Sunblock dan Sunscreen Terbaik, Ini Pilihannya


Blog Sittakarina - Sunblock dan Sunscreen Terbaik, Ini Pilihannya 1

It’s always fun under the sun!

Makin tambah usia, saya merasa kayak kembali ke masa kecil. Doyan banget beraktivitas di bawah sinar matahari, terutama matahari pagi. Lari, HIIT, atau yang sesimpel jump rope di carport, enaknya dilakukan sambil terpapar sinar mentari pagi yang hangat.

Bedanya, dulu saya cuek dengan kulit gosong maupun dampak berjemur lainnya. Nggak pernah kepikiran untuk memakai sunblock (tabir surya) sebelum ke luar. Kini saya sadar bahwa timbulnya noda hitam di wajah adalah salah satu akibat “kemalasan” zaman dulu itu.

Beberapa noda hitam tersebut memang bisa disamarkan dan rona kulit bisa kembali cerah dengan cara perawatan wajah yang tepat. Namun, tetap saja… harus ada perubahan sikap dalam menyikapi si sinar mentari!

Tabir surya si pelindung kulit

Oke, jadi sekarang kita semua sadar: memakai tabir surya ternyata penting banget.

Tabir surya ini bisa berupa sunblock dan sunscreen. Keduanya berfungsi  melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar terik matahari.  Kerusakan pertama adalah kulit gosong dan terbakar. Bagi yang pernah merasakan pasti tahu deh, betapa perihnya kondisi ini.

Kerusakan-kerusakan berikutnya adalah muncul noda hitam di wajah, kulit tak lagi elastis, kerutan, dan yang paling buruk, kanker kulit.

Cara kerja tabir surya sebenarnya simpel. Saat dioleskan ke permukaan kulit, fungsinya jadi sepertinya cermin. Tabir surya akan memantulkan kembali sinar matahari sehingga tidak terserap kulit.

Tapi, sinar matahari tetap banyak manfaatnya!

Walau sengatan sinar matahari merupakan musuh kulit cantik kita, bukan berarti tak ada sisi baiknya. Yang jelas, agar tubuh sehat, tak cukup hanya dari asupan makanan dan olahraga saja. Paparan sinar matahari justru memainkan perasanan yang amat krusial.

Sinar matahari pagi memiliki banyaaaak sekali kebaikan yang dapat berakibat fatal jika kita menghindarinya dalam jangka waktu lama:

1. Menguatkan daya tahan tubuh. Ini karena paparan sinar matahari yang cukup merangsang produksi sel darah putih yang berguna melawan berbagai infeksi penyakit.

2. Menstimulasi produksi vitamin D dalam tubuh. Ini bisa didapatkan cukup dengan 5-15 menit berjemur di luar ruangan tiap pagi.

3. Menekan rasa lapar berlebihan. Cukup paparan sinar matahari mengakibatkan kadar serotonin dalam tubuh pun prima, sehingga tak perlu asupan makanan tambahan yang dikenal mampu tingkatkan kadar hormon ini. Jadi nggak craving melulu deh!

4. Meningkatkan mood. Produksi serotonin juga dipengaruhi oleh sinar matahari. Hormon inilah yang mengatur mood dan mentalitas positif dalam diri kita.

5. Menunjang pertumbuhan tulang, gigi, dan otot. Cukup sinar matahari  membantu penyerapan kalsium oleh tulang dan gigi, sedangkan vitamin D yang diproduksi setelahnya ikut mengurangi risiko kram pada otot.

6. Mengurangi risiko penyakit kanker. Produksi vitamin D dengan bantuan sinar matahari juga memiliki fungsi menekan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

7. Menjadikan tidur di malam hari lebih berkualitas. Ini disebabkan produksi melantonin, hormon pengatur mengatur tidur kita, berlangsung optimal dengan bantuan paparan sinar matahari yang cukup.

Bedanya sunblock dan sunscreen

Keduanya sama-sama tabir surya yang kita butuhkan saat ke luar ruangan.

Perbedaan utamanya adalah pada kandungan inti masing-masing tabir surya. Sunscreen biasanya mengandung titanium oksida, sedangkan sunblock  mengandung seng oksida (zinc oxide).

Blog Sittakarina - Sunblock dan Sunscreen Terbaik, Ini Pilihannya 2Foto: Sitta Karina

Selama ini seng oksida diketahui lebih efektif menangkal sinar UVA dan UVB, termasung long-wave UVA. Sebaliknya, walau titanium oksida juga berfungsi menangkal sinar UV, tetap ada sebagian sinar matahari yang terserap oleh kulit dan dapat merusak permukaannya jika terpapar terlalu lama.

Jika ingin beraktivitas seharian di ruang terbuka yang minim tempat teduh, saya akan langsung mengoleskan sunblock di kulit. Berbeda dengan saat mampir ke coffee shop buat kerja dan hanya menyetir dalam waktu singkat, pilihan saya jatuh pada sunscreen.

Dengan melihat bahan-bahan kandungan di atas, saya selalu memastikan untuk beli tabir surya yang mengandung seng oksida atau titanium oksida, sesuai kebutuhannya.

Sunblock dan sunscreen terbaik dengan harga terjangkau

Kunci utama saya dalam memilih tabir surya adalah mampu melindungi kulit dari sinar UV broad spectrum, yakni UVA dan UVB. Bukan salah satu saja.

Nah, pilihan saya jatuh pada…..

Sunscreen: L’Oréal Paris UV Perfect Instant White SPF50 | PA++++ 

Isi: 30 ml
Harga: Rp 80.000 – Rp 150.000

Happy banget waktu L’oreal keluarkan tabir surya berformula ringan yang tidak berminyak dan tidak lengket di kulit ini. Kandungan titanium oksida di dalamnya pun secara umum mampu menangkal sinar UVA (A=Aging) dan UVB (B=Burning), pas untuk aktivitas yang tidak sepenuhnya dilakukan di luar ruangan.

Selain itu, kandungan PA++++ luar biasa OK buat menangkal sinar long UVA! PA sendiri merupakan singkatan dari Protection Against UVA. Sedangkan, semakin banyak tanda “+” pada PA menandakan semakin kuat perlindungan terhadap kulit kita dari sinar UVA.

Dari segi harga, sunscreen yang mampu melindungi kulit sampai 12 jam ini cukup terjangkau. Kriteria inilah yang menjadikan L’Oreal Paris UV Perfect Instant White salah satu tabir surya terbaik di kelasnya.

Sunblock: Vaseline healthy sunblock SPF 30

Isi: 100 ml
Harga: Rp 40.000 – Rp 50.000

Tabir surya yang teksturnya lebih berat dari sunscreen di atas ternyata tetap terasa ringan dan tidak lengket saat dioleskan di kulit.

Dari kandungan utamanya, yakni seng oksida, sunblock satu ini jelas memberikan perlindungan menyeluruh dari sengatan sinar UVA, UVB, termasuk jadi pilihan saya ketika lari pagi, menulis cerita di balkon sambil mencari inspirasi, menemani anak-anak bermain di taman, sampai snorkeling. It’s waterproof, by the way! 

Saya juga baru tahu bagaimana cara membaca SPF 15, 30, sampai 50 yang selama ini tertera pada kemasan tabir surya. Jika kulit kita biasanya terbakar setelah berjemur di bawah sinar matahari selama 10 menit, memakai tabir surya SPF 15 berarti membuat kulit kita 15 kali lebih lama tidak terbakar saat berjemur, yakni sekitar 150 menit.

Jadi, sudah temukan apa tabir surya favoritmu?

Karena paparan sinar matahari amat penting bagi kesehatan tubuh, oleskan itu dan jangan sungkan lagi ya beraktivitas di tempat terbuka.

Your sunscreen (and sunblock) will come to the rescue!

Feature image via Pinterest


Tags:


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


4 Responses

  1. Murni – Aku pun juga! Jadilah selama ini kalau jogging jam 9-an nggak pernah pake sunblock 😓

  2. Murni Milayani

    Wah aku 3tahun terakhir baru ngerti pentingnya sunblock/sunscreen, Kak. Nyesel ga dari dulu taunya.
    Thanks rekomendasinya. Aku lagi nyari optional lain yg gampang dibeli karena aku pake sunscreen dari dokter aku.

  3. Asdewi

    Mbak, nanya dong. Yg l’oreal itu bisa buat wajah dan tangan kah?