Beri Hadiah untuk Diri Sendiri


blog.sittakarina.com_beri-hadiah-untuk-diri-sendiri

Kadang kita luput memberikan hadiah pada sosok yang selama ini sudah bekerja keras: diri sendiri.

Menjelang pergantian tahun, biasanya nggak cuma persiapan hadiah dan expenses yang tiba-tiba jadi melonjak, tapi juga sederet resolusi di kepala yang ingin segera kita terapkan di tahun baru. Ya kan? 🙂

Resolusi akhir tahun bukannya buruk, lho. Itu malah menunjukkan bahwa kita akan terus memperbaiki diri untuk jadi lebih baik lagi, walau—seperti yang kita tahu sebelumnya—proses dan perjalanannya pasti nggak akan pernah mudah.

Tapi, pernah nggak sih terpikir untuk berhenti sejenak dan melihat ke dalam?

Yup, ke diri kita sendiri yang sebenarnya sudah ngos-ngosan dengan setumpuk beban, target, dan tanggung jawab.

Memberi apresiasi pada diri sama pentingnya dengan menyusun resolusi untuk perbaikan diri. Yuk, sebelum mulai nge-gas lagi mulai Januari, sempatkan berbisik ke hati,”Pencapaian sampai sekarang udah oke. Way to go, girl!” dan lakukan sesuatu yang menyenangkan. Dampaknya massif banget untuk mengikis stres, menyehatkan jiwa, bahkan menguatkan daya tahan tubuh! Caranya bisa dimulai dengan:

  • Keluar dari rutinitas secara total walau dalam waktu singkat. Yang saya lakukan: sore ini saya mau creambath sambil ngopi. Anak-anak dititipkan dulu di rumah eyangnya. Sekali dalam seminggu, me time dapat menjadi momen yang nggak hanya menyenangkan tapi juga cara recharge paling ampuh.
  • Berbagi dengan mereka yang sudah bekerja namun masih kurang mampu. Yang saya lakukan: Uang untuk beli buku kali ini akan saya berikan kepada kakek tukang jual pisang di pertigaan dekat rumah. Melihat ekspresi bahagianya saat menerima sedekah bikin perasaan ikut happy!
  •  Beri hadiah untuk diri sendiri. Yang saya lakukan: Retail therapy! Pas lagi akhir tahun kayak begini merupakan saat yang tepat untuk belanja. Pilihan saya adalah sale seru satu ini. Dan karena belanjanya online, harus siap-siap manteng di depan laptop biar nggak kehabisan.
  •  Ikhlas. Ini yang sering kali kita lewatin, juga lupain. Fokus kita selama ini adalah capai, lawan, dan atasi. Padahal, banyak hal di luar sana yang tak dapat kita ubah, sekuat apa pun usaha kita. Tidak ada hadiah yang lebih indah bagi diri selain be mindful and simply let go.
  • Rawat diri, luar dan dalam. Rambut rajin di-trim, perawatan kulit wajah juga sudah oke, fashion…? Ter-update setidaknya tiap 2 bulan. Tapi, bagaimana kondisi fisik di dalamnya? Masih mudah flu dan sakit kepala, atau berat badan secara perlahan tapi pasti terus bertambah tiap kali nge-dessert dan ngupi-ngupi cantik, ini pertanda kita juga perlu merawat diri dari dalam.

Sudah mencoba kasih hadiah untuk diri sendiri? Dari bagian mana kalian memulainya? Kalau saya pribadi mulai yang paling mudah, yaitu shopping 😀

*) Featured image via itspinkpot


Tags: ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


4 Responses

  1. @Jevon – Hai! Salam kenal juga. The simplest way of all: starting from ourselves. So, lets! 😀

  2. @Ipeh – Setuju, satu resolusi tapi dijalankan lebih baik daripada banyak tapi menguap begitu saja 😉

  3. Wah bagus banget tips2nya! Langsung mulai cobain deh hehe. Btw, salam kenal ya! Ditunggu post berikutnya sama jangan lupa mampir balik ya hehe 😀

    -jevonlevin.com

  4. Ngomong-ngomong resolusi akhir tahun. Sejak tahun 2011 saya punya proyek pribadi yang mana proyek ini harus saya jalani sepanjang tahun baru tersebut. Dan allhamdulillah, banyak pembelajaran dan proses yang membuat saya sadar, bahwa saya mampu dan bisa.

    Awalnya ya karena dipaksa dulu, ga boong deh kalau awal2 banyak cheatnya. Tapi, pas ngerasa kaya lelah banget. Akhirnya baru totalitas buat jalanin proyek yg allhamdulillah setiap tahun berbeda dan masih dijalanin.

    proyek awal saya taun 2011 itu adalah MENEPATI JANJI PADA DIRI SENDIRI. And yes its not easy. Really not easy. Tapi, sampai today saya masih terus berproses dan menikmatinya.

    Dan…yap saya percaya resolusi itu harus ada biar meningkatkan diri tapi ga perlu neko2 kalo menurut saya. Satu resolusi tapi dijalanin dengan optimal.

    #kepanjanganini