Ada di mana Nara saat ini?
Mengingat sifat sosok Hanafiah satu ini, jawabannya ternyata bisa banyak dan beragam 😅
Beberapa teman yang kenal dekat keluarga Hanafiah maupun paparazi 100% yakin pernah melihat Nara di sini:
SPOTTED
A certain #Hanafiah bad boy riding on a cheesy ferris wheel—of course not alone, with an Adriana Lima-kind-of brunette to be exact—all smiling like there’s no tomorrow.
Looks like someone found Coney Island Amusement Park to be more amusing than the St. Barts.
WHAT HE DID BEFORE
“Halo, Fey.” Ketika mereka berhadapan, laki-laki tegap, lebih atletis dari Diaz tersebut menyapa singkat dalam suara santai, tanpa senyuman.
“Hei…” Fey bangkit dari duduknya, sesaat merasa seperti fresh graduate yang tengah menjalani sesi wawancara kerja. Tegang dan rikuh pada waktu bersamaan. Insting di pusat nuraninya mengatakan ini tidak benar; bahwa bertemu Nara Hanafiah tanpa sepengetahuan Diaz si sobat adalah sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan.
“Gue udah lihat pas masuk Karlü tadi. They’re inseparable,” Nara berkata seraya tersenyum. Suaranya lebih akrab, bikin sosoknya tak lagi terlihat garang. “Cute. Tapi, itu bukan selera Diaz.”
Kening Fey spontan mengerut, tidak suka dengan penilaian Nara yang dirasanya terlontar terlalu cepat. Jelas-jelas ia muncul di sini bukan untuk mendengar ucapan seenak jidat itu seakan-akan Sisy barang.
Tapi, ia kukuhkan kembali niatan awalnya tatkala teringat berita yang muncul di The Telegraph dan New York Times pada waktu bersamaan dan serentak hilang tiga hari kemudian. Tak terdeteksi mesin pencari manapun di Internet.
Kata kunci dari kedua berita itu hanya dua: yang pertama adalah Sword’s Tears, satunya lagi—yang menyentil rasa penasaran Fey—Nara Hanafiah.
Hanafiah yang sama seperti nama belakang si sobat yang sama-sama bermukim di Bintaro Lakeside.
“Tidak menurut Diaz. Seperti yang elo katakan tadi, they’re inseparable.” Fey masih bersikukuh dengan pendapatnya.
“Diaz nggak bisa dilepas begitu aja soal beginian,” Nara tampak gusar. “Dia bego soal cewek—apalagi cinta.”
FOLLOW NARA AND OTHER HANAFIAH COUSINS’S JOURNEY IN
Lukisan Hujan
Imaji Terindah
Pesan dari Bintang
Putri Hujan & Kesatria Malam
Seluas Langit Biru
Titanium
Dunia Mara
Ikuti kisah mereka dari awal.
Sejak pertama kali salah satu sepupu ini ada yang berulah.
Siapa?
Kapan?
Dan, apa yang sebenarnya terjadi di balik semua ini?
Trust me, it’s gonna be total fun! 😄


Kalau Nara memang gak pernah jadi main character dalam salah satu serial hanafiah.. I think you should do one. I mean mestinya memang ada *huhu*
But I really really really love the stories! Serial Hanafiah paling favorit, pokoknya. Meskipun aku juga pernah baca Aerial, andddd I love it too! tapi tetep paling jatuh cinta sama Hanafiah.
Sekarang Lukisan Hujan dan Imaji Terindah berhasil masuk rak buku, dan aku gak sabar nunggu rilis serial hanafiah yang lainnya.
Aku harap memang bakalan di rilis satu per satu, semuanya.
I’m just another big fan of Hanafiahs. Thanks to you mbak udah bawa mereka ke dunia remaja kita. All the love ♥
Deatri – Cerita Nara akan ada bukunya sendiri. Please wait 😊
Kaaaak.. Kangen Nara. Ngga sabar nunggu cerita nya Nara sendiri. Hehehe.
Inka – Semoga tetap bersabar menunggu ya 😊
Mbak Sitta Karina, buaat lg dong edisi udah pada nikah. Austin-Romy, Inez-Niki, dan yang paling penasaran Bianca-Sora. Sedikit penasaran, kenapa remake Lukisan Hujan. Semoga selalu sukses 🙂
@Mutiara – Hahaha serial Hanafiah yang sekarang saja belum selesai digarap ulang. Tapi, terima kasih sarannya ya. Kenapa Lukisan Hujan dirilis ulang? Hmm, maksud kamu, kenapa isi Lukisan Hujan direvisi ya? Karena saya tidak puas dengan plot dan minimnya editing pada edisi sebelumnya. Jadi, Lukisan Hujan edisi baru sebenarnya merupakan perbaikan yang tertunda.
Kak aku suka semua novel kakak terutama cerita hanafiah tp menurutku kak sitta ga perlu mengedit ulang buku2 kakak. Krn terlalu lama dan buku2 kakak sudah bagus sehingga tidak perlu edit ulang sebelum dicetak ulang. Saran ku sih kak lebih baik diteruskan cerita2 lainnya drpd mengedit ulang setiap bukunya. Krn menurut ku prmbaca2 lama kakak seperti aku mau tidak mau hrs membeli semua buku kakak dr awal lagi dan menunggu lbh lama lg untuk buku kakak yg baru selanjutnya.
@Difa – Thanks, Difa. Saran diterima 🙂
Kak, bikin buku yang nara/reno tobat dong…
i am one of your admirer about your writing ka sitta 🙂 please do continue the story about hanafiah ..i’m dying 😀
agreee
waah!! aku rindu nara deh.. jadi pingin baca buku kak sitta lagi! ^^