Bikin Judul Cerita yang “Catchy”


blog sittakarina - Bikin Judul Cerita yang CatchyApa yang membuat kamu melirik ke deretan buku di rak toko buku?

Pertama, pasti ilustrasi cover.

Kedua, tanpa kita sadari kedua mata pasti mencari sederetan kata berhuruf besar yang tak lain judul buku itu sendiri.

Penting untuk menentukan judul cerita yang mewakili isi dan suasana ceritamu.

Judul ini juga menjadi simbol karyamu sekaligus daya pikat agar pembaca tertarik mengetahui lebih lanjut isi cerita tersebut.

Terus, gimana sih cara bikin judul yang seperti itu?

Sering-seringlah berlatih. Karena dengan begini, kepekaan dan kejelian kita dalam menentukan kata dan suasana (mood) yang sesuai dengan cerita pun kian terasah.

Sebagai contoh, ada naskah cerita dengan garis besar sebagai berikut yang akan kita tentukan judulnya:

Andjani baru saja masuk dunia SMA yang selama ini hanya ia lihat di film-film yang pernah ditontonnya, lalu membuat daftar panjang hal-hal yang akan terjadi selama SMA mulai kelas 10 sampai 12. Karenanya Andjani jadi yakin bisa mengatasi semua masalah yang nanti menghadangnya.

Namun, ketika menjalani hari demi hari di sekolah barunya, Andjani cukup kaget dan bahkan kelabakan mendapati kejadian-kejadian yang tak pernah ia bayangkan terjadi; mulai dari anak pemilik sekolah yang selalu menjadikannya pesaing utama, guru Matematika yang tidak sabar saat mengajar dan beberapa kali kedapatan memukul muridnya, sampai Ammar, teman sekelasnya yang dianggap pemberontak dan selalu cekcok dengan ayahnya tiap kali tiba di gerbang sekolah, ikut melibatkan Andjani di dalam urusan keluarganya.

Andjani bingung, ternyata kehidupannya tidak sama dengan cerita. Tidak ada manual book yang dapat dijadikan pedoman. Bahkan seringkali itu membuatnya harus menggunakan kepala dan hati secara bersamaan saat memutuskan sesuatu yang penting.

Baca juga: Cara Menulis Cerita untuk Pemula

Apa saja yang harus kita lakukan agar dapat menentukan judul cerita tersebut dengan tepat?

Langkah 1: Buat ringkasan cerita, atau selesaikan dulu ceritanya
Menentukan judul dapat dilakukan sebelum atau sesudah menuliskan cerita. Namun, agar kita lebih mantap terhadap apa isi cerita sesungguhnya, sebaiknya tentukan judul setelah cerita selesai ditulis.

Langkah 2: Perhatikan genre cerita

Beda genre, beda jenis fiksi, maka beda pula judul ceritanya. Bahkan dari judulnya saja, seringkali kita dapat menentukan cerita tersebut masuk ke dalam kategori apa. Lihat contoh berikut:
“Kalung Tanda Kematian”
“Cerita Cinta Citta”
“Negeri Tanpa Sinar”
“Senja Ini Milik Kita”

Langkah 3: Tentukan intisari cerita
Apa hal utama yang ingin kamu sampaikan dalam cerita? Apa saja momen, benda, kejadian unik yang menonjol dalam ceritamu? Setelah kita menuliskan semua satu per satu, proses penentuan judul jadi lebih mudah. Saat menulis novel Lukisan Hujan, saya menuliskan beberapa ciri khas cerita ini:
– Hujan
– Sisy + Diaz = adorable yet shy couple!
– Hot chocolate
– Lukisan cat air

Langkah 4: Buat beberapa calon judul dalam nuansa berbeda
Dari summary kisah Andjani di atas, yuk kita bikin beberapa kandidat judulnya:
“Warna-Warni Dunia Andjani” –> mewakili hari-hari Andjani yang tak terduga dan penuh warna
“Tiga Tahun Penuh Kejutan” –> mewakili 3 tahun masa SMA yang tidak pernah bisa Andjani tebak kisahnya
“Tentang Minyak dan Air” –> mewakili hubungan Andjani dan Ammar yang memiliki kepribadian bertolak belakang

Langkah 5: Akhirnya, pilih satu!
Tidak ada pendapat benar maupun salah dalam memilih judul cerita. Dari sudut pandang penulis, judul terpilih tak lain judl yang dianggap paling mewakili keseluruhan cerita.

Nah, menurutmu judul mana yang paling cocok untuk cerita Andjani?

Atau kamu punya kandidat judul lain?

 

*) Featured image via Unsplash



Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


10 Responses

  1. Klo saya type buat judul dulu, dari judul baru di arahkan ke isi yang sesuai tapi sering nya judul berubah begitu selesai nulis 😀😀

    Reply
    • Thoriq – Lumrah kok. Judul di awal untuk panduan “tone” cerita, sedangkan judul di akhir merupakan penyempurnaan ketika cerita sudah benar-benar selesai.

  2. bermanfaat banget nih tipsnya mbak. kalau utk judul cerita andjani sendiri sih, kayaknya sama lebih memilih yang ketiga, Tentang Minyak dan Air. rasanya lebih bikin penasaran dan bertanya-tanya apa isi ceritanya gt deh..
    kalau yang pertama, Warna-Warni Dunia Andjani rasanya kurang menarik dan terlalu mainstream kali yakk hehehe
    kalau yang kedua, Tiga Tahun Penuh Kejutan, kesannya jadi kayak nggk kejutan lagi, karena kalau judulnya kayak gt, kejutannya kurang seperti kejutan karena kita sudah tahu duluan ada kejutan di dalam tiga tahun perjalanan di andjani itu sendiri..

    kira2 gmn mbak pilihan saya? maaf ya kalau analisisnya masih terlalu berantakan, baru belajar sih 😀

    Reply
    • @Irsyad – Analisanya justru cukup jeli. Dan berikutnya, argumen ini yg bisa didiskusikan dengan editor / penerbit. Oh ya, artikel ini khususnya untuk cerita fiksi ya 😉

  3. Kadang malah saya mengajukan judul yg biasa banget. Sampe bingung mau kasih judul apa. Tapi pencerahan juga tulisan ini. Terima kasih mba

    Reply
  4. Ravina Aulia

    Hmm…. Kayaknya yang cocok untuk cerita Andjani itu "Warna-Warni Dunia Andjani" deh, kak..

    Reply