5 Tips Penting dari Saya Saat Pelatihan Menulis


Blog Sittakarina - Tips Penting dari Saya Saat Pelatihan MenulisUntuk menulis fiksi maupun konten.

Menulis fiksi maupun konten di internet merupakan kegiatan berbeda dengan prinsip yang sama: kita bercerita.

Ketika kita membagi cerita melalui obrolan-obrolan santai dengan sahabat, ini sesuatu yang mudah ‘kan?

Kata demi kata mengalir dengan lancar. Walau maksud pembicaraan tidak selalu tersampaikan dengan baik, selalu ada kesempatan untuk mengoreksinya.

Berbeda dengan bercerita melalui tulisan.

Walau kita sudah memilih ide dan siap mengubahnya jadi tulisan, kadang prosesnya tidak sesimpel yang disampaikan saat pelatihan menulis. Belum lagi kondisi writer’s block yang bikin pikiran makin blank.

Saat saya menggelar kursus online gratis maupun berbayar, saya selalu ingatkan kepada peserta bahwa menulis, sama halnya dengan keterampilan lain, bukanlah hal yang mudah dilakukan. Tapi, kita bisa mempermudah proses berlatihnya jika kita tekun membiasakan aktivitas tersebut, yakni selalu menulis.

Baca juga: Cara Menulis Cerita untuk Pemula

Sebelum memulai workshop menulis kreatif di Jakarta dan Bandung beberapa tahun lalu, saya menekankan kepada para penulis baru di kelas untuk tidak berhenti menemukan “suara” dan gaya bercerita masing-masing.

“Suara” dan gaya bercerita tiap penulis merupakan salah satu penentu nyaman-tidaknya, seru-tidaknya hasil akhir tulisan tersebut.

Dua hal tersebut bukanlah variabel tetap, karena keduanya dapat secara dinamis berubah sesuai tujuan dan pendekatan kita dalam menulis.

Ketika sesi pelatihan menulis berakhir, saya selalu berharap para peserta setidaknya sudah lebih mengenal “suara” masing-masing sehingga mereka tak lagi gagap saat bercerita, terutama dalam bentuk tulisan.

“Suara” dan gaya bercerita juga merupakan unsur penting saat kita menyusun konten di internet, seperti artikel blog, berita, serta caption untuk unggahan media sosial.

Selain itu, saat menggelar latihan penulisan, saya kerap mengingatkan para penulis pemula akan hal-hal berikut:

1. Menulis sesuai topik yang disukai

Tidak harus selalu mengikuti tren yang sedang berlangsung di luar saja. Pastikan kita menulis cerita dan konten sesuai topik yang kita sukai dulu saat ini. Tujuannya agar proses kreatif jadi lebih mudah.

2. Tentukan inti cerita

Setelah mengetahui topik yang akan kita angkat, berikutnya tulis inti cerita tersebut dalam 1-2 kalimat saja. Kita bisa juga mengikuti tips dari penyanyi Tulus saat menyusun lirik lagunya yang indah mulai dari nol. Menentukan intisari cerita membuat kita lebih paham, cerita apa sih yang akan kita susun.

3. Susun awal-tengah-akhir

Langkah selanjutnya adalah urai inti cerita tersebut menjadi 3 bagian tulisan, yakni: awal, tengah, dan akhir.

Membagi tulisan ke dalam struktur awal-tengah-akhir memudahkan penulis memahami cerita yang dibuatnya secara menyeluruh.

Setelah itu, biasanya saya akan memecah lagi isi tiap bagian menjadi lebih detail. Tulis konten apa saja yang terdapat pada bagian awal, tengah, maupun akhir secara berurutan.

4. Langsung tulis tanpa sensor

Setelah memiliki gambaran tentang struktur cerita, langsung mulai menulis tanpa takut membuat kesalahan. Menulislah apa adanya, walau kita belum sepenuhnya menguasai kosa kata sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Selalu ada kesempatan untuk menyuntingnya (editing) setelah tulisan selesai digarap.

5. Tidak harus mulai dari awal

Bisa saja kita mulai menulis dari bagian tengah atau akhir cerita, bukannya dari awal. Dan ini lumrah, kok! Ide bisa muncul dalam bentuk apa pun, sehingga tak harus membuat kita pusing memikirkan bagaimana memulai awal cerita yang sempurna. Just write away!

Sebelum berbicara teknis, sharing soal hal-hal seperti ini saat pelatihan menulis membuat peserta lebih optimis.

“Oh, ternyata menulis nggak seribet itu ya,” tutur beberapa penulis baru dengan raut bersemangat.

Ada cara dan kaidah dalam menulis fiksi maupun konten yang perlu ditaati.

Namun, bukan berarti tak ada ruang untuk toleransi demi menjadikan proses kreatif menulis terasa menyenangkan, bukannya menyulitkan.

Lantas, sudah mulai menulis berapa kata hari ini? 😃

 

Feature image: @welacreative



Leave a Comment

  • (will not be published)


One Response