Ciri-ciri Depresi yang Sering Kita Abaikan


Blog Sitta Karina - Ciri Ciri DepresiKenali ciri-ciri depresi yang terjadi.

 

Ada fase dalam kehidupan di mana kita merasa down dan tidak bersemangat melakukan apa-apa. Capek kerja, tapi bosan dengan aktivitas weekend yang itu-itu aja. Buka laptop, tapi nggak ada inspirasi sama sekali. Atau, sesimpel merasa jenuh dengan tugas dan kegiatan sehari-hari.

Fase diri sedang tidak bersemangat sebenarnya wajar, asalkan terjadi dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Nah, pertanyaan berikutnya: seberapa singkat?

Oke, coba beri waktu seminggu.

Jika lebih dari itu, amati lebih lanjut kondisi diri belakangan ini; apakah kita sebenarnya sedang stres, merasa tidak termotivasi karena sebab tertentu, atau bahkan sedih tanpa tahu bagaimana harus menyalurkannya?

Kondisi-kondisi di atas sekilas terlihat simpel, bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Namun, jika itu terus menetap dan terasa makin intens dalam waktu yang lama, maka perlu diwaspadai—jangan-jangan saat ini kita tengah mengalami depresi.

 

Bisa Berawal dari Rasa Sedih dan Stres

Dilla tidak menyangka rasa hampa berkelanjutan saat Rumi, adik perempuan satu-satunya, meninggal merupakan sebuah depresi.

Terpaut hanya setahun, ia dan Rumi sudah seperti sahabat karib. Pulang kantor sering ngopi bareng. Weekend pun pasti menikmati me time dengan nge-gym bersama-sama juga. Bahkan, pernikahannya dengan Dior merupakan buah dari aksi mak comblang Rumi!

Dilla berhasil melewati proses pemakaman adiknya tanpa menjadi histeris. Ia merasa setelah itu semua akan tertangani. Namun, nyatanya tidak.

Dilla merasa makin tenggelam. Tak berminat mengerjakan apa pun, bahkan memotret yang selama ini jadi hobinya.

Baca juga: Anxiety No More, Ini Cara Mengatasinya

Melihat ciri-ciri depresi pada istri yang baru dinikahinya selama 2 tahun, Dior pun berinisiatif mengajak Dilla ke psikolog. Di situlah Dilla menyadari apa yang terjadi pada dirinya.

Menurut KOMPAS, stres dan kesedihan merupakan dua hal penyebab depresi. Selain itu ada beberapa hal umum lain yang dapat memicu kondisi ini, seperti faktor genetik, faktor lingkungan sekitar (di rumah, kantor, maupun pergaulan), serta pola makan buruk yang menyebabkan tubuh kekurangan vitamin tertentu.

 

Kenali Ciri-ciri Umumnya

Dengan semakin terbukanya pikiran masyrakat masa kini, kondisi depresi menjadi sesuatu yang lebih cepat terdeteksi dan tertangani.

Sayangnya, sebagian orang masih sinis terhadap seseorang yang mengalami depresi. Ketimbang berempati, mereka kerap menyalahkan si penderita dengan melabelnya bermental lemah maupun akibat tidak dekat dengan agama.

Jika kita, atau seseorang di sekitar kita, mengalami ciri-ciri depresi seperti ini, segera komunikasikan dengan orang terdekat maupun kunjungi psikolog:

1. Kehilangan minat dan semangat

Orang yang mengidap depresi tadinya merupakan pribadi bersemangat saat beraktivitas, walau sekadar rutinitas biasa. Kini ia mendadak merasa tidak bergairah sama sekali. Tak hanya kehilangan minat beraktivitas, biasanya orang tersebut jadi malah bersosialisasi.

2. Merasa tertekan

Rasa sedih, hampa, stres, maupun jenis emosi negatif lainnya menyelimuti diri kita hingga tak bisa sekalipun melihat sisi baik dari kehidupan.

3. Perubahan nafsu makan

Seseorang yang mengalami depresi bisa saja menjadi kehilangan atau malah kelebihan nafsu makan. Berat badan pun menjadi seperti yoyo.

4. Gangguan tidur terus-menerus

Kondisi insomnia serta sebaliknya, gemar tidur terus-menerus, merupakan salah satu ciri khas depresi. Jika jiwa kita sehat dan terawat, tubuh hanya menginginkan waktu istirahat sesuai kebutuhan. Tidak kurang maupun lebih.

5. Sulit berpikir fokus

Akibatnya, seseorang yang tengah mengalami depresi sulit membuat keputusan dan tidak bisa menuntaskan pekerjaan dengan baik.

6. Tidak berenergi

Saat kita mengalami depresi, tubuh jadi mudah lelah dan sakit tanpa sebab jelas. Tubuh tak berenergi seperti ini membuat kita malas beraktivitas dan cenderung mengurung diri di rumah.

7. Terlintas keinginan bunuh diri

Pada tahap yang lebih parah, kondisi depresi seseorang membuatnya ingin mengakhiri hidup karena bagi dirinya yang sudah tak bersemangat dalam segala hal, hidup menjadi tak lagi memiliki makna dan kebahagiaan.

Ciri-ciri depresi di atas tidak selalu muncul bersamaan. Beberapa bahkan menyatu dengan ritme kehidupan sehari-hari sehingga kita merasa hal tersebut lumrah terjadi.

Saat Dilla mendadak mengalami insomnia sekaligus merasa tubuhnya tidak berenergi, kerjaan di kantor memang lagi menumpuk. Jadi, ia merasa wajar saja ketika tiap hari terjaga sampai jam 3 pagi.

Ketika bercerita pada psikolog, ia baru menyadari mulai tengah malam sampai jam 3 ia bukannya sibuk kerja lembur, melainkan lebih banyak merenung tentang kematian—tentang menyusul Rumi.

Kondisi depresi seseorang dapat berangsur pulih dengan dukungan medis dan, tentunya, orang-orang terdekat.

Pernah mengalami ciri-ciri depresi seperti di atas?

Atau ada kondisi menyiratkan depresi yang belum disebutkan?

Jangan sungkan berbagi di comment ya 🙂

 

 

Feature image: Yumeng Wang



Leave a Comment

  • (will not be published)


14 Responses

  1. m.f

    At some times I can’t really sleep until around 3am, and I often cry so hard but I don’t have the reason to do so. Not sure what I’m supposed to do, to whom I should tell about this, and I don’t know where to start. I don’t feel like telling my family because the tend to have so little knowledge about mental health.

    Reply
  2. Jaysun

    Saya pernh ngalami semua. Penyebabnya, setelah kakak perempuan nikah semua. Saya merasa gada yg merhatiin, sepi. Tiba2 gebetan juga ninggalin tanpa sebab. Dampaknya ke absen kuliah. like digging a well together, in the end it was tight and those who struggled to dig only me

    Reply
  3. Anoynymous

    Aku pernah menjadi penderita. Untungnya sekarang udah lepas. Aku mulai ngerasain gejala2nya pas kuliah yang kupikir emang kayaknya karena aku overthinking aja sih. Terus pas kerja, makin parah. Gak pernah bisa sendiri. Tiap sendiri mikirnya selalu kesepian terus pengen mati aja gitu. Nangis tanpa sebab. Kerja gak pernah bisa fokus. Karena dulu sempet ikut test dari psikolog, aku baru tau kalo aku depresi. Pas tau, aku masih di tahap mild. Akhirnya aku mutusin buat hipnoterapi. Kebetulan aku lulusan Psikologi. Jadi udah tau harus ngapain dan ke mana. Sekarang udah bebas dari depresi. Gak pernah ngerasa hampa, kesepian, pengen mati. Mungkin bisa dicoba buat hipnoterapi 🙂

    Reply
  4. Evvanov

    Pernah depresi…krn ”dtinggal” yang biasa bersama selama hampir 24 jam sehari…bukan mau kami berdua tapi smacam “nasib” yg harus dihadapi..dampaknya? Dia mnjauh..mngkin mncoba mngobati kecewa..saya? Ga bs berpikir jernih…positif..atau apapun aura baik….ujungnya? Typhus berat..akhrnya…krn sy msh takut mati, sy marah k diri sndiri…sy marah k dia..sy tumpahkan smuanya bukan cm dia yg kcewa tapi saya lbh kecewa..sekarang? Msh mnunggu smua membaik…smoga…

    Reply
  5. Iamcs

    Aku ngalamin no. 1-7. Sampai sekarang, no. 1-6, masih terus aku alami, kalau yg no. 7, alhamdulillah udah nggak pernah muncul2 lagi. Awal muncul kejadian menyakitkan, aku kayak bersikap yg bener2 biasa aja. Tapi lama kelamaan, aku mulai kepikiran, dan berujung bener2 terpuruk. Aku kehilangan semangat buat ngapa-ngapain, menurutku apapun yg aku lakukan nggak bakal berhasil, apalagi kalau dengar suara2 sumbang. Aku juga bener2 kesulitan untuk tidur, tidurku selalu cuma 3-4 jam, jelas ini memengaruhi fokusku. Pernah, saking nggak bisa fokus, aku bahkan sampai lupa jalan pulang ke rumah, aku bener2 sampai harus diem dulu buat mikir rumahku di mana.

    Reply
  6. light

    dua bulan terakhir mengalami ciri2 yang sama dari nomor 1-6 tapi dengan intesitas moderate. kadang ngerasa i’m okay but i’m fully aware that the emptiness is out there shadowing.. semoga segera bisa bangkit dari fase slump ini

    Reply
  7. Yum

    Dari 1-6 aku rasain semua kurang lebih 3 bulan terakhir. Ngerasa tertekan sama kerjaan terus bosku juga semena-mena, jadi makin-makin. Terus aku mutusin buat resign, alhamdulillah semuanya mulai membaik. :’)

    Reply
  8. Adi

    Yup kecuali fase terakhir. Yang paling saya rasakan itu sulit menemukan motivasi bahkan ketika sudah muncul pun tidak bertahan lama. Bersosialisasi seperlunya aja, sisanya lebih sering menyendiri. Sudah lupa kapan saya benar benar senyum dan tertawa dengan tulus dan lepas.

    Reply
  9. Novel

    Saya mengalami semua ciri ciri diatas kecuali yang paling terakhir. Tidak pernah sekalipun terlintas bunuh diri dalam benak saya. Saya sering menangis, dan mensugesti diri “saya blm kalah.”

    Reply
  10. Windi

    Aku sudah sampai pada fase yang terakhir. Aku gak tau awalnya kenapa. Aku sudah konsultasi dengan psikolog, katanya aku perlu perawatan lebih lanjut. Depresi yang aku rasakan sampai pada keluhan nyeri pada punggung juga alergi yang lebih sering muncul. Karena rasa sedih yang luar biasa aku bahkan udah gak bisa merasa sedih lagi. Bisa mengekspresikan kesedihan aku rasa lebih baik daripada sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi.

    Reply
  11. aku tambahin ya kak. tiba-tiba hilang ingatan. itu yang pernah aku alami soalnya. mungkin akibat dari kurang bisa fokus karena terlalu banyak pikiran. jadinya perasaan benar-benar tertekan. saat seperti itu, aku mendadak saja seperti lupa namaku, siapa aku, kenapa aku bisa ada di sini. Kalau sudah begitu, rasanya aku mau lari saja yang jauuuh. sampai ingatanku kembali. hehe..

    Reply
    • Bagaimana kondisimu saat ini? Semoga sudah membaik ya. Sudah pernah konsultasikan ke orang terdekat maupun terapis profesional?