Habis Begadang? Ini Cara Memulihkan Tubuh dan Kulitmu


Blog Sittakarina - Habis Begadang Ini Cara Memulihkan Tubuh dan Kulitmu

Agar tidak jatuh sakit, fokus utama setelah begadang adalah memulihkan tubuh kembali.Tetapi, sering kali kita abai terhadap hal itu sehingga kondisi tubuh pun jadi nggak sepenuhnya fit. Tentunya ini terjadi tanpa kita sendiri sadari.

Pada waktu-waktu tertentu, tugas di sekolah maupun kantor memaksa kita melek lebih lama dari biasanya. Kopi dan playlist yang OK sudah pasti jadi teman baik malam itu. Ketika jam menunjukkan pukul 2 dan kerjaan beres, rasa lega dan puas bersamaan mendominasi perasaan. Namun, yang lebih-lebih kerasa saat itu tak lain capeknya.

Lantas, apakah kita langsung tidur sesudahnya? Ternyata tidak 😆 kadang kita malah ngintip gadget, dapat berapa like di Instagram. Atau, scrolling linimasa Twitter, mencari-cari apa drama terakhir di situ. Padahal, memyempatkan tidur 3-4 jam sebelum mulai beraktivitas di pagi hari jauh lebih penting demi daya tahan tubuh yang tidak sepenuhnya ambruk.

Begadang bukan gaya hidup

Sekarang adalah era “dunia melek 24 jam”. Begadang pun sudah menjadi bagiannya, mulai dari nonton bola tengah malam, clubbing, kongkow bareng sahabat di coffee shop sampai mengejar deadline. Saat masih lajang dan ugal-ugalan, kita pasti pernah melakukan setidaknya salah satu dari hal tersebut. Nah, beda lagi ceritanya ketika sudah berkeluarga.

Saya ingat kejadian 5 tahun lalu ketika tengah merampungkan naskah cerita. Saat itu Harsya masih 4 tahun dan Nara si bungsu 2 tahun. Sehari-hari di rumah memang tidak ada nanny, tapi hati masih aja ngoyo dengan target bisa rilis 1 buku tiap tahunnya.

Mengurus (dua!) balita seorang diri adalah pekerjaan yang hampir mustahil digabung dengan aktivitas lainnya. Jadilah fokus saya pada siang hari mengurus bocah-bocah sampai mereka tidur dan mulai membuka laptop pada malam harinya, yakni pukul 20.00. Hampir tiap hari saya tidur pukul 02.00 dini hari, padahal baik Harsya maupun Nara tipe early riser. Jam 5 pagi mereka sudah bangun dan semua kesibukan harian kembali dimulai!

Selama 20 hari masa kerja demi mengejar deadline itu tak hanya melelahkan secara fisik maupun mental, namun juga berdampak buruk bagi kesehatan dan social life saya. Gara-gara tiap hari begadang, saya jadi gampang craving makanan enak (pengennya ngemil Indomie ketimbang apel), sering migren, batuk-pilek, hingga gampang marah ke suami dan anak-anak.

Semakin bertambahnya usia, saya makin sadar bahwa cukup tidur di malam hari termasuk unsur penting untuk menjaga tubuh sehat tanpa ribet. Jika tidak ada yang mendesak, saya tidak akan bela-belain tidur kurang dari 7 jam. Masalah ngebut kerjaan demi selesai sesuai deadline justru jadi pelajaran, bahwa berikutnya saya mesti lebih bijak mengatur jadwal agar hal seperti ini nggak terulang lagi.

Nah, untuk mengetahui apakah durasi tidur malam kita sudah cukup atau belum, coba lihat panduan ini:

Blog Sittakarina - Habis Begadang Ini Cara Memulihkan Tubuh dan Kulitmu 2

Cara memulihkan tubuh pasca begadang

Saat baru tidur jam 3 pagi dan harus kembali beraktivitas lagi pada pukul 7 alias 4 jam kemudian, biasanya tubuh kita akan mengalami beberapa fase kelelahan setelah begadang.

Berdasarkan pengalaman saya, ini yang harus kita utamakan untuk pemulihannya (I wish I knew all these tips back when I was younger!):

1. Rasa kantuk hilang, mata kerap berkedip-kedip, sakit kepala mulai terasa
Solusi: minum secangkir kopi (bikin sendiri dengan resep ala barista ini), tetap menyantap sarapan sehat, serta minum air perasan lemon yang vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Hindari olahraga rutinmu dulu kali ini. Berolahraga saat tubuh sudah kelelahan begini malah akan memperburuk keadaan.

2. Tubuh letih, kepala terasa berat, dan craving makanan manis plus berlemak meningkat
Solusi: cukup minum air putih sehingga tubuh tidak dehidrasi dan rasa haus tidak diterjemahkan oleh otak sebagai sinyal lapar. Kendalikan keinginan menyantap junk food dan dahulukan ngemil buah-buahan. Sempatkan cari udara segar sambil berjemur di bawah sinar matahari selama 10 menit. Untuk mengakali rasa lapar berlebih setelah begadang, biasanya saya mengunyah lebih sering dalam porsi lebih sedikit.

3. Tubuh hangat (kadang demam), mata mulai mengantuk, dan kulit terasa kering
Solusi: jika memungkinkan, tidur siang. Namun, jika masih harus beraktivitas, pastikan kita masih aktif bergerak agar kantuk tidak menjadi-jadi. Hindari multitasking karena itu akan membebani otak. Pastikan kita tidur lebih cepat di malam hari dan biarkan bangun sendiri keesokan harinya tanpa alarm ponsel. Agar kulit tidak rusak, selain cukup minum air putih, jangan lupa gunakan pelembab lebih sering dari biasanya.

Begadang sumber penyakit

Sebagai mantan midnight owl atau orang yang cukup royal begadang, satu hal yang saya ingat baik-baik sekarang adalah begadang lebih banyak ruginya daripada manfaatnya. Beberapa orang mengatakan bahwa begadang merupakan salah satu ciri orang sukses, namun saya tidak sepenuhnya setuju dengan itu.

Bahwa kita harus bekerja keras (bahkan kadang sampai begadang) demi menjadi sukses, itu ada benarnya. Tapi ingat lho, tubuh kita pun ada batasnya. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut mampu mengubrak-abrik tubuh dari dalam dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, sampai kanker tanpa kita ketahui.

Setelah paham semua risikonya, coba deh hitung: berapa kali kamu begadang dalam seminggu? 🤔

 

*) Feature image via @thesartorialist


Tags:


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>