Pendidikan Anak

Masing-masing instrumen keuangan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Walau berinvestasi dengan reksa dana dan saham terlihat lebih menguntungkan, namun risiko rugi (tidak tercapainya hasil investasi sesuai harapan) tetap ada.

Sebaliknya, nominal yang harus ditabung tiap bulan pada tabungan pendidikan anak ternyata sudah termasuk benefit asuransi jiwa di dalamnya. Ini penting jika nasabah atau orangtua si anak meninggal dunia, maka nominal bulanan tersebut tetap dijalankan sampai target dana pendidikan tercapai.

Intinya, sebelum memulai tabungan pendidikan anak, orangtua mesti tahu dulu berapa biaya pendaftaran sekolah saat ini, serta kisarannya di masa yang akan datang. 

Dengan begitu, perencanaan keuangan pun akan menjadi jelas dan terarah.

Jika memiliki anak, apakah kamu akan membuat tabungan pendidikan anak?

Skema investasi maupun tabungan apa yang menurutmu lebih pas untuk mencapai tujuan tersebut?

Jangan lupa berbagi di kolom komentar ya! 😉

 

*) Feature image: Cheetah is The New Black



Leave a Comment

  • (will not be published)