Contoh Puisi Pendek—dan Cara Membuatnya


Blog Sitta Karina - Contoh Puisi PendekBeberapa puisi, walau singkat, mampu menyentuh hati.

Malam ini
pekatnya seperti
tinta tumpah
yang tak dapat dihapus,
dan rindu
hanya mampu
melebur di dalamnya.

― Sitta Karina

Contoh puisi pendek yang dimuat di buku Imaji Terindah ini pertama kali saya bacakan ketika mengikuti acara Komunitas BungaMatahari di bilangan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.

Komunitas BuMa sendiri merupakan yakni kumpulan pecinta puisi yang awalnya tumbuh dari milis. Jadi, semacam berbagi puisi secara online bersama para anggotanya.

Puisi di atas sebenarnya bukan puisi cinta, melainkan ungkapan kerinduan saya terhadap almarhum Ayah yang meninggal karena penyakit kanker.

Menulis puisi bisa menjadi sarana menyalurkan perasaan serta, yang tak kalah penting, mengkomunikasikan pesan terhadap pembaca.

Inspirasi menulis puisi bisa datang dari mana saja.

Bisa dari hasil pengamatan kita terhadap kejadian sehari-hari yang sebenarnya remeh namun bermakna, bisa dari rasa nostalgia, pengalaman patah hati, mimpi yang absurd namun terasa familier di hati, sampai sesederhana deskripsikan diri sesuai warna favorit kita selama ini!

Walau pertama kali berkenalan dengan puisi saat duduk di bangku SD, saya justru baru menemukan karya yang isinya menggugah hati saat sudah memiliki anak.

Puisi tersebut tak lain karya Hafiz, seorang pujangga Persia abad 14:

Even
After
All this time
The Sun never says to the Earth,

“You owe me.”

Look
What happens
With a love like that,
It lights the whole sky.

― Hafiz

Saat sedang stres (dan merasa minim me time) saat mengasuh dua balita di rumah, puisi Hafiz justru mengingatkan betapa pentingnya sikap ikhlas, terutama dalam melakukan amanah sehari-hari yang selama ini bikin saya ngedumel!

Saat merasa terinspirasi―serta ikhlas―kita pun jadi tergerak untuk berkarya lebih baik lagi.

Baca juga: Pikiran Tetap Kreatif, Bagaimana Caranya?

Seperti kedua contoh puisi pendek di atas, siapa pun ternyata bisa membuatnya, kok.

Kamu bisa menyusun puisi versimu sendiri walau pekerjaan sehari-harimu bukanlah penyair.

Blog Sitta Karina - Contoh Puisi Pendek Puisi oleh Gratiagusti Chananya Rompas

Sebagai pemula, coba ikuti langkah-langkah menyusun puisi sederhana berikut ini:

1. Pahami tujuan

Sebelum mulai, cari tahu dulu apa tujuan menulis puisi. Apakah sekadar curhat, menampilkan sarkasme, melukiskan kekaguman, atau menyampaikan opini tentang suatu obyek maupun keadaan.

2. Tentukan tema

Tema sebuah puisi merupakan gabungan gagasan, fakta, dan opini penyairnya. Mirip unsur cerita fiksi, tema bukanlah judul, melainkan isi puisi tersebut secara menyeluruh.

3. Melukis dengan kata

Bayangkan apa yang ingin kita sampaikan dalam puisi menggunakan kelima indra, lalu mulai “melukis” puisi tersebut menggunakan kata-kata. Saat ingin menulis puisi tentang bunga mawar diguyur rintik hujan, lebih baik gunakan:

Kelopak merahnya luruh tercabik air

daripada:

Bunga mawarnya jatuh

4. Hindari penulisan klise

Ungkapan-ungkapan klise seperti “secepat kilat” dan “dingin bagai es” malah membuat puisi terkesan membosankan. Eksplorasi penggunaan metafor dan simile yang lebih beragam, seperti:

Kehadirannya sehangat matahari sore

5. Makna yang jelas

Pastikan tiap kata yang kita pilih dalam menyusun puisi bukan sekadar rangkaian kata indah yang fungsinya hanya sebagai pemanis, atau tidak memiliki makna apa-apa.

6. Jangan paksakan berima

Baris demi baris yang tidak berima atau tidak mengandung pengulangan bunyi tapi memiliki arti dan maksud jelas, lebih baik daripada puisi berima yang “kosong”.

7. Revisi sampai pas

Setelah puisi selesai dibuat, diamkan dulu selama beberapa hari sebelum kita mulai memeriksa kembali dan merevisi bagian-bagian yang dirasa kurang. Jeda ini berfungsi agar

Menikmati puisi merupakan bagian dari apresiasi seni.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadikan kita mampu mengenali diri sekaligus menggali perasaan lebih dalam, tanpa batas, juga tanpa keraguan.

Ingin mulai membaca puisi pendek dan bermakna?

Coba intip Kota Ini Kembang Api karya Gratiagusti Chananya Rompas dan Milk and Honey dari Rupi Kaur sambil menyesap kopi di sore hari, dan biarkan jiwa hanyut di dalamnya.

Adakah contoh puisi pendek lain yang kamu sukai?

 

*) Feature image: Nicole Honeywill via Unsplash



Leave a Comment

  • (will not be published)