Bikin Judul Cerita Yang ‘Catchy’


blog-judul-cerita-catchy

Apa yang membuat kamu melirik ke deretan buku di rak toko buku? Pertama pasti ilustrasi cover. Kedua, tanpa kita sadari kedua mata pasti mencari sederetan kata berhuruf besar yang tak lain adalahjudul buku itu sendiri. Jadi tau kan pentingnya menentukan judul cerita yang mewakili isi ceritamu, menjadi simbol karyamu, sekaligus menarik tatkala dibaca 😉

Terus, gimana sih cara bikin judul yang seperti itu? .Simak langkah-langkah singkat-namun-butuh-latihan di bawah ini ya. Intinya, dengan sering berlatih, kepekaan dan kejelian kita dalam menentukan kata dan mood yang sesuai dengan cerita pun kian terasah. Sebagai contoh nih, ada naskah cerita dengan summary sebagai berikut yang akan kita tentukan judulnya:

   Andjani baru saja masuk dunia SMA yang selama ini hanya ia lihat di film-film yang pernah ditontonnya, lalu membuat daftar panjang hal-hal yang akan terjadi selama SMA mulai kelas 10 sampai 12. Karenanya Andjani jadi yakin bisa mengatasi semua masalah yang nanti menghadangnya.
Namun, ketika menjalani hari demi hari di sekolah barunya, Andjani cukup kaget dan bahkan kelabakan mendapati kejadian-kejadian yang tak pernah ia bayangkan terjadi; mulai dari anak pemilik sekolah yang selalu menjadikannya pesaing utama, guru Matematika yang tidak sabar saat mengajar dan beberapa kali kedapatan memukul muridnya, sampai Ammar, teman sekelasnya yang dianggap pemberontak dan selalu cekcok dengan ayahnya tiap kali tiba di gerbang sekolah, ikut melibatkan Andjani di dalam urusan keluarganya.
Andjani bingung, ternyata kehidupannya tidak sama dengan cerita. Tidak ada manual book yang dapat dijadikan pedoman. Bahkan seringkali itu membuatnya harus menggunakan kepala dan hati secara bersamaan saat memutuskan sesuatu yang penting.

Langkah 1: Buat summary cerita, atau selesaikan dulu ceritanya
Menentukan judul dapat dilakukan sebelum atau sesudah menuliskan cerita. Namun agar kita lebih mantap terhadap apa isi cerita sesungguhnya, sebaiknya tentukan judul setelah cerita selesai ditulis. Atau setidaknya setelah kita membuat summary cerita tersebut.

Langkah 2: Perhatikan genre cerita

Beda genre, beda jenis fiksi, maka beda pula judul ceritanya. Bahkan dari judulnya saja, seringkali kita dapat menentukan cerita tersebut masuk ke dalam kategori apa. Lihat contoh berikut ya:
“Kalung Tanda Kematian”
“Cerita Cinta Citta”
“Negeri Tanpa Sinar”
“Senja Ini Milik Kita”

Langkah 3: Tentukan intisari cerita
Apa hal utama yang ingin kamu sampaikan dalam cerita? Apa saja momen, benda, kejadian unik yang menonjol dalam ceritamu? Setelah kita menuliskan semua satu per satu, proses penentuan judul jadi lebih mudah. Saat menulis novel Lukisan Hujan, saya menuliskan beberapa ciri khas cerita ini:
– Hujan
– Sisy + Diaz = adorable yet shy couple!
– Hot chocolate
– Lukisan cat air

Langkah 4: Buat beberapa calon judul dalam nuansa berbeda
Dari summary kisah Andjani di atas, yuk kita bikin beberapa kandidat judulnya:
“Warna-Warni Dunia Andjani” –> mewakili hari-hari Andjani yang tak terduga dan penuh warna
“Tiga Tahun Penuh Kejutan” –> mewakili 3 tahun masa SMA yang tidak pernah bisa Andjani tebak kisahnya
“Tentang Minyak dan Air” –> mewakili hubungan Andjani dan Ammar yang memiliki kepribadian bertolak belakang

Langkah 5: Akhirnya, pilih satu!
Tidak ada yang benar maupun salah ketika memilih judul yang akhirnya akan dipajang pada bagian awal cerita kita. Yang penting, judul tersebut merupakan keputusan yang sudah kita pikirkan–dan rasakan–secara matang 😉

Nah, menurutmu judul mana yang paling cocok untuk cerita Andjani? Atau kamu punya kandidat judul lain? Share yuk di sini 😉

*) Featured image: Sitta Karina


Tags: , , ,


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


8 Responses

  1. @Irsyad – Analisanya justru cukup jeli. Dan berikutnya, argumen ini yg bisa didiskusikan dengan editor / penerbit. Oh ya, artikel ini khususnya untuk cerita fiksi ya 😉

  2. bermanfaat banget nih tipsnya mbak. kalau utk judul cerita andjani sendiri sih, kayaknya sama lebih memilih yang ketiga, Tentang Minyak dan Air. rasanya lebih bikin penasaran dan bertanya-tanya apa isi ceritanya gt deh..
    kalau yang pertama, Warna-Warni Dunia Andjani rasanya kurang menarik dan terlalu mainstream kali yakk hehehe
    kalau yang kedua, Tiga Tahun Penuh Kejutan, kesannya jadi kayak nggk kejutan lagi, karena kalau judulnya kayak gt, kejutannya kurang seperti kejutan karena kita sudah tahu duluan ada kejutan di dalam tiga tahun perjalanan di andjani itu sendiri..

    kira2 gmn mbak pilihan saya? maaf ya kalau analisisnya masih terlalu berantakan, baru belajar sih 😀

  3. Kadang malah saya mengajukan judul yg biasa banget. Sampe bingung mau kasih judul apa. Tapi pencerahan juga tulisan ini. Terima kasih mba

  4. Ravina Aulia

    Hmm…. Kayaknya yang cocok untuk cerita Andjani itu "Warna-Warni Dunia Andjani" deh, kak..